Perluas Wawasan Riset Internasional, Tiga Program Studi Magister UMA Widyakarya ke Malaysia

Edukasi58 Dilihat

MEDAN– Program Magister Universitas Medan Area (UMA) terus memperkuat langkah mendunia dengan melakukan kolaborasi riset ke Malaysia.

Kali ini mahasiswa dari tiga program studi magister UMA melaksanakan widyakarya ke negeri jiran, Malaysia untuk memperluas wawasan dan penguatan akademik.

Ketiga program studi tersebut yakni Magister Manajemen ( MM), Magister Ilmu Administrasi Publik  ( MAP) dan Magister Ilmu Hukum Pascasarjana

Rektor UMA Prof. Dr. Dadan Ramdan M.Eng, M.Sc mengatakan, pada pelaksanaan widyakarya ini memberi kesempatan kepada mahasiswa untuk meningkatkan hasil pembelajaran dan riset dengan berkolaborasi bersama perguruan tinggi ternama di Malaysia.

“Kita juga harapkan dengan dilaksanakannya widyakarya tersebut para mahasiswa magister UMA juga bisa lebih memperluas jaringan internasional dan meningkatkan peluang karier,” sebut Prof Dafan, Sabtu (11/10/2025).

Magister Manajemen

Kegiatan widyakarya  mahasiswa program Magister Manajemen UMA dilaksanakan pada 29 September – 1 Oktober 2025 di Malaysia.

Rangkaian kegiatan ini menjadi bagian penting dari agenda akademik pascasarjana yang bertujuan memperkuat wawasan global dan keterampilan manajerial mahasiswa.

Kunjungan dilakukan ke Lembaga Kelapa Sawit Malaysia (MBOP). Dalam suasana penyambutan yang hangat, mahasiswa mengikuti presentasi dan sesi diskusi mengenai pengelolaan industri kelapa sawit di Malaysia.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya memperoleh pemahaman baru tentang praktik profesional di sektor kelapa sawit, tetapi juga dapat membandingkannya dengan pengalaman dan kondisi industri di Indonesia.

Kunjungan ini menjadi mini riset sekaligus sarana untuk memperluas pengetahuan di bidang agribisnis internasional.

Selain itu, mahasiswa juga berkesempatan berdiskusi langsung dengan para pakar, melakukan tanya jawab, serta mendalami strategi pengelolaan industri yang berkelanjutan.

Dengan kegiatan ini diharapkan mampu membuka cakrawala berpikir mahasiswa, memperkuat pemahaman global, serta meningkatkan kemampuan analisis manajerial yang relevan dengan dunia kerja maupun penelitian.

Rangkaian widyakarya kemudian dilanjutkan dengan kunjungan ke Universiti Kebangsaan Malaysia (UKM), salah satu perguruan tinggi ternama di Asia Tenggara yang dikenal dengan riset dan inovasi berkelas dunia.

Dalam kunjungan ini, mahasiswa mendapatkan wawasan mengenai pengembangan akademik, riset, serta praktik manajemen pendidikan tinggi di tingkat internasional.

Melalui kombinasi pengalaman lapangan dan diskusi akademik tersebut, kegiatan widyakarya Magister Manajemen UMA di Malaysia menjadi langkah nyata dalam mencetak lulusan yang unggul, berwawasan internasional, dan siap menghadapi tantangan global.

Magister Ilmu Administrasi Publik

Sementara itu program studi Magister Ilmu Administrasi Publik (MAP ) UMA juga sukses melaksanakan Widyakarya Internasional di Kuala Lumpur dan Selangor, Malaysia pada 28 September – 01 Oktober 2025

Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya penguatan kompetensi akademik, penelitian, serta pengayaan wawasan mahasiswa pascasarjana dalam bidang administrasi publik di tingkat global.

Rombongan terdiri dari mahasiswa aktif semester III yang didampingi para dosen, yakni Dr. Yanhar Jamaluddin, M.AP Dr. Audia Junita, S.Sos., M.Si, Dr. Syafruddin Ritonga, M.AP, Dr. Beby Masitho Batubara S.Sos., M.AP dan Beltahmamero Simamora S.IP., MAP

Rangkaian Widyakarya
Mini Riset Smart City di DBKL
Kegiatan utama berupa mini riset mengenai implementasi Smart City yang dilaksanakan di Dewan Bandaraya Kuala Lumpur (DBKL).

Dalam kesempatan ini, mahasiswa memperoleh pemaparan mengenai strategi pengembangan kota cerdas Kuala Lumpur serta tantangan tata kelola pemerintahan perkotaan modern.

Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan diskusi panel di Dewan Negeri Selangor yang membahas tata kelola pemerintahan, kebijakan perundangan, kehakiman, hingga eksekutif.

Rombongan disambut Y.B. Tuan Mohd Kamri bin Kamaruddin, Timbalan Speaker Dewan Negeri Selangor dan Ahli Dewan Negeri Kawasan Bukit Antarabangsa (N19) dan Y.B. Tuan Lau Weng San, Speaker Dewan Negeri Selangor

Mahasiswa juga berdiskusi dengan pejabat perencanaan pembangunan kota, yakni Mohd Yushanizar bin Md Yusoff, Abatan Perancangan Bandaraya, Nurulhalina binti Jalaludin, Timbalan Pengarah Kanan J14

Melalui kegiatan ini, mahasiswa mendapatkan pengalaman langsung dalam memahami praktik nyata tata kelola pemerintahan dan pembangunan perkotaan di tingkat internasional, khususnya konsep Smart City yang relevan dengan perkembangan kebijakan publik di Indonesia.

Kegiatan Widyakarya Internasional ini menjadi wujud komitmen prodi  MAP UMA dalam mencetak lulusan yang adaptif, visioner, serta memiliki wawasan global.

Selain itu, kegiatan ini juga memperkuat jejaring akademik dan praktis antara Indonesia dan Malaysia, membuka ruang kolaborasi lintas negara di bidang administrasi publik.

Magister Ilmu Hukum Pascasarjana

Di negara yang sama program studi Magister Ilmu Hukum Pascasarjana UMA juga melaksanakan widyakarya bagi mahasiswa stambuk 2024 pada  1–2 Oktober 2025 di Kuala Lumpur, Malaysia.

Kegiatan ini menjadi ruang akademik sekaligus forum dialog lintas negara yang bertujuan memperluas wawasan mahasiswa dan dosen dalam pengembangan ilmu hukum yang relevan dengan tantangan global.

Pada kesempatan tahun ini, Widyakarya difokuskan pada mini riset mengenai isu penegakan hukum tindak pidana korupsi di Indonesia dan Malaysia.

Rombongan mahasiswa bersama dosen pendamping dan fungsionaris Magister Ilmu Hukum UMA melakukan kunjungan ke Fakulti Undang-Undang Universiti Teknologi MARA (UiTM), Shah Alam, Selangor.

Kehadiran rombongan disambut hangat Timbalan Dekan (Hal Ehwal Pelajar) Prof. Madya Dr. Azhani Binti Arshad, Ketua Pusat Khidmat Undang-Undang Dr. Rozlinda Binti Abdullah, Ketua Pusat Pengajian Undang-Undang Dr. Adlan Abdul Bin Razak.

Hadir juga pada pertemuan itu Ketua Pusat Pengajian Pascasiswazah dan Profesional Dr. Nor Akmal Binti Hasmin, Ketua Pusat Pengajian (DLSA) Dr. Noraiza Binti Abdul Rahman, serta Pegawai Perhubungan Hal Ehwal Antarabangsa Dr. Muhammad Fikri Bin Othman.

Dalam sesi diskusi, mahasiswa memperoleh pemahaman mendalam mengenai regulasi tindak pidana korupsi di Malaysia, mulai dari pengaturan sanksi pidana hingga peran lembaga berwenang dalam penyelidikan dan penyidikan.

Selain itu, mahasiswa juga mendapatkan informasi terkait peluang studi lanjut program doktoral di UiTM. Kegiatan diakhiri dengan pertukaran cinderamata dan sesi foto bersama.

Rangkaian Widyakarya berlanjut dengan kunjungan ke Istana Kehakiman di Putrajaya, Malaysia.

Rombongan disambut  Dr. Kamarul (Corporate Communication, Pembantu Muzium) dan Ahmad Fairuz Bin Mohd Puzi (Corporate Communication, Deputy Registrasi).

Pada kesempatan ini, mahasiswa mengikuti diskusi mengenai perbandingan sistem penegakan hukum tindak pidana korupsi serta struktur peradilan di Malaysia.

Selain itu, rombongan juga berkesempatan mengunjungi Museum Istana Kehakiman (Justice Museum) dan Perpustakaan Mahkamah Persekutuan Malaysia yang berfungsi sebagai pusat sumber informasi hukum untuk hakim, pengacara, pegawai pengadilan, dan peneliti hukum.

Melalui kegiatan ini, Widyakarya tidak hanya memperkuat jejaring akademik antara Pascasarjana UMA dengan institusi penegakan hukum di Malaysia, tetapi juga memberikan pengalaman berharga bagi mahasiswa untuk memahami dinamika penegakan hukum korupsi secara komparatif. ( swisma)