GLOBALMEDAN.COM, MEDAN-Sebanyak 1.154 petugas dikerahkan untuk mengawasi pelaksanaan Ujian Tulis Berbasis Komputer Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (UTBK SBMPTN) 2022 di Universitas Negeri Medan (Unimed).
Dari 1.154 petugas tersebut terdiri dari 43 orang penanggungjawab lokasi ujian, 85 orang penanggubg jawab ruang, petugas lokasi 44 orang, pengawas 819 orang, petugas IT 23 dan petugas protokol kesehatan 40 orang.
Sedangkan peminat yang mengikuti ujian sebanyak 20.355 peserta. Jumlah itu memerebutkan 4.003 kursi dari jalur ini yang tersebar di 51 program studi S1. Untuk sains dan teknologi 8.556 peserta dan sosial humianora 9.512 peserta serta kategori campuran 2.287 peserta.
BACA JUGA : MEDAN- Ketua DPRD Kota Medan, Hasyim SE mengharapkan Kota Medan benar- benar menjadi kota yang berkah yang bisa dirasakan oleh seluruh warga Kota Medan. Hal itu diungkapkan Hasyim SE usai mengikuti upacara HUT Kota Medan ke- 432 di Stadion Mini Universitas Sumatera Utara (USU), Jumat (1/7/2022). "Kita apresiasi beberapa aspirasi warga sudah ditindaklanjuti oleh Pemko Medan. Ini berkaitan dengan 5 program prioritas yang merupakan harapan bagi warga Kota Medan," ungkap Hasyim SE. Seperti di bidang kesehatan. Hasyim SE menilai, pelayanan kesehatan gratis di Puskesmas sudah semakin bagus. Selain itu, ada penambahan kuota yang cukup besar untuk program BPJS Kesehatan Penerima Bantuan Iuran (PBI) di 2022. Sedangkan di 2023, Pemko Medan memiliki program Universal Health Coverage (UHC). "Dengan Program UHC itu, warga Kota Medan sudah bisa berobat di seluruh rumah sakit di Kota Medan yang bekerjasama dengan provider BPJS Kesehatan secara gratis, dengan membawa KTP. Ini berlaku untuk semua warga Kota Medan tanpa terkecuali. Selama ini kan, berobat gratisnya di Puskesmas," papar Hasyim SE. Selain itu, Hasyim SE menambahkan pemberdayaan UMKM di Kota Medan juga sudah semakin baik yang dibuktikan dengan dimasukkannya produk UMKM ke dalam e-katalog. Menurut Hasyim SE, tentunya ini merupakan wujud komitmen Pemko Medan dalam pemberdayaan UMKM di Kota Medan. "Artinya, seluruh OPD sudah bisa berbelanja produk UMKM Kota Medan melalui e-katalog," paparnya. Disinggung tentang penanganan banjir, Hasyim SE mmengharapkan Pemko Medan bisa menuntaskan masalah itu. Walau pun selama ini, penanganan genangan air di Kota Medan dinilai sudah lebih baik dari sebelumnya. "Begitu juga dengan penanganan banjir rob yang sudah dianggarkan dan di tahun 2022 ini sudah bisa digunakan anggarannya. Saya harap ini bisa didukung oleh seluruh stakeholders di Kota Medan, karena ini menjadi aspirasi warga Medan Utara" ujarnya. Terkait dengan infrastruktur jalan yang terlihat semakin banyak perbaikan, Hasyim SE mengharapkan agar kwalitas infrastruktur jalannya juga baik. Jangan, ketika baru diaspal saja yang terlihat mulus, namun tidak diikuti dengan kwalitas yang baik. Begitu juga dengan revitalisasi cagar budaya, seperti Lapangan Merdeka, Medan. Hasyim SE menilai hal itu sebagai langkah yang baik untuk menambah ruang terbuka hijau di Kota Medan. "Saya berharap, di usia Kota Medan yang cukup matang ini, ke- 432, Kota Medan benar- benar bisa menjadi kota yang nyaman, tentram, kondusif, angka kemiskinan bisa diturunkan dan tentunya menjadi kota yang berkah," pungkas Hasyim SE.
Rektor Unimed Dr Syamsul Gultom SKM MKes mengakui ada penurunan jumlah peserta pada tahun ini.
Hal itu dikatakan karena sebagian lulusan SMA sederajat 2020-2021 tidak memiliki akun LTMPT. Penurunan itu terjadi di hampir semua PTN. Untuk pelaksanaan ujian sesi pertama berlangsung 17-23 Mei 2022 sedangkan sesi kedua 28 Mei-3 Juni 2022.
“Ada penurunan dibanding tahun lalu yang pesertanya 21.134 peserta. Memang penurunan itu terjadi di hampir semua PTN, salah satunya karena lulusan SMA sederajat tahun lalu sebagian tidak punya akun LTMPT,” kata Syamsul usai melakukan peninjauan pelaksanaan ujian di Kampus Unimed, Selasa (17/5/2022)
Syamsul mengatakan, bagi yang terlambat nantinya bisa mendaftar di jalur mandiri yang pendaftarannya dibuka 15 Juni-9 Juli 2022.
Dikatakan Syamsul, untuk pelaksanaan UTBK tahun ini, pihaknya melibatkan 1.154 petugas dan bekerjasama dengan 12 PTS dan sekolah mitra.
Selain itu, Unimed juga bekerjasama dengan Gugus Tugas Covid-19 dan rumah sakit.
“Sejauh ini pelaksanaan ujian tidak ada kendala. Para peserta maupun petugas yang mengawasi, menerapkan protokol kesehatan yang ketat,” kata Syamsul seraya menambahkan pihaknya akan menggelar pembelajaran tatap muka bila ada intruksi dari pemerintah. (swisma)
Post Views: 251