Tembus 76 Ribu Pohon dalam 3 Tahun, PTPN IV PalmCo  Komit Jaga Kelestarian Alam

News64 Dilihat

MEDAN– PTPN IV PalmCo terus perkuat komitmen jaga kelestarian lingkungan melalui gerakan penghijauan secara masif di berbagai wilayah operasionalnya.

Hingga pertengahan 2026, perusahaan berhasil menanam 76.555 pohon di Sumatera, Jawa, Kalimantan, dan Sulawesi.

“Langkah itu sebagai upaya membangun benteng pertahanan ekologi sekaligus menjaga keberlanjutan sumber air bagi masyarakat,” kata Direktur Utama PTPN IV PalmCo, Jatmiko K Santosa, dalam keterangan tertulis, Kamis (25/6/2026).

Ia menuturkan, tren penanaman pohon tersebut terus meningkat dari tahun ke tahun.

Pada 2024, PalmCo menanam 8.750 pohon, kemudian meningkat dua kali lipat menjadi 17.500 pohon pada 2025.

Memasuki 2026, realisasi penanaman melonjak drastis hingga mencapai 50.305 pohon, sehingga total akumulasi selama tiga tahun terakhir mencapai 76.555 bibit pohon di seluruh Indonesia.

Peningkatan jumlah penanaman tersebut merupakan langkah konkret perusahaan dalam merespons kondisi perubahan iklim yang semakin tidak menentu.

“Jumlah pohon yang terus kami tambah setiap tahunnya, hingga mencapai lebih dari 76 ribu pohon, adalah langkah konkret kami melihat kondisi cuaca dan lingkungan yang semakin tidak menentu,” ujarnya.

Ia menegaskan, menanam dalam skala besar mutlak dilakukan, namun menanam saja tentu tidak cukup.

“Pohon-pohon ini harus dirawat, karena itu dalam setiap pelaksanaannya kami selalu berkolaborasi dan mengajak warga sekitar untuk ikut menjaga agar bibit tersebut bisa tumbuh besar dan optimal,” ujarnya.

Menurutnya program penghijauan tersebut berkaitan erat dengan upaya menjaga sanitasi dan kualitas air lingkungan melalui normalisasi sungai di sekitar kawasan perkebunan.

Ia juga mengatakan, keberadaan pohon menjadi faktor penting untuk mencegah erosi dan pendangkalan sungai yang berpotensi memicu banjir.

Pohon dan air bersih itu tidak bisa dipisahkan. Kalau tidak ada pohon yang akarnya menahan tanah, tanah itu akan longsor ke sungai menjadi lumpur.

Sungainya jadi dangkal, kotor, dan akhirnya bikin banjir. Dengan menanam pohon yang banyak di pinggir bantaran air, erosi tanah bisa dicegah.

“Hasil akhirnya, air tanah yang sehari-hari dipakai oleh warga untuk mandi, mencuci, dan minum akan menjadi jauh lebih bersih dan sehat,” jelasnya.

Komitmen tersebut terus diwujudkan hingga tingkat unit. Terbaru, pada Senin (22/6/2026), PTPN IV PalmCo bersama Ikatan Keluarga Besar Istri (IKBI), karyawan, dan masyarakat setempat menanam 1.000 bibit pohon di tujuh lokasi berbeda di wilayah Distrik Djaba yang meliputi Jawa Barat dan Banten.

Kegiatan dipusatkan secara simbolis di Kebun Sukamaju, Sukabumi, dengan penanaman 100 bibit pohon oleh anggota IKBI, sementara 900 bibit lainnya ditanam serentak di enam unit kebun lain.

Bibit yang ditanam merupakan perpaduan tanaman berkayu keras seperti gaharu, mahoni, jabon, sengon, dan jati, serta tanaman buah-buahan seperti durian, sawo, mangga, alpukat, rambutan, hingga nangka.

Ketua IKBI PTPN IV PalmCo, Ida Erlina, mengatakan pemilihan jenis tanaman tersebut dilakukan agar masyarakat memperoleh manfaat ekologis sekaligus nilai ekonomi di masa depan.

Disebutkannya, pohon-pohon berkayu keras sengaja ditanam di pinggiran sungai atau lahan miring karena akarnya yang kuat berguna untuk mengikat tanah agar tidak mudah longsor, menjaga sumber air warga tetap terjaga.

Sedangkan pohon buah-buahan sengaja ditanam di tempat yang mudah dijangkau.

“Harapan kami, saat pohon-pohon ini berbuah nanti, hasilnya bisa dipetik dan dinikmati langsung oleh warga yang tinggal di sekitar kebun,” kata Ida.

Ia menambahkan, keterlibatan IKBI menjadi bentuk dukungan keluarga besar perusahaan terhadap gerakan penghijauan nasional.

“Menjaga bumi ini bukan cuma tugas korporasi atau pemerintah, tapi juga tugas kita sebagai ibu-ibu di rumah untuk mengajarkan pentingnya menanam pohon dan menjaga kebersihan air kepada generasi anak-anak kita,” tutupnya. (swisma)