Borong 9 Penghargaan Anugerah LLDikti Wilayah I, UMA Perkuat Posisi Kampus Unggulan

Edukasi63 Dilihat

MEDAN– Universitas Medan Area (UMA) kembali raih prestasi gemilangnya dengan perolehan 9 anugerah LLDikti Wilayah I – Sumatera Uyata 2025

Dalam Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) LLDikti Wilayah I  2026, kampus ini tampil mencolok dengan memborong sembilan penghargaan sekaligus.

Capaian ini memperkuat posisi UMA sebagai perguruan tinggi unggulan berbasis kinerja dan tata kelola di Sumatera Utara.

“Kita bersyukur UMA kembali menorehkan prestasinya dengan penghargaan anugerah LLDikti,” kata Rektor UMA Prof. Dr. Dadan Ramdan, M.Eng, M.Sc, Kamis (23/4/2026).

Menurut dia, capaian tersebut menjadi bukti nyata bahwa universitas ini terus berkembang sebagai perguruan tinggi yang unggul.

Disebutkannya, sebagai perguruan tinggi akreditasi Unggul, UMA aktif dalam publikasi ilmiah, serta berkontribusi dalam pengembangan sumber daya manusia berdaya saing global.

Capaian ini semakin mengukuhkan posisi UMA sebagai kampus yang adaptif, inovatif, dan berdampak dalam mendukung visi Indonesia Emas 2045.

Rakerwil yang digelar di Hotel Sinabung Hills pada 9–10 April itu mengusung tema “Pendidikan Tinggi Inklusif, Adaptif dan Berdampak Menuju Indonesia Emas 2045”.

Di forum inilah UMA diumumkan sebagai salah satu penerima Anugerah LLDikti Wilayah I Tahun 2025 dengan raihan prestasi lintas kategori.

UMA berhasil meraih berbagai kategori penghargaan bergengsi, yang menunjukkan komitmen institusi dalam meningkatkan mutu pendidikan, penelitian, dan tata kelola perguruan tinggi.

Dukungan juga datang dari Ketua Yayasan Pendidikan Haji Agus Salim (YPHAS), Ketua Yayasan Pendidikan Haji Agus Salim (YPHAS), M. Erwin Siregar, SE., MBA.

Ia mengapresiasi capaian tersebut dan menilai prestasi ini harus menjadi energi baru untuk terus melahirkan pencapaian berikutnya.

Adapun sembilan penghargaan yang diraih UMA meliputi kategori Penghargaan bagi Perguruan Tinggi Terakreditasi Unggul 2025.

Pada level Gold Winner, penghargaan yang diraih mencakup kategori untuk Pelaporan Kerja Sama Terbaik Bentuk Universitas; Perguruan Tinggi Paling Aktif pada Seminar “Promoting Scientific Culture” , Top Affiliations by Publications Scopus PTS di Lingkungan LLDikti Wilayah I

Kemudian Perguruan Tinggi Pendamping Karir Dosen Terbaik (Kategori Ajuan Lektor Kepala);  Perguruan Tinggi dengan Jumlah Publikasi Scopus Terbanyak Tahun 2025–2026 (Jenjang Universitas).

Pada  penghargaan Silver Winner juga berhasil anugerah diamankan untuk kategori Perguruan Tinggi dengan Jumlah Nominal Hibah Terbanyak (Ditjen Risbang); Perguruan Tinggi dengan Jumlah Judul Proposal Terbanyak Penerima Hibah Ditjen Risbang Berdasarkan Klasterisasi Perguruan Tinggi Utama  2025.

UMA juga mendapatkan
Bronze Winner untuk Perguruan Tinggi dengan Pengelolaan KIP Kuliah Terbaik 2025.

Deretan prestasi ini tak hadir secara instan. UMA dinilai konsisten membangun tata kelola kerja sama yang kuat, aktif mendorong budaya ilmiah, serta serius mendampingi karier dosen, khususnya dalam pengajuan jabatan akademik.

Produktivitas riset menjadi salah satu kekuatan utama. Hal ini tercermin dari banyaknya proposal yang lolos hibah Ditjen Risbang, sekaligus menempatkan UMA sebagai salah satu perguruan tinggi dengan pendanaan riset terbesar di kelompoknya.

Selain itu, partisipasi aktif dalam penguatan budaya akademik juga menjadi sorotan. Keterlibatan intens dalam seminar “Promoting Scientific Culture” sepanjang 2025 mengantar UMA sebagai salah satu kampus paling aktif dalam mendorong ekosistem ilmiah.

Kepala LLDikti Wilayah I, Prof. Drs. Saiful Anwar Matondang, Ph.D, dalam sambutannya turut mengapresiasi capaian tersebut.

Ia berharap penghargaan ini menjadi pemicu bagi seluruh perguruan tinggi untuk terus meningkatkan mutu pendidikan tinggi, sekaligus memperkuat sinergi antar kampus swasta di Sumatera Utara.

Ia pun mengapresiasi UMA sebagai salah satu perguruan tinggi yang konsisten menunjukkan performa unggul di berbagai kategori.

Di tengah kompetisi yang semakin ketat, UMA membuktikan konsistensi dan kerja terarah mampu berbuah prestasi. Bukan sekadar banyak, tapi juga merata di berbagai lini penting pendidikan tinggi. (swisma)