Perkuat Penggunaan Teknologi, Salah Satu Strategi Bobby Nasution Jadikan UMKM Go Nasional

News183 Dilihat
Peningkatan UMKM merupakan salah satu program prioritas Wali Kota Medan Bobby Nasution. Sampai saat ini berbagai upaya terus dilakukan Pemko Medan agar pelaku UMKM dapat naik kelas dan Go Nasional. Salah satu upaya yang dilakukan adalah memperkuat integrasi antara UMKM dengan teknologi, seperti mendorong pelaku UMKM menggunakan digitalisasi baik itu dalam pemasaran, bertransaksi maupun laporan keuangan.

Selain itu pemanfaatan teknologi digital tentunya juga dapat membantu para pelaku UMKM dalam memasarkan produk-produknya. Artinya penguatan integrasi UMKM terhadap teknologi sebagai salah satu strategi Pemko Medan dalam membangkitkan UMKM dan Go Nasional.

“Strategi kita agar UMKM Go Nasional adalah memperkuat penggunaan Teknologi terhadap para pelaku UMKM. Sebab saat ini segala pertumbuhan dan pengembangan ekonomi skala mikro maupun skala besar harus terintegrasi dengan teknologi digital. Oleh karenanya saat ini kita telah bina dan dorong pelaku UMKM agar lebih memahami teknologi digital untuk membangkitkan dan mengembangkan usaha mereka,” Kata Bobby Nasution baru – baru ini.

Menurut Bobby Nasution dengan mendorong pelaku UMKM menggunakan digitalisasi keuangan dalam bertransaksi maupun laporan keuangan juga dapat membantu para pelaku UMKM dalam mengatur manajemen keuangan dengan baik.

“Agar dapat mensinergikan langkah dan memaksimalkan pencapaian target pembinaan terhadap pelaku UMKM, Pemko Medan dan stakeholder juga telah membentuk Tim,” Sebut Bobby Nasution.

Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kota Medan Benny Iskandar Nasution, mengungkapkan pihaknya saat ini telah melakukan Pembinaan dan pengembangan UMKM di kota Medan agar naik kelas dan Go Nasional sesuai dengan program prioritas Wali Kota Medan. Salah satunya adalah mengintegrasikan antara UMKM dengan teknologi digital.

“Kita sudah berkolaborasi dengan e-commerce melakukan pembinaan terhadap pelaku UMKM. Saat ini sebanyak 246 UMKM binaan telah membuka toko di salah satu e-commerce,” kata Kadis Koperasi dan UKM Kota Medan.

Benny Iskandar menambahkan, dalam memanfaatkan teknologi digital tersebut, pelaku UMKM sangat antusias sebab dalam waktu 6 bulan sudah 2.000 produk UMKM binaan yang terjual dan lebih 200 ribu pembeli yang sudah melihat produk UMKM. “Dengan kita bina dan bantu penjualan memanfaatkan teknologi digital antusias pelaku UMKM sangat bagus. Dari produk-produk yang ada sudah lebih dari 1 Milyar transaksi UMKM binaan Dinas Koperasi dan UKM Kota Medan di salah satu e-commerce,” Jelas Benny.

Dijelaskan Benny, upaya lainnya dalam membangkitkan UMKM dan Gon Nasional, pihaknya telah membuat aplikasi yang didalamnya memuat seluruh produk UMKM binaan. “Kita sudah buat aplikasi dengan direktori yang memuat seluruh produk UMKM yang dapat dilihat semua masyarakat baik lokal maupun nasional. Saat ini tengah dilakukan pengembangan aplikasi tersebut agar direktori yang ditampilkan benar – benar permintaan pasar,” Papar Benny.

Benny juga menjelaskan, di samping memberikan pendampingan dan pelatihan dalam memasarkan produk UMKM, pihaknya juga melakukan pembinaan dalam bertransaksi digital dan laporan keuangan dengan memanfaatkan teknologi digital. Artinya para pelaku UMKM nantinya dapat memisahkan uang pribadi dan uang usahanya, selain itu transaksi digital juga dapat mempermudah pelaku UMKM melihat perkembangan usahanya dari jumlah transaksi.

BACA JUGA :  MEDAN- Ketua DPRD Kota Medan, Hasyim SE mengharapkan Kota Medan benar- benar menjadi kota yang berkah yang bisa dirasakan oleh seluruh warga Kota Medan. Hal itu diungkapkan Hasyim SE usai mengikuti upacara HUT Kota Medan ke- 432 di Stadion Mini Universitas Sumatera Utara (USU), Jumat (1/7/2022). "Kita apresiasi beberapa aspirasi warga sudah ditindaklanjuti oleh Pemko Medan. Ini berkaitan dengan 5 program prioritas yang merupakan harapan bagi warga Kota Medan," ungkap Hasyim SE. Seperti di bidang kesehatan. Hasyim SE menilai, pelayanan kesehatan gratis di Puskesmas sudah semakin bagus. Selain itu, ada penambahan kuota yang cukup besar untuk program BPJS Kesehatan Penerima Bantuan Iuran (PBI) di 2022. Sedangkan di 2023, Pemko Medan memiliki program Universal Health Coverage (UHC). "Dengan Program UHC itu, warga Kota Medan sudah bisa berobat di seluruh rumah sakit di Kota Medan yang bekerjasama dengan provider BPJS Kesehatan secara gratis, dengan membawa KTP. Ini berlaku untuk semua warga Kota Medan tanpa terkecuali. Selama ini kan, berobat gratisnya di Puskesmas," papar Hasyim SE. Selain itu, Hasyim SE menambahkan pemberdayaan UMKM di Kota Medan juga sudah semakin baik yang dibuktikan dengan dimasukkannya produk UMKM ke dalam e-katalog. Menurut Hasyim SE, tentunya ini merupakan wujud komitmen Pemko Medan dalam pemberdayaan UMKM di Kota Medan. "Artinya, seluruh OPD sudah bisa berbelanja produk UMKM Kota Medan melalui e-katalog," paparnya. Disinggung tentang penanganan banjir, Hasyim SE mmengharapkan Pemko Medan bisa menuntaskan masalah itu. Walau pun selama ini, penanganan genangan air di Kota Medan dinilai sudah lebih baik dari sebelumnya. "Begitu juga dengan penanganan banjir rob yang sudah dianggarkan dan di tahun 2022 ini sudah bisa digunakan anggarannya. Saya harap ini bisa didukung oleh seluruh stakeholders di Kota Medan, karena ini menjadi aspirasi warga Medan Utara" ujarnya. Terkait dengan infrastruktur jalan yang terlihat semakin banyak perbaikan, Hasyim SE mengharapkan agar kwalitas infrastruktur jalannya juga baik. Jangan, ketika baru diaspal saja yang terlihat mulus, namun tidak diikuti dengan kwalitas yang baik. Begitu juga dengan revitalisasi cagar budaya, seperti Lapangan Merdeka, Medan. Hasyim SE menilai hal itu sebagai langkah yang baik untuk menambah ruang terbuka hijau di Kota Medan. "Saya berharap, di usia Kota Medan yang cukup matang ini, ke- 432, Kota Medan benar- benar bisa menjadi kota yang nyaman, tentram, kondusif, angka kemiskinan bisa diturunkan dan tentunya menjadi kota yang berkah," pungkas Hasyim SE.

Terakhir Benny mengungkapkan bahwa fokus Dinas Koperasi dan UKM kedepannya adalah mewujudkan misi Bobby Nasution yakni Satu Kelurahan Satu Sentra Wirausaha (Sakasanwira). Di samping melakukan pendataan UMKM secara digital dan memetakan potensi ekonomi di setiap kelurahan, nantinya Dinas Koperasi dan UKM akan menyiapkan website untuk satu kelurahan yang memunculkan produk unggulan dari Kelurahan.

“Ada 10 Kecamatan yang nantinya akan ada percontohan Program Sakasanwira. Nantinya kita akan berikan pendampingan dan pembinaan terhadap pelaku UMKM, mulai dari menghadirkan konten kreator untuk memberikan informasi baik itu pemasaran melalui digital maupun pengemasan yang menarik pasar. Nantinya seluruh pelaku UMKM ini juga akan kita perkuat dengan memanfaatkan teknologi untuk membangkitkan UMKM di Kota Medan,” Sebutnya.(rizky)