PGN Raih Penghargaan Indonesia Excellence Good Corporate Governance Awards 2026

Bukti Kepatuhan dan Integritas Tata Kelola Perusahaan

Bisnis82 Dilihat

MEDAN– PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN) selaku Subholding Gas Pertamina terus mengukuhkan posisinya sebagai perusahaan yang berkomitmen tinggi dalam kepatuhan  penerapan tata kelola perusahaan yang baik atau Good Corporate Governance (GCG).

Sekaitan dengan itu, PGN mendapatkan penghargaan dalam ajang Indonesia Excellence GCG Award 2026 yang diselenggarakan Warta Ekonomi, Selasa (30/6/2026).

Direktur Manajemen Risiko PGN, Eri Surya Kelana menyebutkan, pada gelaran tahun ini, WartaEkonomi.co.id Research and Consulting menetapkan PGN sebagai penerima penghargaan Indonesia Excellence GCG Ethics in Supporting National Energy Diversification and Transition – Oil and Gas Category.

“PGN dinilai sebagai salah satu perusahaan yang konsisten menjunjung tinggi GCG di tengah ketidakpastian global dan disrupsi teknologi kecerdasan buatan (AI),” kata Eri melalui keterangan tertulis dilansir Jumat (10/7/2026).

Sebagai badan usaha penyalur dan niaga gas bumi, PGN memandang bahwa penguatan GCG menjadi pondasi utama dalam menghadapi tantangan nasional maupun global, khususnya terkait risiko geopolitik, regulasi maupun kemajuan teknologi yang sangat cepat.

Disebutkan Eri, penghargaan ini merupakan hasil dari konsistensi PGN dalam menjalankan roda bisnis secara berintegritas dan transparan.

“Di 2026 ini membawa lanskap bisnis baru bagi PGN, sebagai dampak dari fragmentasi geopolitik global maupun AI yang dapat mendisrupsi kegiatan operasional perusahaan,” paparnya.

PGN merespons tantangan tata kelola baru ini dengan memperkuat aspek keamanan data, akuntabilitas penggunaan teknologi, dan peningkatan kompetensi digital internal, namun tetap menempatkan prinsip GCG sebagai kompas utama perusahaan.

Dari sisi pengembangan teknologi dan digitalisasi, PGN melanjutkan integrasi kecerdasan buatan (AI), analitik data, serta berbagai teknologi digital lainnya ke dalam proses bisnis inti dan layanan pelanggan.

Untuk memitigasi risiko digital, perusahaan memperkuat aspek keamanan siber pada dimensi People, Process, dan Technology, sekaligus meningkatkan tata kelola ICT serta kepatuhan terhadap regulasi yang berlaku.

Aspek keamanan digital menjadi prioritas bagi PGN. Lantaran digitalisasi telah terintegrasi di seluruh rantai proses bisnis gas bumi, mulai dari asset operation and maintenance, network operations, hingga pengelolaan pelanggan.

Pada 2026, sistem cyber security PGN mencapai tingkat keamanan 100 persen, hal ini menunjukkan perlindungan optimal terhadap kerahasiaan, integritas, dan ketersediaan informasi perusahaan.

Eri menambahkan, Future-Ready Governance turut menjadi landasan bagi PGN memastikan setiap langkah inovasi dan operasional tetap transparan, akuntabel, dan bebas dari benturan kepentingan (conflict of interest).

Disamping itu, PGN tetap menjaga kepatuhan dalam menginisiasi berbagai proyek strategis ramah lingkungan.

Di tengah tuntutan transisi energi global, PGN menyeimbangkan kinerja operasional dengan tanggung jawab tata kelola.

Itu dimulai dari perluasan jaringan pipa gas bumi, optimalisasi infrastruktur LNG, hingga inisiasi bisnis baru yaitu biomethane sebagai wujud memasuki era low carbon business.

Eri juga menegaskan penerapan GCG yang berkelanjutan merupakan modal penting bagi PGN menjadi entitas usaha yang lebih kompetitif di kancah global dan tangguh menghadapi dinamika industri energi sesuai risk appetite statement yang dimiliki perusahaan.

“PGN berkomitmen untuk terus mempertahankan standar etika bisnis tertinggi demi mendorong pertumbuhan perusahaan yang bersih, transparan, dan berintegritas dalam memberikan layanan gas bumi bagi masyarakat Indonesia,” pungkas Eri. ( swisma)