Sektor Perbankan Stabil, Kredit Pelaku UMKM Meningkat

Bisnis501 Dilihat

GLOBALMEDAN.COM, MEDAN – Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kantor Regional 5 Sumatera Bagian Utara (Sumbagut), Yusup Ansori menyampaikan, stabilitas sektor perbankan hingga akhir 2021 tetap terjaga diiringi dengan fungsi intermediasi yang semakin membaik dan profil risiko yang terjaga.

”Hal ini didukung pulihnya mobilitas dan meningkatnya kegiatan perekonomian atas semakin terkendalinya pandemi Covid-19,” kata Yusup Ansori, Kamis (17/02/2022).

Disebutkannya, berdasarkan posisi Desember 2021 sektor perbankan di Sumatera Utara terdiri dari 2 bank umum berkantor pusat, 55 bank umum berkantor cabang dan 54 BPR/BPRS di Sumatera Utara, memiliki total aset (set off) sebesar Rp315,80 Triliun dengan pertumbuhan 12,47% year on year (yoy).

BACA JUGA :  MEDAN- Ketua DPRD Kota Medan, Hasyim SE mengharapkan Kota Medan benar- benar menjadi kota yang berkah yang bisa dirasakan oleh seluruh warga Kota Medan. Hal itu diungkapkan Hasyim SE usai mengikuti upacara HUT Kota Medan ke- 432 di Stadion Mini Universitas Sumatera Utara (USU), Jumat (1/7/2022). "Kita apresiasi beberapa aspirasi warga sudah ditindaklanjuti oleh Pemko Medan. Ini berkaitan dengan 5 program prioritas yang merupakan harapan bagi warga Kota Medan," ungkap Hasyim SE. Seperti di bidang kesehatan. Hasyim SE menilai, pelayanan kesehatan gratis di Puskesmas sudah semakin bagus. Selain itu, ada penambahan kuota yang cukup besar untuk program BPJS Kesehatan Penerima Bantuan Iuran (PBI) di 2022. Sedangkan di 2023, Pemko Medan memiliki program Universal Health Coverage (UHC). "Dengan Program UHC itu, warga Kota Medan sudah bisa berobat di seluruh rumah sakit di Kota Medan yang bekerjasama dengan provider BPJS Kesehatan secara gratis, dengan membawa KTP. Ini berlaku untuk semua warga Kota Medan tanpa terkecuali. Selama ini kan, berobat gratisnya di Puskesmas," papar Hasyim SE. Selain itu, Hasyim SE menambahkan pemberdayaan UMKM di Kota Medan juga sudah semakin baik yang dibuktikan dengan dimasukkannya produk UMKM ke dalam e-katalog. Menurut Hasyim SE, tentunya ini merupakan wujud komitmen Pemko Medan dalam pemberdayaan UMKM di Kota Medan. "Artinya, seluruh OPD sudah bisa berbelanja produk UMKM Kota Medan melalui e-katalog," paparnya. Disinggung tentang penanganan banjir, Hasyim SE mmengharapkan Pemko Medan bisa menuntaskan masalah itu. Walau pun selama ini, penanganan genangan air di Kota Medan dinilai sudah lebih baik dari sebelumnya. "Begitu juga dengan penanganan banjir rob yang sudah dianggarkan dan di tahun 2022 ini sudah bisa digunakan anggarannya. Saya harap ini bisa didukung oleh seluruh stakeholders di Kota Medan, karena ini menjadi aspirasi warga Medan Utara" ujarnya. Terkait dengan infrastruktur jalan yang terlihat semakin banyak perbaikan, Hasyim SE mengharapkan agar kwalitas infrastruktur jalannya juga baik. Jangan, ketika baru diaspal saja yang terlihat mulus, namun tidak diikuti dengan kwalitas yang baik. Begitu juga dengan revitalisasi cagar budaya, seperti Lapangan Merdeka, Medan. Hasyim SE menilai hal itu sebagai langkah yang baik untuk menambah ruang terbuka hijau di Kota Medan. "Saya berharap, di usia Kota Medan yang cukup matang ini, ke- 432, Kota Medan benar- benar bisa menjadi kota yang nyaman, tentram, kondusif, angka kemiskinan bisa diturunkan dan tentunya menjadi kota yang berkah," pungkas Hasyim SE.

”Aset itu terdiri dari Bank Umum sebesar Rp313,54 Triliun dan BPR/BPRS sebesar Rp2,26 Triliun,” katanya.

Sementara penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) tercapai sebesar Rp295,25 triliun dengan pertumbuhan 12,01% yoy.

Jenis simpanan bank umum terbesar terdapat pada tabungan sebesar Rp129,29 triliun tumbuh 13,69% yoy, diikuti dengan Deposito sebesar Rp116,84 Triliun yang tumbuh 2,77% yoy, lalu Giro sebesar Rp47,36 Triliun yang mencatatkan pertumbuhan signifikan sebesar 37,05% yoy.

Sedangkan penyaluran kredit tercapai sebesar Rp212,99 triliun dengan profil risiko yang terjaga. Komposisi kredit didominasi oleh kredit produktif sebesar Rp148,76 triliun atau memiliki porsi 73,35% dari kredit total, sementara kredit konsumtif tercatat sebesar Rp62,69 Triliun dengan porsi 26,44%.

Sementara itu, non performing loan (NPL) gross tercatat sebesar 2,64%, mengalami perbaikan dibanding posisi tahun lalu yang tercatat 3,35%.

”Artinya, sebesar Rp1,67 Triliun kredit bermasalah telah menurun sebagai respons dari adanya kebijakan stimulus yang dikeluarkan oleh OJK,” ujarnya.

Yusup juga menyatakan, dalam rangka pemulihan ekonomi nasional, komitmen OJK untuk terus mendukung UMKM agar mampu bertahan, berkembang, dan bertumbuh di tengah tantangan pandemi berjalan dengan baik.

Selama  2021, penyaluran kredit bank umum kepada UMKM di Sumatera Utara dengan stabil bertumbuh dan mencapai pertumbuhan sigifinikan pada Desember 2021 sebesar 13,20% yoy setelah sebelumnya bertumbuh negatif semenjak pandemi di tahun 2020.

Total outstanding kredit disalurkan mencapai Rp65,70 triliun dengan jumlah rekening 977.254, meningkat 22,93% dibanding tahun lalu.

Menurutnya, hal ini mengindikasikan bahwa peningkatan kredit UMKM bukan hanya dari sisi jumlah outstanding, namun juga dari sisi akses keuangan, dimana semakin banyak UMKM yang terjangkau.

Ia juga menilai bahwa hal itu turut didukung oleh program Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang selama tahun 2021 telah tersalurkan sebesar Rp13,21 Triliun kepada 327.861 debitur.

“Realisasi ini meningkat signifikan 62,71 persen dibanding tahun lalu,” pungkasnya. (swisma)