Pimpin Rapat Sikapi Banjir Medan, Bobby Nasution : Utamakan Keselamatan Warga, Lakukan Evakuasi, Siapkan Posko, Makanan & Obat

News283 Dilihat
GLOBALMEDAN.COM, MEDAN – Pasca meninjau banjir di sejumlah wilayah di Kota Medan hingga pukul 03.00 WIB, Wali Kota Medan Bobby Nasution langsung memimpin rapat dengan sejumlah pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait di Balai Kota Medan, Senin (28/2) siang. Rapat ini digelar untuk menyikapi persoalan banjir yang terjadi akibat meluapnya sejumlah sungai menyusul tingginya intensitas hujan yang terjadi selama sekitar 9 jam mulai siang hingga malam, Minggu (27/2).

Mengawali rapat, Bobby Nasution didampingi Asisten Umum (Asmum) Setda Kota Medan Renward Parapat dan Asisten Ekonomi dan Pembangunan (Ekbang) Khairul Syahnan, Bobby Nasution menyampaikan rasa kecewanya. Selain beberapa Kepala Unit Pelayanan Teknis (UPT) Dinas Pekerjaan Umum (PU) tidak turun, orang nomor satu di Pemko Medan saat melakukan peninjauan tidak melihat ada peralatan milik Dinas PU, termasuk alat berat diturunkan untuk mengatasi banjir.

Yang membuat Bobby Nasution kecewa lagi, Kepala UPT yang tidak hadir tersebut berdalih karena hujan. “Saya minta Badan Kepegawaian Daerah dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKD & PSDM) untuk menyikapi ini, masak hanya gara-gara hujan tidak datang. Padahal di wilayahnya terjadi banjir,” kata Bobby Nasution kecewa.

Selanjutnya menyikapi terjadinya banjir mengingat intensitas hujan tinggi, Bobby Nasution minta kepada Dinas PU dan Kecamatan berkolaborasi untuk masif membersihkan drainase. Selain luapan sungai, suami Ketua TP PKK Kota Medan Kahiyang Ayu juga melihat kondisi drainase  tidak mampu menampung debit air hujan sehingga harus dinormalisasi.

“Saya minta UPT menurunkan personelnya untuk membersihkan drainase bekerjasama dengan personel P3SU Kecamatan. Sebab,  masing-masing UPT memiliki 100 orang petugas untuk membersihkan drainase. Segera lakukan pembersihan drainase guna mengurangi terjadinya banjir maupun genangan air,” ungkapnya.

Selain pembersihan drainase, Bobby Nasution juga minta Kadis PU Kota Medan Topan OP Ginting yang hadir dalam rapat segera mengidentifikasi permasalahan  banjir sekaligus solusi mengatasinya. “Saya minta teman-teman Dinas PU turunlah ke lapangan saat terjadi banjir. Jangan takut sakit, minta obat sama Dinas Kesehatan dan kita punya RSUD Dr Pirngadi. Yang tidak mau turun, buang saja. Tidak peduli dia itu orang titipan!” tegasnya.

Kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Bobby Nasution minta segera melakukan evakuasi bagi warga yang bermukim di pinggiran sungai dan wilayah tempat tinggalnya masih banjir. Sebab,  hujan kemungkinan akan terus terjadi sehingga dikhawatirkan air sungai akan kembali naik. “Lakukan evakuasi, utamakan keselamatan warga, saya tidak mau ada korban jiwa!” serunya seraya meminta Satpol PP untuk membantu proses evakuasi.

Tidak hanya evakuasi, Bobby Nasution juga minta disiapkan tempat dan posko untuk menampung warga yang dievakuasi dilengkapi makanan, minuman, obat-obatan  serta selimut. Kemudian kecamatan yang wilayahnya terkena banjir, Bobby Nasution juga minta untuk membuatkan posko dan memastikan ketersediaan makanan dan obat-obatan sehingga warga yang terdampak banjir benar-benar merasa dilayani. “Saya minta setiap satu jam dilaporkan kondisi banjir dan penanganan yang dilakukan,”ujarnya.

Selanjutnya kepada Dinas Perhubungan, Bobby Nasution minta untuk menutup jalan-jalan yang sampai saat ini masih tinggi genangan airnya bekerjasama dengan Satlantas Polrestabes Medan. Dikatakannya, penutupan jalan dilakukan untuk mencegah kendaraan bermotor mogok dan terjebak dalam banjir. “Saat saya melakukan peninjauan jalan, banyak masyarakat yang tidak tahu sehingga terjebak banjir dan kendaraan mereka mogok. Kita kan prihatin, makanya jalan yang masih genangan airnya masih tinggi harus ditutup sementara,” paparnya.

Dalam rapat tersebut, Dinas PU melaporkan  sebanyak 12 kecamatan terdampak banjir. Dari jumlah tersebut, ada 6 kecamatan yang sejumlah wilayahnya hingga kini masih digenangi air. Ada pun keenam kecamatan itu yakni Medan Barat, Medan Selayang, Medan Labuhan, Medan Deli, Medan Baru dan Medan Sunggal.

BACA JUGA :  MEDAN- Ketua DPRD Kota Medan, Hasyim SE mengharapkan Kota Medan benar- benar menjadi kota yang berkah yang bisa dirasakan oleh seluruh warga Kota Medan. Hal itu diungkapkan Hasyim SE usai mengikuti upacara HUT Kota Medan ke- 432 di Stadion Mini Universitas Sumatera Utara (USU), Jumat (1/7/2022). "Kita apresiasi beberapa aspirasi warga sudah ditindaklanjuti oleh Pemko Medan. Ini berkaitan dengan 5 program prioritas yang merupakan harapan bagi warga Kota Medan," ungkap Hasyim SE. Seperti di bidang kesehatan. Hasyim SE menilai, pelayanan kesehatan gratis di Puskesmas sudah semakin bagus. Selain itu, ada penambahan kuota yang cukup besar untuk program BPJS Kesehatan Penerima Bantuan Iuran (PBI) di 2022. Sedangkan di 2023, Pemko Medan memiliki program Universal Health Coverage (UHC). "Dengan Program UHC itu, warga Kota Medan sudah bisa berobat di seluruh rumah sakit di Kota Medan yang bekerjasama dengan provider BPJS Kesehatan secara gratis, dengan membawa KTP. Ini berlaku untuk semua warga Kota Medan tanpa terkecuali. Selama ini kan, berobat gratisnya di Puskesmas," papar Hasyim SE. Selain itu, Hasyim SE menambahkan pemberdayaan UMKM di Kota Medan juga sudah semakin baik yang dibuktikan dengan dimasukkannya produk UMKM ke dalam e-katalog. Menurut Hasyim SE, tentunya ini merupakan wujud komitmen Pemko Medan dalam pemberdayaan UMKM di Kota Medan. "Artinya, seluruh OPD sudah bisa berbelanja produk UMKM Kota Medan melalui e-katalog," paparnya. Disinggung tentang penanganan banjir, Hasyim SE mmengharapkan Pemko Medan bisa menuntaskan masalah itu. Walau pun selama ini, penanganan genangan air di Kota Medan dinilai sudah lebih baik dari sebelumnya. "Begitu juga dengan penanganan banjir rob yang sudah dianggarkan dan di tahun 2022 ini sudah bisa digunakan anggarannya. Saya harap ini bisa didukung oleh seluruh stakeholders di Kota Medan, karena ini menjadi aspirasi warga Medan Utara" ujarnya. Terkait dengan infrastruktur jalan yang terlihat semakin banyak perbaikan, Hasyim SE mengharapkan agar kwalitas infrastruktur jalannya juga baik. Jangan, ketika baru diaspal saja yang terlihat mulus, namun tidak diikuti dengan kwalitas yang baik. Begitu juga dengan revitalisasi cagar budaya, seperti Lapangan Merdeka, Medan. Hasyim SE menilai hal itu sebagai langkah yang baik untuk menambah ruang terbuka hijau di Kota Medan. "Saya berharap, di usia Kota Medan yang cukup matang ini, ke- 432, Kota Medan benar- benar bisa menjadi kota yang nyaman, tentram, kondusif, angka kemiskinan bisa diturunkan dan tentunya menjadi kota yang berkah," pungkas Hasyim SE.

Di Medan Barat, ada 24 titik yang masih digenangi air dan warga yang terdampak banjir sebanyak 1.290 jiwa. Genangan air yang masih tinggi terjadi di Glugur Kota dan Jalan Kol L Yos Sudarso. Di Medan Selayang, air Sungai Babura dan Sungai Selayang mulai sejak pagi naik sehingga Jalan Dr Mansyur digenangi air.

Lalu, Medan Labuhan, sejumlah wilayah di 3 kelurahan masih banjir akibat meluapnya Sungai Deli menyusul tingginya intensitas hujan. Bahkan, Jalan Yos Sudarso sepanjang 3 Km masih digenangi air. Sekitar 2.586 jiwa warga terdampak dari banjir tersebut. Di Medan Deli, 1.000 jiwa warga terdampak banjir yang berasal dari pintu air akibat meluapnya Sungai Deli. Untuk Medan Johor, genangan air masih terjadi di Kwala Bekala yang berdampak dengan 600 jiwa warga. Di Medan Sunggal, beberapa tempat juga masih digenangi air.(rizky)