STIKes Mitra Husada Medan Maknai Hari Kartini dengan Donor Darah  dan Seminar Kesehatan

Edukasi94 Dilihat

MEDAN-Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Mitra Husada Medan gelar berbagai event dalam memperingati Hari Kartini, Selasa (21/4/2026).

Kegiatan berlangsung di aula kampus Jalan Pintu Air IV Medan Johor ini tidak hanya menjadi ajang refleksi semangat emansipasi perempuan, tetapi juga momentum mendorong mahasiswa menjadi generasi inovatif dan berdaya saing di era pembangunan berkelanjutan.

Dalam kesempatan tersebut, STIKes Mitra Husada Medan juga dilakukan penanda tanganan kerja sama antara STIKes Mitra Husada Medan dengan  BKKBN Provinsi Sumatera Utara.

Penandatangan dilakukan Ketua STIKes Mitra Husada Medan, Dr. Siti Nurmawan Sinaga, M.Kes, dengan Penata Kependudukan dan Keluarga Berencana Ahli Madya BKKBN Sumatera Utara, Dra. Rabiatun Adawiyah, MPHR.

Rangkaian kegiatan terlihat berlangsung semarak, mulai dari upacara Hari Kartini, seminar, donor darah bersama tim Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Medan yang dipimpin dr. Leila Yuli Sagala, hingga orasi, perlombaan, dan hiburan.

Kegiatan pengabdian pada masyarakat melalui donor darah dilakukan sebagai upaya mewujudkan derajat kesehatan masyarakat yang optimal dan bentuk implementasi nyata dari visi kemitraan global dan inovasi pendidikan.

Pada sesi seminar, Dra. Rabiatun Adawiyah menekankan pentingnya peran mahasiswa dalam menghadapi bonus demografi.

Ia mengingatkan  momentum tersebut merupakan peluang emas bagi Indonesia menuju visi Indonesia Emas 2045.

“Sumber daya manusia unggul menjadi kunci Indonesia maju, didukung penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi, ekonomi berkelanjutan, serta pembangunan yang inklusif,” katanya.

Ia juga menegaskan ketahanan keluarga merupakan fondasi utama dalam memperkuat ketahanan nasional.

Menurut dia, mahasiswa harus dipersiapkan menjadi individu inovatif dan kompetitif.

Disebutkannya, bonus demografi adalah peluang yang tidak datang dua kali. Dengan sinergi pemerintah, akademisi, dan masyarakat, serta berlandaskan prinsip SDGs 2030, potensi ini bisa dimaksimalkan untuk pembangunan berkelanjutan.

Selain itu, Dyanty Butarbutar, M.M membawakan materi tentang women emancipation for innovation.

Sedangkan Sri Muliana Putri Bakara, M.Keb mengangkat isu kesenjangan dan paradoks peran perempuan di Indonesia.

Dr. Siti Nurmawan Sinaga, M.Kes mengatakan, kegiatan donor  berkolaborasi dengan PMI ini merupakan manifestasi nyata dari pengabdian masyarakat yang berorientasi pada pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya dalam menjamin kehidupan sehat dan memperkuat kemitraan global.

Melalui aksi ini, STIKes Mitra Husada Medan menegaskan posisinya dalam kancah global. Kontribusi kecil di tingkat lokal memberikan Global Impact dalam memperkuat sistem kesehatan yang tangguh (resilient health system)

Menurut dia, Inovasi pendidikan yang diterapkan memastikan bahwa lulusan tidak hanya cerdas secara kognitif, tetapi memiliki kepedulian universal yang diakui dunia internasional.

“Satu kantong darah yang Anda berikan adalah harapan baru bagi dunia. Melalui sinergi ini, kita sedang menenun masa depan yang lebih sehat dan berkelanjutan,” ungkapnya.

Didampingi Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Salju, Siti menegaskan mahasiswa unggul tidak hanya diukur dari capaian akademik semata.

“Mahasiswa unggul bukan hanya soal indeks prestasi, tetapi juga unggul dalam budaya,” ujarnya.

Ia menjelaskan  kampus menerapkan budaya PACER, yakni Professional, Accountable, Collaborative, Empathy & Compassion, dan Reliable, sebagai dasar membentuk lulusan yang berdampak bagi masyarakat.

“Mahasiswa tidak boleh diam. Harus berpikir dan bergerak agar Indonesia tidak tertinggal,” tambahnya.

Dalam momentum Hari Kartini, ia juga menyampaikan apresiasi terhadap peran perempuan dalam dunia pendidikan.

“Tanpa Kartini, mungkin kami tidak bisa berdiri di sini. Semangatnya harus terus hidup, apalagi di era industri 5.0 yang membawa perubahan besar bagi mahasiswa,” pungkasnya. (sn)