GLOBALMEDAN.COM, MEDAN – Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Kota Medan tengah melakukan pengkajian tentang Efektivitas Media Digital Dalam Komunikasi Pemasaran Pariwisata. Pada Rabu (30/3) pengkajian ini telah sampai pada tahap seminar proposal. Kegiatan yang berlangsung di Ruang Rapat II kantor wali kota dan diikuti oleh kalangan akademi, pelaku pariwisata, dan utusan OPD terkait ini diisi dengan pemaparan tim tenaga ahli dari Politeknik Pariwisata Medan.
Saat membuka seminar proposal ini Kepala Balitbang Medan, Irwan Ritonga mengatakan, media digital bagian penting dalam strategi pemasaran bisnis. Bagi organisasi atau perusahaan, lanjutnya, media digital banyak digunakan sebagai alat untuk memasarkan produk.
BACA JUGA : MEDAN- Ketua DPRD Kota Medan, Hasyim SE mengharapkan Kota Medan benar- benar menjadi kota yang berkah yang bisa dirasakan oleh seluruh warga Kota Medan. Hal itu diungkapkan Hasyim SE usai mengikuti upacara HUT Kota Medan ke- 432 di Stadion Mini Universitas Sumatera Utara (USU), Jumat (1/7/2022). "Kita apresiasi beberapa aspirasi warga sudah ditindaklanjuti oleh Pemko Medan. Ini berkaitan dengan 5 program prioritas yang merupakan harapan bagi warga Kota Medan," ungkap Hasyim SE. Seperti di bidang kesehatan. Hasyim SE menilai, pelayanan kesehatan gratis di Puskesmas sudah semakin bagus. Selain itu, ada penambahan kuota yang cukup besar untuk program BPJS Kesehatan Penerima Bantuan Iuran (PBI) di 2022. Sedangkan di 2023, Pemko Medan memiliki program Universal Health Coverage (UHC). "Dengan Program UHC itu, warga Kota Medan sudah bisa berobat di seluruh rumah sakit di Kota Medan yang bekerjasama dengan provider BPJS Kesehatan secara gratis, dengan membawa KTP. Ini berlaku untuk semua warga Kota Medan tanpa terkecuali. Selama ini kan, berobat gratisnya di Puskesmas," papar Hasyim SE. Selain itu, Hasyim SE menambahkan pemberdayaan UMKM di Kota Medan juga sudah semakin baik yang dibuktikan dengan dimasukkannya produk UMKM ke dalam e-katalog. Menurut Hasyim SE, tentunya ini merupakan wujud komitmen Pemko Medan dalam pemberdayaan UMKM di Kota Medan. "Artinya, seluruh OPD sudah bisa berbelanja produk UMKM Kota Medan melalui e-katalog," paparnya. Disinggung tentang penanganan banjir, Hasyim SE mmengharapkan Pemko Medan bisa menuntaskan masalah itu. Walau pun selama ini, penanganan genangan air di Kota Medan dinilai sudah lebih baik dari sebelumnya. "Begitu juga dengan penanganan banjir rob yang sudah dianggarkan dan di tahun 2022 ini sudah bisa digunakan anggarannya. Saya harap ini bisa didukung oleh seluruh stakeholders di Kota Medan, karena ini menjadi aspirasi warga Medan Utara" ujarnya. Terkait dengan infrastruktur jalan yang terlihat semakin banyak perbaikan, Hasyim SE mengharapkan agar kwalitas infrastruktur jalannya juga baik. Jangan, ketika baru diaspal saja yang terlihat mulus, namun tidak diikuti dengan kwalitas yang baik. Begitu juga dengan revitalisasi cagar budaya, seperti Lapangan Merdeka, Medan. Hasyim SE menilai hal itu sebagai langkah yang baik untuk menambah ruang terbuka hijau di Kota Medan. "Saya berharap, di usia Kota Medan yang cukup matang ini, ke- 432, Kota Medan benar- benar bisa menjadi kota yang nyaman, tentram, kondusif, angka kemiskinan bisa diturunkan dan tentunya menjadi kota yang berkah," pungkas Hasyim SE.
“Jadi wajar perusahaan juga instansi pemerintah menjadikan media digital sebagai alat pemasaran yang paling mudah dengan daya jangkau yang luas,” ucapnya.
Dalam seminar itu, Ketua Tim Tenaga Ahli Dr. Femmy Indriany Dalimunthe memaparkan, kemajuan teknologi informasi memberikan manfaat tersedniri dan mempengaruhi gaya hidup masyarakat. Disebutkannya juga, 34 persen penggunaan internet dilakukan untuk mencari informasi produk barang atau jasa.
Perumusan masalah penelitian ini, sebutnya, adalah ‘sejauhmana efektivitas media digital sebagai sarana pemasaran pariwisata di Kota Medan. Sedangkan tujuan penelitian ini untuk menganalisis efektivitas pengelolaan media digital dalam komunikasi pemasaran pariwisata di Medan, mengetahui faktor-faktor yang mendukung media digital dalam komunikasi pemasaran pariwisata di Medan, dan mengetahui tingkat keterdedahan dan tanggap respon mengenai media digital dalam komunikasi pemasaran di Medan.
Secara teoritis, tambahnya, manfaat penelitian ini adalah menambah pengetahuan dan dapat memeluas wawasan peneliti mengenai komunikasi pemasaran yang berfokus pada efektivitas media digital sebagai sarana promosi kegiatan.
“Secara praktis, penelitian ini diharapkan dapat memberikan masukan bagi pihak-pihak yang membutuhkan pengetahuan berkenaan dengan penelitian ini,” ucap Femmy.
Sebelumnya, Kabid Sosial dan Kependudukan Balitbang Medan, Bahrian Effendi yang memandu diskusi dalam kegiatan itu, melaporkan kajian efektivitas media digital dalam komunikasi pemasaran pariwisata di Kota Medan ini akan dilaksanakan selama tiga bulan.
Seminar proposal ini, lanjutnya, merupakan persiapan pelaksanaan kajian efektivitas media digital dalam komunikasi pemasaran pariwisata di Kota Medan dengan meminta saran dan masukan dari OPD terkait dan tim pelaksana kegaiatan terhadap proposal yang dipaparkan tim tenaga ahli.(rizky)
Post Views: 404