Wisuda 2.255 Lulusan, Rektor:  Unimed Bertransformasi Mewujudkan Indonesia Emas 2045

MEDAN-Rektor Universitas Negeri Medan (Unimed) Prof. Dr. Baharuddin, ST., M.Pd mengatakan, pendidikan tinggi, sains, dan teknologi memegang peran penting dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045.

“Kita perlu membangun sistem pendidikan tinggi yang berkeadilan, relevan, dan berdampak. Transformasi ini harus membuka akses seluas mungkin dengan kualitas setara di seluruh Indonesia,” kata Prof Baharuddin, Senin (24/11/2025).

Menurut Prof Baharuddin di hadapan 2.255 lulusan di Auditorium Unimed, Jalan Willem Iskandar Medan, pendidikan tinggi  itu tidak lagi cukup hanya menjadi penyedia ilmu, tetapi harus menjadi penggerak utama transformasi sosial dan ekonomi bangsa.

Dia juga menegaskan  program Diktisaintek Berdampak merupakan langkah strategis dan transformatif untuk meningkatkan kualitas pendidikan tinggi, sains, dan teknologi di Indonesia.

Program ini dirancang guna menjawab tantangan pembangunan nasional serta mendukung visi Indonesia Emas 2045.

Dijelaskannya, pemerintah melalui Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi meluncurkan program baru Diktisaintek Berdampak sebagai arah baru kebijakan pendidikan tinggi, sains, dan teknologi

Diktisaintek Berdampak, sebutnya merupakan gerakan nasional berbasis semangat kolaboratif untuk menjawab berbagai persoalan bangsa.

Untuk menyongsong arah perubahan tersebut, perguruan tinggi harus mampu melahirkan lulusan berkarakter unggul—bukan hanya berkompetensi akademik.

Selain itu juga memiliki growth mindset, etika, integritas, serta keterampilan soft skills yang dibutuhkan sebagai pemimpin perubahan di masyarakat dan dunia kerja.

Prof. Baharuddin juga menyoroti tantangan besar pendidikan tinggi saat ini, yaitu lemahnya keterhubungan antara hasil riset kampus dan kebutuhan industri.

Banyak penelitian yang hanya berhenti pada publikasi jurnal tanpa implementasi nyata di masyarakat.

Kondisi ini dikenal sebagai valley of death atau jurang kematian inovasi—situasi ketika riset berhenti di tengah jalan akibat minimnya kolaborasi antara perguruan tinggi dan pelaku industri.

Menurutnya, permasalahan ini juga dipicu belum terbentuknya ekosistem riset yang berkelanjutan. Karena itu melalui Program Diktisaintek Berdampak, Unimed telah membuat terobosan agar penelitian dan pengabdian dosen berorientasi langsung pada penyelesaian persoalan masyarakat sehingga menghasilkan solusi nyata bagi peningkatan ekonomi dan kesejahteraan, khususnya di Sumatera Utara.

Rektor juga mengumumkan pada 2025 Unimed resmi memiliki Fakultas Kedokteran dengan 50 mahasiswa angkatan pertama.

Pada  2026 Unimed akan menerima mahasiswa baru Fakultas Kedokteran melalui tiga jalur: SNBP, SNBT, dan Seleksi Mandiri.

Melalui fakultas baru ini, Unimed berkomitmen melahirkan dokter-dokter muda yang cerdas, profesional, dan berkarakter, sehingga kampus yang dahulu bernama IKIP Medan tersebut dapat memberikan kontribusi terbaik bagi pembangunan masyarakat yang sehat dan sejahtera.

Wisuda berlangsung selama empat hari, 24–27 November 2025.

Adapun 2.255 lulusan yang diwisuda berasal dari: 6 Lulusan Program Pascasarjana, 322 Lulusan Fakultas Ilmu Pendidikan, 445 Lulusan Fakultas Bahasa dan Seni, 207 Lulusan Fakultas Ilmu Sosial,

Kemudian 377 Lulusan Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, 195 Lulusan Fakultas Teknik, 141 Lulusan Fakultas Ilmu Keolahragaan, 333 Lulusan Fakultas Ekonomi, dan 229 Program Profesi Guru.

Turut hadir Ketua Senat Unimed Prof. Dr. Syawal Gultom, M.Pd., para wakil rektor, dekan, direktur sekolah pascasarjana, kepala biro, pimpinan lembaga, serta keluarga wisudawan. (swisma)

Recent Posts