MEDAN– Inovasi teknologi lahir dari tangan mahasiswa untuk membuka akses pembelajaran Al-Qur’an yang lebih inklusif.
Mahasiswa Universitas Negeri Medan (Unimed) menciptakan IQRO Elektronik, alat bantu belajar Al-Qur’an Braille yang dilengkapi sistem audio interaktif.
Alat ini membantu penyandang disabilitas netra membaca Al-Qur’an dengan lebih mudah dan akurat.
Inovasi tersebut diimplementasikan di Persatuan Tunanetra Indonesia (Pertuni) Sumatera Utara sebagai upaya meningkatkan literasi Al-Qur’an Braille di kalangan anggotanya.
Founder sekaligus ketua tim pengembang, Aldino, mengatakan selama ini proses pembelajaran Al-Qur’an di Pertuni masih mengandalkan Braille konvensional yang memiliki keterbatasan bagi sebagian penyandang disabilitas netra.
DIsebutkan Aldino, titik-titik Braille yang kecil dan mudah aus sering kali sulit dirasakan sehingga bacaan menjadi kurang akurat.
“Melalui IQRO Elektronik dengan tombol taktil dan umpan balik suara interaktif, pengguna dapat memastikan ketepatan pelafalan sesuai huruf Braille yang diraba,” jelas Aldino, Jumat (13/3/2026).
IQRO Elektronik dirancang sebagai media pembelajaran dasar yang memadukan huruf Braille dengan tombol taktil elastomer.
Saat tombol ditekan, alat akan mengeluarkan suara pelafalan huruf atau bacaan Al-Qur’an, sehingga pengguna tidak hanya meraba titik Braille, tetapi juga mendapatkan umpan balik audio secara langsung.
Konsep tersebut memungkinkan proses belajar menjadi lebih interaktif dan membantu pengguna memastikan ketepatan pelafalan secara mandiri.
Inovasi ini dikembangkan oleh tim mahasiswa Unimed yang terdiri dari Aldino (PGSD 2022) sebagai ketua tim, Raudhatul Jannah (Pendidikan Bahasa Inggris 2022), serta Andira (Teknik Elektro 2023).
Tim tersebut mendapat bimbingan dari dosen Unimed, Asna Istikmalatul Muktamaroh.
Program ini diimplementasikan secara rutin sejak 22 Desember 2025 hingga 27 Februari 2026 di kantor DPD Pertuni Sumatera Utara yang berlokasi di Sei Putih Barat, Kecamatan Medan Petisah, Kota Medan.
Selama masa uji coba, puluhan anggota Pertuni dari berbagai kelompok usia telah memanfaatkan media pembelajaran tersebut.
Berdasarkan hasil implementasi, buku Iqronic dan modul pembelajaran yang menjadi bagian dari program mampu menjangkau sekitar 45 persen dari total 150 kartu keluarga yang terdaftar di DPD Pertuni Sumut.
“Artinya, sekira 80 anggota Pertuni, mulai dari anak-anak hingga lansia, telah merasakan manfaat dari penggunaan media pembelajaran ini,” katanya.
Materi pembelajaran disusun secara bertahap, mulai dari pengenalan huruf hijaiyah Braille, harakat seperti fathah, kasrah, dan dhammah, hingga materi lanjutan seperti mad dasar, sukun, tanwin, tasydid, serta latihan membaca penggalan ayat Al-Qur’an Braille.
Dalam pelaksanaan program, tim pengembang juga didukung sejumlah relawan dari berbagai perguruan tinggi, antara lain Awaluddin Harahap, Rafi Arya Dipa Permana, dan Melisa dari Unimed, Arief dan Fadil dari Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara, serta Laila dari Universitas Islam Negeri Sumatera Utara.
Ketua DPD Pertuni Sumatera Utara, Saiful Bakti Daulay, mengapresiasi inovasi yang dihadirkan mahasiswa Unimed tersebut.
Menurut dia, media pembelajaran ini sangat membantu anggota Pertuni dalam meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur’an Braille secara lebih efektif.
Ke depan, tim pengembang berencana memperluas distribusi IQRO Elektronik ke berbagai daerah di Sumatera Utara, termasuk Sekolah Luar Biasa (SLB), pesantren, sekolah inklusi, serta lembaga keagamaan seperti Kementerian Agama Republik Indonesia dan Badan Amil Zakat Nasional.
Pengembangan IQRO Elektronik sendiri merupakan bagian dari program kompetisi sosial-preneurship berbasis teknologi digital yang diinisiasi oleh Telkom Indonesia dan Telkom University bekerja sama dengan Danantara.
Program tersebut mendorong mahasiswa di seluruh Indonesia untuk menghadirkan inovasi sosial berkelanjutan yang mendukung pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs).
Melalui inovasi ini, mahasiswa Unimed menunjukkan bahwa kolaborasi teknologi dan kepedulian sosial mampu menghadirkan solusi nyata dalam memperluas akses literasi Al-Qur’an yang inklusif bagi penyandang disabilitas netra di Sumatera Utara. (swisma)






