GLOBALMEDAN.COM, MEDAN – Wujud kerukunan dapat diimplementasikan dan diterapkan dalam tiga hal yakni kerukunan antar pribadi/sesama, kerukunan antar umat beragama dan kerukunan umat beragama dengan pemerintah. Jika ketiga hal ini dapat diwujudkan, maka kerukunan di Kota Medan dapat terjaga dan ibukota Provinsi Sumatera Utara dapat menjadi cerminan kota toleran.
Demikian disampaikan Wali Kota Medan Bobby Nasution saat membuka kegiatan Pembinaan Kerukunan Bagi Tokoh Lintas Agama Tingkat Kelurahan, Kecamatan dan Tingkat Kota Medan di Garuda Plaza Hotel, Jalan Sisingamangaraja Medan, Jum’at (3/6). Kegiatan ini digelar dalam rangka Sosialisasi Peraturan Wali Kota (Perwal) No.28/2021 tentang Pedoman Penataan Kehidupan Beragama dan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) di Kota Medan.
BACA JUGA : MEDAN- Ketua DPRD Kota Medan, Hasyim SE mengharapkan Kota Medan benar- benar menjadi kota yang berkah yang bisa dirasakan oleh seluruh warga Kota Medan. Hal itu diungkapkan Hasyim SE usai mengikuti upacara HUT Kota Medan ke- 432 di Stadion Mini Universitas Sumatera Utara (USU), Jumat (1/7/2022). "Kita apresiasi beberapa aspirasi warga sudah ditindaklanjuti oleh Pemko Medan. Ini berkaitan dengan 5 program prioritas yang merupakan harapan bagi warga Kota Medan," ungkap Hasyim SE. Seperti di bidang kesehatan. Hasyim SE menilai, pelayanan kesehatan gratis di Puskesmas sudah semakin bagus. Selain itu, ada penambahan kuota yang cukup besar untuk program BPJS Kesehatan Penerima Bantuan Iuran (PBI) di 2022. Sedangkan di 2023, Pemko Medan memiliki program Universal Health Coverage (UHC). "Dengan Program UHC itu, warga Kota Medan sudah bisa berobat di seluruh rumah sakit di Kota Medan yang bekerjasama dengan provider BPJS Kesehatan secara gratis, dengan membawa KTP. Ini berlaku untuk semua warga Kota Medan tanpa terkecuali. Selama ini kan, berobat gratisnya di Puskesmas," papar Hasyim SE. Selain itu, Hasyim SE menambahkan pemberdayaan UMKM di Kota Medan juga sudah semakin baik yang dibuktikan dengan dimasukkannya produk UMKM ke dalam e-katalog. Menurut Hasyim SE, tentunya ini merupakan wujud komitmen Pemko Medan dalam pemberdayaan UMKM di Kota Medan. "Artinya, seluruh OPD sudah bisa berbelanja produk UMKM Kota Medan melalui e-katalog," paparnya. Disinggung tentang penanganan banjir, Hasyim SE mmengharapkan Pemko Medan bisa menuntaskan masalah itu. Walau pun selama ini, penanganan genangan air di Kota Medan dinilai sudah lebih baik dari sebelumnya. "Begitu juga dengan penanganan banjir rob yang sudah dianggarkan dan di tahun 2022 ini sudah bisa digunakan anggarannya. Saya harap ini bisa didukung oleh seluruh stakeholders di Kota Medan, karena ini menjadi aspirasi warga Medan Utara" ujarnya. Terkait dengan infrastruktur jalan yang terlihat semakin banyak perbaikan, Hasyim SE mengharapkan agar kwalitas infrastruktur jalannya juga baik. Jangan, ketika baru diaspal saja yang terlihat mulus, namun tidak diikuti dengan kwalitas yang baik. Begitu juga dengan revitalisasi cagar budaya, seperti Lapangan Merdeka, Medan. Hasyim SE menilai hal itu sebagai langkah yang baik untuk menambah ruang terbuka hijau di Kota Medan. "Saya berharap, di usia Kota Medan yang cukup matang ini, ke- 432, Kota Medan benar- benar bisa menjadi kota yang nyaman, tentram, kondusif, angka kemiskinan bisa diturunkan dan tentunya menjadi kota yang berkah," pungkas Hasyim SE.
“Jika kita bisa menerapkan itu semua, insya Allah, Kota Medan bisa tetap terjaga kerukunannya. Semoga, upaya-upaya kita dalam menjaga kerukunan, Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa beri ganjaran pahala dan kebaikan tidak hanya di dunia tapi juga di akhirat,” kata Bobby Nasution di hadapan para tokoh lintas agama yang hadir.
Dikatakan menantu Presiden RI Joko Widodo ini, makna dari kerukunan antar pribadi adalah seseorang yang beragama mampu menjaga kerukunannya antar sesamanya. Kemudian, kerukunan antar umat beragama artinya menjaga kerukunan dengan umat pemeluk agama lainnya.
“Sedangkan, kerukunan umat beragama dan pemerintah. Artinya, tidak ada niatan dari pemerintah untuk memecah belah umat beragama. Sebab, pemerintah membutuhkan semua masyarakat lintas agama untuk mendukung terwujudnya program-program pemerintah (Pemko Medan),” ungkapnya.
Suami Ketua TP PKK Kota Medan Kahiyang Ayu ini selanjutnya menuturkan, pemerintah hanya membuat program dan kebijakan. Namun, efektifitas dan keberhasilannya haruslah didukung oleh seluruh masyarakat. “Termasuk dukungan dari tokoh lintas agama,” imbuhnya.
Bobby Nasution juga menekankan bahwa esensi dari kerukunan bukan hanya sekadar untuk mendapatkan predikat atau penghargaan, melainkan harus benar-benar diwujudkan sebagai kota toleran. “Harapan kita dengan kerukunan yang tercipta, masyarakat merasa tenang dan Kota Medan jadi kota yang berkah,” pungkasnya(rizky)
Post Views: 218