Pemprovsu Siapkan Rp 70 M Kembangkan Wisata Tangkahan dan Bukit Lawang

News989 Dilihat

24JAMNews, LANGKAT – Pemprov Sumatera Utara menyiapkan anggaran sekitar Rp 70 miliar untuk membangun infrastruktur mendukung pariwisata Tangkahan dan Bukit Lawang, Kabupaten Langkat tahun 2022.

Hal itu terungkap dalam rapat Konsep Pengembangan Ekowisata Tangkahan-Bukit Lawang, di Jungle Inn Bukit Lawang, Kecamatan Bahorok, Langkat, Kamis (18/11/2021), yang dipimpin Wakil Gubernur Sumut, Musa Rajekshah, bersama Bupati Langkat, Terbit Rencana Peranginangin.

Adapun infrastruktur yang dibangun meliputi peningkatan struktur jalan provinsi ruas jalan simpang 3 Namu Unggas-Tangkahan 2 km senilai Rp 10 miliar, peningkatan ruas jalan Tanjung Pura- Tanjung Selamat Rp 10 miliar, dan pembangunan jalan tembus Timbang Lawan-Tangkahan Rp 15 miliar.

Kemudian peningkatan ruas jalan Kuala-Sp Marike sepanjang dua kilometer senilai Rp 11 miliar dan pemeliharaan berkala jalan provinsi Rp 6 miliar. Selanjutnya pembangunan jembatan Rp 15,3 miliar untuk Bandar Pulau ruas simpang tiga Namu Unggas-Tangkahan.

Selain itu, juga dianggarkan untuk pemasangan LPJU Solar Cell pada ruas jalan Tanjung Selamat- Namu Unggas senilai Rp 721 juta, serta pemasangan marka jalan pada ruas yang sama yakni senilai Rp 370,8 juta.

Tak hanya itu, juga dianggarkan Rp 721 juta untuk pemasangan LPJU Solar Cell pada ruas jalan Sp Marike-Timbang Lawan Kecamatan Bahorok, dan Rp 370,8 juta untuk pemasangan marka jalan di ruas Sp Marike-Timbang Lawan.

Kemudian untuk penyediaan penerangan umum tenaga surya (PUTS) di objek wisata Rp 723,6 juta dan pemasangan delinator pada Tanjung Selamat-Namu Unggas-Tangkahan Rp 50 juta. Dianggarkan juga untuk pengembangan wisata Bukit Lawang dan Tangkahan senilai Rp 3,8 miliar.

Dari hasil tinjauan saat mengelilingi Bukit Lawang pada Kamis pagi, kata Ijeck, sapaan akrab Musa Rajekshah, masih banyak yang perlu diperbaiki dari Bukit Lawang. Salah satunya penataan bendungan, irigasi, sampah hingga pada pulau-pulau sungai di sekitar Bukit Lawang.

“Pulau-pulau sungai itu ada dibuat untuk makan-makan warga. Kalau kita mau mengembangkan ini mohon maaf ini harus kita tertibkan. Karena kalau sudah makan-makan maka menimbulkan sampah ke sungai,” ujarnya.

Belum lagi ada penginapan yang berdiri di dekat bendungan. Kemudian lapak pedagang penjual oleh-oleh yang tak tertata dengan baik dan lain sebagainya.
“Jadi ini bukan hanya tugas dari pemerintah. Melainkan saya juga berharap ada kesadaran dari masyarakat sekitar untuk peduli dengan objek wisata ini. Kalau nantinya ini maju maka peningkatan ekonomi masyarakat juga bertambah,” sebut Ijeck.

BACA JUGA :  MEDAN- Ketua DPRD Kota Medan, Hasyim SE mengharapkan Kota Medan benar- benar menjadi kota yang berkah yang bisa dirasakan oleh seluruh warga Kota Medan. Hal itu diungkapkan Hasyim SE usai mengikuti upacara HUT Kota Medan ke- 432 di Stadion Mini Universitas Sumatera Utara (USU), Jumat (1/7/2022). "Kita apresiasi beberapa aspirasi warga sudah ditindaklanjuti oleh Pemko Medan. Ini berkaitan dengan 5 program prioritas yang merupakan harapan bagi warga Kota Medan," ungkap Hasyim SE. Seperti di bidang kesehatan. Hasyim SE menilai, pelayanan kesehatan gratis di Puskesmas sudah semakin bagus. Selain itu, ada penambahan kuota yang cukup besar untuk program BPJS Kesehatan Penerima Bantuan Iuran (PBI) di 2022. Sedangkan di 2023, Pemko Medan memiliki program Universal Health Coverage (UHC). "Dengan Program UHC itu, warga Kota Medan sudah bisa berobat di seluruh rumah sakit di Kota Medan yang bekerjasama dengan provider BPJS Kesehatan secara gratis, dengan membawa KTP. Ini berlaku untuk semua warga Kota Medan tanpa terkecuali. Selama ini kan, berobat gratisnya di Puskesmas," papar Hasyim SE. Selain itu, Hasyim SE menambahkan pemberdayaan UMKM di Kota Medan juga sudah semakin baik yang dibuktikan dengan dimasukkannya produk UMKM ke dalam e-katalog. Menurut Hasyim SE, tentunya ini merupakan wujud komitmen Pemko Medan dalam pemberdayaan UMKM di Kota Medan. "Artinya, seluruh OPD sudah bisa berbelanja produk UMKM Kota Medan melalui e-katalog," paparnya. Disinggung tentang penanganan banjir, Hasyim SE mmengharapkan Pemko Medan bisa menuntaskan masalah itu. Walau pun selama ini, penanganan genangan air di Kota Medan dinilai sudah lebih baik dari sebelumnya. "Begitu juga dengan penanganan banjir rob yang sudah dianggarkan dan di tahun 2022 ini sudah bisa digunakan anggarannya. Saya harap ini bisa didukung oleh seluruh stakeholders di Kota Medan, karena ini menjadi aspirasi warga Medan Utara" ujarnya. Terkait dengan infrastruktur jalan yang terlihat semakin banyak perbaikan, Hasyim SE mengharapkan agar kwalitas infrastruktur jalannya juga baik. Jangan, ketika baru diaspal saja yang terlihat mulus, namun tidak diikuti dengan kwalitas yang baik. Begitu juga dengan revitalisasi cagar budaya, seperti Lapangan Merdeka, Medan. Hasyim SE menilai hal itu sebagai langkah yang baik untuk menambah ruang terbuka hijau di Kota Medan. "Saya berharap, di usia Kota Medan yang cukup matang ini, ke- 432, Kota Medan benar- benar bisa menjadi kota yang nyaman, tentram, kondusif, angka kemiskinan bisa diturunkan dan tentunya menjadi kota yang berkah," pungkas Hasyim SE.

Bupati Langkat, Terbit Rencana Peranginangin, mengatakan pihaknya sudah menganggarkan dana untuk mendukung perbaikan di 2 objek wisata tersebut. Ia berterima kasih atas kepedulian Pemprov Sumut untuk mengembangkan wisata di Langkat.

“Saat ini anggarannya masih direncanakan dan belum ketuk di dewan. Jadi tergantung dari DPRD Langkat untuk menyetujui dana yang sudah kita anggarkan,” sebut Terbit Rencana.
Hadir dalam rapat di antaranya Wakil Ketua DPRD Sumut, Harun Mustafa Nasution, Anggota DPRD Sumut Edy Suratman, Dody Taher, Zainuddin Purba, Wakil Ketua II Dewan Riset dan Inovasi Daerah, Tohar Suhartono, serta sejumlah pimpinan OPD Pemprov Sumut dan Pemkab Langkat, pelaku usaha dan masyarakat. (red)