Hindari Rawan Pangan dan Cegah Stunting, Bobby Nasution Beri makanan tambahan untuk Ibu Hamil dan Ibu Menyusui

News220 Dilihat

GLOBALMEDAN.COM, MEDAN – Sebanyak 30 orang baik ibu hamil maupun ibu menyusui warga Kelurahan Namo Gajah, Kecamatan Medan Tuntungan, mendapatkan makanan tambahan dari Pemko Medan. Pemberian makanan tambahan (PMT) ini merupakan salah satu upaya yang dilakukan Pemko Medan dalam menghindari rawan pangan dan pencegahan Stunting di Kota Medan.

Pemberian makanan tambahan ini diserahkan Wali Kota Medan Bobby Nasution diwakili Kadis Ketahanan Pangan (Ketapang) Emilia Lubis kepada ibu hamil dan ibu menyusui di Puskesmas Tuntungan, Jumat (3/6). Dengan makanan tambahan ini diharapkan tidak terjadi rawan pangan dan dapat mencukupi gizi ibu hamil dan ibu menyusui sehingga akan berdampak baik bagi tumbuh kembangnya anak dan terhindar dari Stunting.

Dijelaskan Kadis Ketapang, saat ini Pak Bobby Nasution tengah fokus dalam permasalahan Stunting. Oleh karenanya sebagai salah satu bentuk penanganan Stunting di Kota Medan Dinas Ketapang memberikan makanan tambahan untuk ibu hamil dan ibu menyusui.

“PMT kepada Ibu hamil dan Ibu menyusui ini bertujuan untuk menghindari rawan pangan, jika tidak terjadi rawan pangan otomatis program pencegahan Stunting juga dapat teratasi. Sebab kita ketahui Stunting terjadi satu hari kehidupan di dalam kandungan sampai 1.000 hari atau 2 tahun umur anak,” Jelas Kadis Ketapang.

Didampingi Camat Medan Tuntungan Harry Tarigan, Lurah Namo Gajah Gunawan Perangin-angin, Emilia Lubis mengungkapkan bahwa bantuan yang diberikan kepada masing-masing warga berupa kacang hijau 15 kg, gula merah 7 kg, gula pasir 7 Kg dan susu bubuk sebanyak 9 kotak. Bantuan ini untuk kebutuhan 2 bulan satu minggu. Kedepannya kita akan menganggarkan dana untuk PMT, agar dapat terus disalurkan makanan tambahan untuk ibu hamil dan menyusui.

“Setelah bantuan yang diberikan habis kita harapkan ibu hamil dan ibu menyusui dapat melanjutkan program makanan tambahan ini agar anak baik yg didalam kandungan dan yang telah lahir tumbuh menjadi anak yang sehat dan terbebas dari stunting,” Jelasnya.

Sementara Camat Medan Tuntungan Harry Tarigan mengungkapkan pihaknya terus mencegah dan  menekan angka stunting di Kecamatan Medan Tuntungan. Hal ini sesuai arahan bapak Wali Kota Medan yang saat ini fokus terhadap penanganan stunting. “Dalam PMT ini kita berkolaborasi baik itu Dinas Ketapang dan Puskesmas Tuntungan. Diharapkan PMT ini dapat memperkuat ketahanan pangan dan upaya kita dalam mencegah Stunting,” Jelas Harry Tarigan.

BACA JUGA :  MEDAN- Ketua DPRD Kota Medan, Hasyim SE mengharapkan Kota Medan benar- benar menjadi kota yang berkah yang bisa dirasakan oleh seluruh warga Kota Medan. Hal itu diungkapkan Hasyim SE usai mengikuti upacara HUT Kota Medan ke- 432 di Stadion Mini Universitas Sumatera Utara (USU), Jumat (1/7/2022). "Kita apresiasi beberapa aspirasi warga sudah ditindaklanjuti oleh Pemko Medan. Ini berkaitan dengan 5 program prioritas yang merupakan harapan bagi warga Kota Medan," ungkap Hasyim SE. Seperti di bidang kesehatan. Hasyim SE menilai, pelayanan kesehatan gratis di Puskesmas sudah semakin bagus. Selain itu, ada penambahan kuota yang cukup besar untuk program BPJS Kesehatan Penerima Bantuan Iuran (PBI) di 2022. Sedangkan di 2023, Pemko Medan memiliki program Universal Health Coverage (UHC). "Dengan Program UHC itu, warga Kota Medan sudah bisa berobat di seluruh rumah sakit di Kota Medan yang bekerjasama dengan provider BPJS Kesehatan secara gratis, dengan membawa KTP. Ini berlaku untuk semua warga Kota Medan tanpa terkecuali. Selama ini kan, berobat gratisnya di Puskesmas," papar Hasyim SE. Selain itu, Hasyim SE menambahkan pemberdayaan UMKM di Kota Medan juga sudah semakin baik yang dibuktikan dengan dimasukkannya produk UMKM ke dalam e-katalog. Menurut Hasyim SE, tentunya ini merupakan wujud komitmen Pemko Medan dalam pemberdayaan UMKM di Kota Medan. "Artinya, seluruh OPD sudah bisa berbelanja produk UMKM Kota Medan melalui e-katalog," paparnya. Disinggung tentang penanganan banjir, Hasyim SE mmengharapkan Pemko Medan bisa menuntaskan masalah itu. Walau pun selama ini, penanganan genangan air di Kota Medan dinilai sudah lebih baik dari sebelumnya. "Begitu juga dengan penanganan banjir rob yang sudah dianggarkan dan di tahun 2022 ini sudah bisa digunakan anggarannya. Saya harap ini bisa didukung oleh seluruh stakeholders di Kota Medan, karena ini menjadi aspirasi warga Medan Utara" ujarnya. Terkait dengan infrastruktur jalan yang terlihat semakin banyak perbaikan, Hasyim SE mengharapkan agar kwalitas infrastruktur jalannya juga baik. Jangan, ketika baru diaspal saja yang terlihat mulus, namun tidak diikuti dengan kwalitas yang baik. Begitu juga dengan revitalisasi cagar budaya, seperti Lapangan Merdeka, Medan. Hasyim SE menilai hal itu sebagai langkah yang baik untuk menambah ruang terbuka hijau di Kota Medan. "Saya berharap, di usia Kota Medan yang cukup matang ini, ke- 432, Kota Medan benar- benar bisa menjadi kota yang nyaman, tentram, kondusif, angka kemiskinan bisa diturunkan dan tentunya menjadi kota yang berkah," pungkas Hasyim SE.

Salah satu ibu hamil yang mendapatkan bantuan makanan tambahan, Suryaningsih mengucapkan terima kasih kepada Pemko Medan khususnya Pak Bobby Nasution yang telah memberikan bantuan makanan tambahan untuk ibu hamil dan ibu menyusui yang ada di Kelurahan Namo Gajah. “Mewakili ibu- ibu saya mengucapkan terima kasih kepada Pak Bobby Nasution. Makanan tambahan ini sangat bermanfaat bagi kami yang saat ini tengah mengandung dan menyusui agar anak kami tumbuh sehat,” Ujarnya.(rizky)