USU Wisuda 1.843 Lulusan, Rektor Tekankan  Pentingnya  Terapkan From Theory to Action di Dunia kerja

Edukasi118 Dilihat

MEDAN-Rektor USU Prof. Dr. Muryanto Amin S.Sos M.Si melantik 1.843 wisudawan dari berbagai program studi di kampus tersebut, Sabtu (14/2/2026).

Wisuda yang berlangsung selama 2 hari di auditorium itu, rektor dalam sambutannya berpesan kepada para wisudawan setelah lulus untuk terus belajar tanpa henti dalam memahami banyak hal dan berani mengambil keputusan.

Selain itu juga secara berkelanjutan meningkatkan potensi konstruksi berpikir sistematis tentang pengetahuan teori yang diselaraskan dengan keterampilan teknis untuk menjawab permasalahan yang ada.

Menurut dia, seorang yang terdidik dan lulusan dari perguruan tinggi selalu diharapkan memiliki dua kemampuan itu yang tidak terpisahkan.

Atas dasar itulah,  kata rektor tema wisuda  kali ini yang disampaikan adalah From Theory to Action: Mengatasi Kesenjangan dan Membentuk Nilai Baru dalam Transformasi Peradaban.

Dia menjelaskan, perubahan dunia kerja saat ini tidak hanya terlihat dari munculnya teknologi baru, tetapi juga dari perubahan keterampilan apa yang paling dibutuhkan.

Keterampilan inti yang paling dibutuhkan di masa depan bukan semata-mata kemampuan teknis, melainkan kemampuan manusia dalam berpikir, bersikap, dan bertindak.

“Dunia kerja tidak hanya mencari individu yang cerdas secara akademik, tetapi mereka yang mampu berpikir jernih, beradaptasi dalam tekanan, memimpin, bekerja dengan orang lain, serta memahami diri dan lingkungannya,” katanya.

Dunia kerja membutuhkan lulusan yang tidak hanya tahu, tetapi mampu mengambil keputusan dan bertindak secara nyata agar tidak ada lagi kesenjangan antara teori dan praktik.

Muryanto mencontohkan penerapannya kepada salah satu  perusahaan global dengan ribuan gerai yang tersebar di seluruh dunia dan setiap hari menetapkan jutaan keputusan kecil yang menentukan keberlangsungan bisnisnya.

Ketika perusahaan itu menghadapi tekanan besar, pertumbuhan yang melambat dan tantangan operasional yang semakin kompleks, mereka mengambil langkah yang pada saat itu, terasa masuk akal.

Perusahaan menunjuk seorang CEO dengan latar belakang konsultan strategi global yang sangat kuat dalam analisis dan perumusan arah bisnis.

Dia  mengatakan, banyak kegagalan bukan terjadi karena kurangnya teori, melainkan akibat  kesalahan mengubah dari teori menjadi tindakan.

Strategi yang baik membutuhkan keberanian untuk dijalankan, dan kepemimpinan yang kuat diuji bukan di ruang presentasi, tetapi di lapangan.

Teori tanpa pengalaman lapangan, imbuhnya, akan kehilangan daya geraknya. Sebaliknya, pengalaman tanpa keberanian mengambil keputusan juga tidak akan membawa perubahan.

“Dunia kerja tidak selalu menunggu kita siap dengan jawaban yang sempurna. Seringkali dituntut untuk berani mengambil keputusan dalam keterbatasan, dan bertanggung jawab penuh untuk melaksanakannya,” ungkap Muryanto.

Inilah makna sesungguhnya dari From Theory to Action, mengubah pengetahuan menjadi tindakan, dan tindakan memberi nilai yang bermanfaat untuk kesejahteraan.

Capaian Universitas

Pada kesempatan tersebut, Muryanto juga turut menyampaikan capaian program internasionalisasi yang dilakukan USU.

Internasionalisasi, katanya bukan proses membuat mahasiswa Indonesia menjadi asing di kotanya, tetapi membuka cakrawala berpikir tentang dunia global yang beragam dan terkoneksi dalam pengembangan ilmu pengetahuan.

Saat ini USU menempati posisi di 1001 QS WUR, 268 di QS AUR, 851 di QS Sustainability, 1501+ THE WUR, dan 601 THE Impact.

Memiliki 28 program studi terakreditasi internasional, 87 program studi akreditasi unggul dan telah membuka 28 prodi kelas internasional (International Undergraduate Program) 2026 bekerjasama dengan kampus di Inggris, Eropa, dan Australia melalui program joint/double degree.

Mobility student dan mobility staff adalah program dilakukan di USU yang ditujukan untuk mahasiswa dan dosen sebagai cara agar mereka dapat lebih dekat merasakan sense of perfect detail, yang dilakukan kampus top dunia.

Selain program internasionalisasi, USU memberikan beasiswa bagi mahasiswa yang kurang mampu namun berprestasi sejak awal semester dan menjamin tidak ada masyarakat Indonesia yang tidak bisa kuliah karena tidak bisa membayar uang sekolah.( swisma)