Bobby Nasution Komitmen Beri Perlindungan Keamanan UMKM Jelang Lebaran, Jika Terjadi Pungutan Segera Lapor ke Dinas Koperasi dan UKM

News392 Dilihat

GLOBALMEDAN.COM, MEDAN – Menjelang hari raya idul Fitri banyak ditemukan pihak ataupun oknum yang melakukan sejumlah permintaan kepada pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Permintaan yang berkedok
tunjangan hari raya (THR) tersebut tentunya sangat memberatkan para pelaku UMKM yang saat ini sedang bangkit ditengah Pandemi Covid-19.

Menyikapi adanya indikasi modus pungutan berkedok THR yang dilakukan oleh oknum ormas, aparat, dan pegawai pemerintahan terhadap pelaku UMKM, Wali Kota Medan Bobby Nasution telah menegaskan bahwa pelaku UMKM jangan ragu melaporkan permintaan oleh oknum berkedok tunjangan hari raya (THR) kepada Pemko Medan dan pihak aparat kepolisian.

“Saya telah menghimbau kepada pelaku UMKM agar jangan ragu untuk segera melaporkan jika ditemukan indikasi modus pungutan berkedok THR kepada Pemko Medan dan aparat kepolisian. Selain itu jangan memberikan apapun kepada pihak atau oknum yang tidak bertanggung jawab tersebut. Artinya Pemko Medan membuka ruang bagi UMKM untuk melaporkan Pungli Jelang Lebaran ,” Kata Bobby Nasution baru -baru ini.

Menurut Bobby Nasution, modus seperti itu sering muncul ketika mendekati lebaran maupun hari raya keagamaan. Tentunya perbuatan tersebut sangat meresahkan pelaku UMKM yang sedang bangkit akibat Pandemi Covid-19 yang melanda beberapa tahun belakangan ini. Oleh karenanya sebagai wujud jaminan keamanan terhadap UMKM Pemko Medan berkeinginan menghilangkan kebiasaan tersebut.

Tindakan tegas yang dilakukan Bobby Nasution ini merupakan bentuk keberpihakan menantu Presiden Jokowi dalam keamanan UMKM jelang lebaran. Selain itu juga guna menghilangkan tradisi yang tidak baik di masyarakat.

BACA JUGA :  MEDAN- Ketua DPRD Kota Medan, Hasyim SE mengharapkan Kota Medan benar- benar menjadi kota yang berkah yang bisa dirasakan oleh seluruh warga Kota Medan. Hal itu diungkapkan Hasyim SE usai mengikuti upacara HUT Kota Medan ke- 432 di Stadion Mini Universitas Sumatera Utara (USU), Jumat (1/7/2022). "Kita apresiasi beberapa aspirasi warga sudah ditindaklanjuti oleh Pemko Medan. Ini berkaitan dengan 5 program prioritas yang merupakan harapan bagi warga Kota Medan," ungkap Hasyim SE. Seperti di bidang kesehatan. Hasyim SE menilai, pelayanan kesehatan gratis di Puskesmas sudah semakin bagus. Selain itu, ada penambahan kuota yang cukup besar untuk program BPJS Kesehatan Penerima Bantuan Iuran (PBI) di 2022. Sedangkan di 2023, Pemko Medan memiliki program Universal Health Coverage (UHC). "Dengan Program UHC itu, warga Kota Medan sudah bisa berobat di seluruh rumah sakit di Kota Medan yang bekerjasama dengan provider BPJS Kesehatan secara gratis, dengan membawa KTP. Ini berlaku untuk semua warga Kota Medan tanpa terkecuali. Selama ini kan, berobat gratisnya di Puskesmas," papar Hasyim SE. Selain itu, Hasyim SE menambahkan pemberdayaan UMKM di Kota Medan juga sudah semakin baik yang dibuktikan dengan dimasukkannya produk UMKM ke dalam e-katalog. Menurut Hasyim SE, tentunya ini merupakan wujud komitmen Pemko Medan dalam pemberdayaan UMKM di Kota Medan. "Artinya, seluruh OPD sudah bisa berbelanja produk UMKM Kota Medan melalui e-katalog," paparnya. Disinggung tentang penanganan banjir, Hasyim SE mmengharapkan Pemko Medan bisa menuntaskan masalah itu. Walau pun selama ini, penanganan genangan air di Kota Medan dinilai sudah lebih baik dari sebelumnya. "Begitu juga dengan penanganan banjir rob yang sudah dianggarkan dan di tahun 2022 ini sudah bisa digunakan anggarannya. Saya harap ini bisa didukung oleh seluruh stakeholders di Kota Medan, karena ini menjadi aspirasi warga Medan Utara" ujarnya. Terkait dengan infrastruktur jalan yang terlihat semakin banyak perbaikan, Hasyim SE mengharapkan agar kwalitas infrastruktur jalannya juga baik. Jangan, ketika baru diaspal saja yang terlihat mulus, namun tidak diikuti dengan kwalitas yang baik. Begitu juga dengan revitalisasi cagar budaya, seperti Lapangan Merdeka, Medan. Hasyim SE menilai hal itu sebagai langkah yang baik untuk menambah ruang terbuka hijau di Kota Medan. "Saya berharap, di usia Kota Medan yang cukup matang ini, ke- 432, Kota Medan benar- benar bisa menjadi kota yang nyaman, tentram, kondusif, angka kemiskinan bisa diturunkan dan tentunya menjadi kota yang berkah," pungkas Hasyim SE.

“Saya tegaskan bahwa Pemko Medan bersama pihak aparatur termasuk TNI/Polri, dan kejaksaan secara bersama-sama ingin menghilangkan kebiasaan yang tidak baik di masyarakat tersebut. Artinya modus pungutan berkedok THR harus hilang dan tidak terjadi lagi di Kota Medan,” sebut Bobby Nasution.

Menindaklanjuti kebijakan Bobby Nasution, Dinas Koperasi dan UKM Kota Medan telah membuka ruang seluas- luasnya bagi pelaku UMKM yang ingin melaporkan tindakan pungutan berkedok THR. Dijelaskan Kadis Koperasi dan UKM Benny Iskandar bahwa pihaknya telah menegaskan kepada seluruh jajarannya agar tidak melakukan tindakan tersebut.

“Kita telah membuka ruang kepada masyarakat khususnya pelaku UMKM agar dapat melaporkan jika ditemukan tindakan pungutan berkedok THR ke Media Sosial khususnya Instagram Dinas Koperasi dan UKM Kota Medan (diskopukmmedan),”jelas Benny Iskandar.

Menurut Benny Iskandar, masyarakat ataupun pelaku UMKM yang melaporkan tindakan tersebut akan langsung ditanggapi karena media sosial khususnya Instagram juga langsung memantau oleh dirinya. Sehingga akan kita respon langsung laporan masyarakat.

Benny Iskandar juga menambahkan, jika ditemukan jajarannya yang melakukan tindakan tidak terpuji tersebut, bagi ASN akan dilaporkan kepada Inspektorat dan bagi PHL akan langsung diberhentikan. “Kita akan tindak tegas jika ditemukan jajaran Dinas Koperasi dan UKM yang melakukan tindakan pungutan berkedok THR, Bagi ASN kita lapor Inspektorat dan PHL kita berhentikan. Sebab tindakan ini sudah sangat dilarang Pak Wali Kota,” Tegasnya.(rizky)