DPRD Pertanyakan Realisasi BSM Rp 25 M di Disdik Medan

News436 Dilihat

MEDAN – Ketua Komisi II DPRD Medan Sudari ST pertanyakan realisasi pendistribusian Bantuan Siswa Miskin (BSM) Rp 25 Miliar di Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Medan. Bantuan yang berasal dari APBD Pemko Medan TA 2022 diingatkan agar tepat sasaran sehingga benar bermanfaat.

“Kita berharap BSM itu tepat sasaran dan benar benar diterima siswa kurang mampu. Kita juga perlu mengetahui penerimanya siapa saja?,” tanya Sudari ST saat memimpin rapat pembasan P APBD Tahun 2022 di ruang Komisi gedung dewan, Selasa (13/9/2022).

BACA JUGA :  MEDAN- Ketua DPRD Kota Medan, Hasyim SE mengharapkan Kota Medan benar- benar menjadi kota yang berkah yang bisa dirasakan oleh seluruh warga Kota Medan. Hal itu diungkapkan Hasyim SE usai mengikuti upacara HUT Kota Medan ke- 432 di Stadion Mini Universitas Sumatera Utara (USU), Jumat (1/7/2022). "Kita apresiasi beberapa aspirasi warga sudah ditindaklanjuti oleh Pemko Medan. Ini berkaitan dengan 5 program prioritas yang merupakan harapan bagi warga Kota Medan," ungkap Hasyim SE. Seperti di bidang kesehatan. Hasyim SE menilai, pelayanan kesehatan gratis di Puskesmas sudah semakin bagus. Selain itu, ada penambahan kuota yang cukup besar untuk program BPJS Kesehatan Penerima Bantuan Iuran (PBI) di 2022. Sedangkan di 2023, Pemko Medan memiliki program Universal Health Coverage (UHC). "Dengan Program UHC itu, warga Kota Medan sudah bisa berobat di seluruh rumah sakit di Kota Medan yang bekerjasama dengan provider BPJS Kesehatan secara gratis, dengan membawa KTP. Ini berlaku untuk semua warga Kota Medan tanpa terkecuali. Selama ini kan, berobat gratisnya di Puskesmas," papar Hasyim SE. Selain itu, Hasyim SE menambahkan pemberdayaan UMKM di Kota Medan juga sudah semakin baik yang dibuktikan dengan dimasukkannya produk UMKM ke dalam e-katalog. Menurut Hasyim SE, tentunya ini merupakan wujud komitmen Pemko Medan dalam pemberdayaan UMKM di Kota Medan. "Artinya, seluruh OPD sudah bisa berbelanja produk UMKM Kota Medan melalui e-katalog," paparnya. Disinggung tentang penanganan banjir, Hasyim SE mmengharapkan Pemko Medan bisa menuntaskan masalah itu. Walau pun selama ini, penanganan genangan air di Kota Medan dinilai sudah lebih baik dari sebelumnya. "Begitu juga dengan penanganan banjir rob yang sudah dianggarkan dan di tahun 2022 ini sudah bisa digunakan anggarannya. Saya harap ini bisa didukung oleh seluruh stakeholders di Kota Medan, karena ini menjadi aspirasi warga Medan Utara" ujarnya. Terkait dengan infrastruktur jalan yang terlihat semakin banyak perbaikan, Hasyim SE mengharapkan agar kwalitas infrastruktur jalannya juga baik. Jangan, ketika baru diaspal saja yang terlihat mulus, namun tidak diikuti dengan kwalitas yang baik. Begitu juga dengan revitalisasi cagar budaya, seperti Lapangan Merdeka, Medan. Hasyim SE menilai hal itu sebagai langkah yang baik untuk menambah ruang terbuka hijau di Kota Medan. "Saya berharap, di usia Kota Medan yang cukup matang ini, ke- 432, Kota Medan benar- benar bisa menjadi kota yang nyaman, tentram, kondusif, angka kemiskinan bisa diturunkan dan tentunya menjadi kota yang berkah," pungkas Hasyim SE.

Saat rapat, Ketua Komisi II DPRD Medan Sudari ST didampingi Wakil Ketua Komisi Syaiful Ramadhan. Hadir Kepala Dinas Pendidikan Kota Medan Laksamana Putra Siregar didampingi sejumlah kepala bidang.

Dikatakan Sudari ST yang juga Ketua Fraksi PAN DPRD Medan itu, dalam penyaluran BSM diharapkan agar Disdik Medan dapat transparan dan tidak hanya menerima laporan saja terhadap siapa yang berhak mendapatkannya.

“Program ini sangat kita dukung apalagi dengan kenaikan BBM sangat berdampak terhadap kesulitan ekonomi rakyat,” ujar Sudari.

Sebelumnya, Kepala Dinas Pendidikan Kota Medan Laksamana Putra Siregar memaparkan, bahwa pihaknya mengelontarkan anggaran BSM pada Tahun 2021 sebesar Rp 5 Miliar. Sedangkan untuk 2022 sebesar Rp 25 Miliar.

Dikatakan Putra, jumlah BSM untuk Tahun 2022 sebesar Rp 25 Miliar diperuntukkan bagi siswa SD sebanyak 25.000 orang dan untuk SMP sebanyak 15.000 orang. Adapun jumlah uang yang akan diterima siswa SD sebesar Rp 450.000 / siswa. Sedangkan untuk SMP sebesar Rp 750.000 / siswa. Terkait penyalurannya direncanakan bulan September ini.

Dijelaskan Putra, adapun sasaran BSM bukan hanya sekolah negeri namun juga sekolah swasta. “Sasaranya warga miskin dan benar benar berpenghasilan rendah, ” terang Putra seraya menyebut sasaran penerima bantuan tidak fokus dengan penerima bantuan dari pusat. (red)