Meriahkan Dies Natalis ke-10 UKM USM Indonesia Digelar Pentas Seni dan Budaya Nias

Edukasi135 Dilihat

MEDAN-Suasana di halaman hingga aula IGN Washington Purba Hall Universitas Sari Mutiara (USM) Indonesia Jalan Kapten Muslim Medan tampak  berbeda dari biasanya, Sabtu (4/11/2023) petang.

Kemeriahan tampak mewarnai dengan adanya pertunjukan seni dan budaya yang ditampilkan sejumlah mahasiswa USM Indonesia Medan.

Gelaran pentas seni dan budaya itu merupakan rangkaian perayaan Dies Natalis ke-10 Unit Kegiatan Mahasiswa atau UKM Seni Budaya Nias.

Pada acara tersebut dimeriahkan sejumlah tarian dan vocal group yang berasal dari Nias di antaranya tradisi Tari Perang dan Lompat Batu Nias
dibawakan mahasiswa USM Indonesia yang tergabung dalam UKM Seni Budaya Nias.

Sejumlah mahasiswa melakukan
lompatan sebuah replika batu
yang terbuat dari triplek yang di cat mirip susunan batu dengan ketinggiannya mencapai dua meter.

Para mahasiswa itu mendapat sorak sorai dari para penonton. Hadir juga pada dies natalis itu Ketua Yayasan Sari Mutiara Dr Parlindungan Purba SH MM, Rektor USM Indonesia Dr Ivan Elisabeth Purba MKes dan civitas akademika serta Ketua Asosiasi Badan Penyelenggara Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (ABPPTSI) Sumut Prof Dr. H. Bahdin Nur Tanjung dan lainnya.

Sebelum memulai lompat batu tesebut, para mahasiswa  menggelar tarian perang.

Tarian tradisi adat dan budaya Nias ini berhasil memukau para tamu undangan dan mahasiswa lainnya yang hadir dalam acara tersebut.

Rektor USM Indonesia Dr. Dra Ivan Elisabeth Purba, MKes mengapresiasi kekompakan dan semangat panitia Dies Natalis ke-10 UKM Seni Budaya Nias.

Dia juga mengapresiasi keterlibatan dan partisipasi 103  mahasiswa Nusantara dari 50 perguruan tinggi di 14 provinsi Indonesia dalam kegiatan tersebut.

“Saya sangat mengapresiasi kegiatan ini dan berbesar hati melihat bagaimana panitia  bekerja keras untuk mensukseskan Dies Natalis UKM Seni Budaya. Demikian juga apresiasi kepada Wakil Rektor III Ns. Johansen Hutajulu AP SKep MKep,” kata Ivan.

Menurutnya, tidak mudah meyakinkan para dosen, Ketua Prodi dan pihak lain agar bisa  mendukung kegiatan tersebut.

Ivan juga mengajak para mahasiswa USM Indonesia untuk terus menjaga persatuan.

“Indonesia merupakan bangsa yang besar, bangsa yang menjunjung Bhineka Tinggal Ika, bangsa yang kaya, beragam adat, suku, agama, namun perbedaan itu menjadi alat perekat bagi bangsa Indonesia,” katanya

Dia juga mengingatkan mahasiswa bahwa kesuksesan tidak hanya bergantung pada modal akademik.

Selain pengetahuan dan keterampilan akademik, faktor-faktor seperti keterampilan interpersonal, kebijaksanaan, kerja keras, kemampuan berkomunikasi, dan adaptabilitas juga sangat penting untuk mencapai kesuksesan dalam kehidupan.

“Silakan UKM budaya lain untuk melakukan kegiatan serupa, karena tidak cukup modal akademik saja untuk sukses,” ungkapnya.

Senada disampaikan Ketua Yayasan Sari Mutiara Dr Parlindungan Purba. Dia mengapresiasi kegiatan tersebut.

“Nias sudah saya anggap kampung saya sendiri,” ujarnya .

Ketua ABPPTSI Sumut Bahdin Nur Tanjung dalam sambutannya mengatakan mengapresiasi USM Indonesia yang mendukung setiap kegiatan mahasiswanya.

Pada gelaran seni dan budaya itu, dia menyatakan terkesan melihat penampilan mahasiswa USM Indonesia.

“Sangat mengesankan melihat mahasiswa Nias menunjukkan bakat dan dedikasi mereka dalam kegiatan ini,” imbuhnya.

Dia juga mendorong mahasiswa Nias untuk menjaga kekompakan, kreativitas terus ditingkatkan, dan kesempatan ini dimanfaatkan semaksimal mungkin.

“Manfaatkan kesempatan ini untuk belajar memimpin, karena masa depan Nias ada di tangan Saudara-saudara,” pungkasnya.

Ketua BPH UKM Seni Nias USM Indonesia Darwin Jaya Tafonao dan Ketua Panitia Arman Jaya Daeli juga mengucapkan banyak Terima kasih kepada Yayasan, Rektor USM Indonesia dan pihak lain yang terlibat dalam kegiatan ini.

“Kegiatan ini tidak akan sukses tanpa bantuan bapak Parlindungan Purba dan Ibu Ivan Elisabeth Purba. Saya bangga diberi kesempatan untuk menjadikan satu kegiatan ini berkat bimbingan dan arahan,” katanya.

Dalam kesempatan itu dipakaikan baju kebesaran adat Nias kepada Ketua Yayasan Sari Mutiara Parlindungan Purba, Rektor USM Indonesia Dr. Ivan Elisabeth Purba, MKes, ABPPTSI Sumut Prof. Dr. H. Bahdin Nur Tanjung.

Kemeriahan dies natalis itu makin semarak dengan pertunjukan lainnya di Aula IGN Washington Purba Hall.

Sejumlah tarian yang ditampilkan di pagelaran seni dan budaya itu yakni tarian Fatelusa, tari fame’e Afo,, tari penyambutan, tari kreasi, maena, tari Tuwu dan silat serta vocal group. ( swisma)