Seratusan PTS Sumut Raih Dana Riset Kemendiktisaintek 2026

Edukasi764 Dilihat

BERASTAGI -Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah I, Prof. Dr. Saiful Anwar Matondang, Ph.D mengatakan, Kemdiktisaintek  telah mengumuman penerima pendanaan program penelitian dan pengabdian masyarakat (hibah) 2026.

“Kita berharap ada penambahan signifikan dana hibah riset 2026 bagi Perguruan tinggi Swasta ( PTS) di lingkungan Wilayah 1 Sumut,” kata Prof Saiful di sela penutupan Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) 2026 di Berastagi, Jumat (10/4/2026).

Prof Saiful mengaku belum mengetahui secara rinci berapa dana hibah riset  tersebut. Namun jumlahnya mengalami peningkatan.

” Sudah diumuman pada Kamis, 9 April 2026 malam tapi angkanya belum keluar hanya pemenangnya aja untuk LLDikti  Wilayah sekian ratus orang di gelombang 1,” ungkapnya.

Untuk itu timnya akan melakukan pendataan lebih lengkap dan menyampaikan pengumuman ini kepada PTS di Sumut sebagai penerima dana hibah Kemdiktisaintek 2026.

Seperti diketahui dana hihab pada tahun ini mencapai R 1,7 triliun bagi seluruh perguruan tinggi di Indonesia antara lain mencakup program penelitian, pengabdian kepada Masyarakat, hilirisasi riset prioritas, riset konsorsium unggulan berdampak, inovasi seni nusantara  dan mahasiswa  berdampak.

Menurut dia, tujuan pemberian dana hibah Kemdiktisaintek itu untuk
mendorong riset dan pengabdian masyarakat kepada pada dosen di 188 PTS Sumut.

Disebutkan Prof Saiful, total dana hibah penelitian LLDikti Wilayah I terus mengalami peningkatan pada periode 2025 mencapai Rp 48 miliar dari Rp36 miliar.

Prof Saiful berharap kepada dosen PTS penerima dana hibah riset untuk terus melakukan dan memperkuat risetnya yang lebih berkualitas.

Namun bagi dosen yang belum berhasil meraih dana hibah Kemdiktisaintek hendaknya lebih berpacu dan termotivasi.

“Karena itu pada rakerwil 2026 ini kita undang yayasan untuk memotivasi para dosennya  membuat proposal hibah dengan memberikan insentif, sehingga lebih semangat lagi,” kata Prof Saiful.

Disebutkannya, yayasan itu berperan untuk menyiapkan anggaran penelitian riset bagi dosennya

Pemberian intensif itu, kata Prof Saiful telah diterapkan beberapa PTS kepada dosennya meskipun belum berhasil memenangkan dana hibah Kemdiktisaintek tersebut.

Rakerwil yang digelar LLDikti Wilayah I  di Hotel Sinabung Hills, Berastagi berlangsung Kamis dan Jumat (9-10/4/2026) dibuka Kepala LLDikti Wilayah I, Prof Drs Saiful Anwar Matondang Ph.D itu diikuti  sekira 85 persen dari 188 PTS dI Sumut

Mengusung tema “Pendidikan Tinggi Inklusif, Adaptif, dan Berdampak Menuju Indonesia Emas 2045”, raker dihadir secara daring Direktur Sumber Daya Ditjen Dikti Prof Dr Ir Sri Suning Kusumawardani ST MT sekaligus menyampaikan materi di acara ini  yang dimoderatori Dr Siti Nurmawan Sinaga M.Kes (Ketua STIKes Mitra Husada Medan).

Raker juga  dengan diskusi dan penyampaian materi oleh beberapa pembicara, yakni Rektor UMA Prof Dr Dadan Ramdan M.Eng, Wakil Rektor III Dr Rudianto MSi  dan dosen Advisor SEVIMA, Prof. Imas Maesaroh, M.Lib  Ph.D,

Prof Saiful pada pembukaan  memaparkan capaian signifikan LLDikti Wilayah I selama masa kepemimpinannya.

Ia menyebut jumlah perguruan tinggi dengan Akreditasi Institusi Perguruan Tinggi (AIPT) Unggul di Sumut meningkat tajam.

“Pada November 2023, hanya satu kampus dengan AIPT Unggul, yaitu UMSU. Sekarang sudah bertambah menjadi 12, terakhir Universitas Methodist Indonesia,” ungkapnya.

Ia bahkan menyebut Sumatera Utara kini melampaui daerah lain seperti Yogyakarta dan Bali dalam jumlah kampus berakreditasi unggul.

“Yogyakarta ada 9, dan Bali 11. Sementara kita di Sumut lebih banyak AIPT Unggul, sudah ada 12,” ujarnya.

Namun ke depan, syarat untuk meraih AIPT Unggul akan diperketat, yakni minimal 30 persen program studi di kampus tersebut harus terakreditasi unggul.

Kunci prodi unggul ada di dosen. Saiful menekankan bahwa kualitas dosen menjadi faktor utama dalam peningkatan akreditasi program studi, khususnya melalui jabatan akademik lektor kepala.

Selama tiga tahun terakhir, kata dia, jumlah lektor kepala di wilayah LLDikti I telah menembus lebih dari 1.000 orang.

“Prodi tidak akan bisa unggul tanpa minimal dua lektor kepala. Kuncinya ada di riset dan proposal penelitian,” tegasnya. ( swisma)