GLOBALMEDAN.COM, MEDAN-Badan Pusat Statistik (BPS) Sumatera Utara mencatat pada Mei 2022, lima kota Indeks Harga Konsumen (IHK) di Sumatera Utara, seluruhnya inflasi.
Kelima kota tersebut yakni Sibolga sebesar 0,85 persen, Pematang siantar 0,62 persen, Medan 0,76 persen, Padangsidimpuan 0,77 persen dan Gunung Sitoli 0,05 persen.
“Dari gabungan lima kota IHK itu membuat Provinsi Sumatera Utara mengalami inflasi 0,74 persen,” kata
Kepala BPS Sumut, Nurul Hasanudin, Jumat (/6/2022).
Komoditas utama penyumbang inflasi selama Mei 2022 antara lain, angkutan udara, daging ayam ras, ikan dencis dan jeruk.
Hasil pantauan di beberapa pasar tradisional di Medan, adanya kenaikan harga bawang merah menjadi salah satu pemicu inflasi.
Bahkan saat ini harga bawang merah mencapai Rp 40 ribu hingga Rp 50 ribu per kilo.
Selain itu kenaikan harga telur ayam ras, ikan tongkol/ambu-ambu, dan jeruk juga turut menyumbang tetjadinya inflasi.
BACA JUGA : MEDAN- Ketua DPRD Kota Medan, Hasyim SE mengharapkan Kota Medan benar- benar menjadi kota yang berkah yang bisa dirasakan oleh seluruh warga Kota Medan. Hal itu diungkapkan Hasyim SE usai mengikuti upacara HUT Kota Medan ke- 432 di Stadion Mini Universitas Sumatera Utara (USU), Jumat (1/7/2022). "Kita apresiasi beberapa aspirasi warga sudah ditindaklanjuti oleh Pemko Medan. Ini berkaitan dengan 5 program prioritas yang merupakan harapan bagi warga Kota Medan," ungkap Hasyim SE. Seperti di bidang kesehatan. Hasyim SE menilai, pelayanan kesehatan gratis di Puskesmas sudah semakin bagus. Selain itu, ada penambahan kuota yang cukup besar untuk program BPJS Kesehatan Penerima Bantuan Iuran (PBI) di 2022. Sedangkan di 2023, Pemko Medan memiliki program Universal Health Coverage (UHC). "Dengan Program UHC itu, warga Kota Medan sudah bisa berobat di seluruh rumah sakit di Kota Medan yang bekerjasama dengan provider BPJS Kesehatan secara gratis, dengan membawa KTP. Ini berlaku untuk semua warga Kota Medan tanpa terkecuali. Selama ini kan, berobat gratisnya di Puskesmas," papar Hasyim SE. Selain itu, Hasyim SE menambahkan pemberdayaan UMKM di Kota Medan juga sudah semakin baik yang dibuktikan dengan dimasukkannya produk UMKM ke dalam e-katalog. Menurut Hasyim SE, tentunya ini merupakan wujud komitmen Pemko Medan dalam pemberdayaan UMKM di Kota Medan. "Artinya, seluruh OPD sudah bisa berbelanja produk UMKM Kota Medan melalui e-katalog," paparnya. Disinggung tentang penanganan banjir, Hasyim SE mmengharapkan Pemko Medan bisa menuntaskan masalah itu. Walau pun selama ini, penanganan genangan air di Kota Medan dinilai sudah lebih baik dari sebelumnya. "Begitu juga dengan penanganan banjir rob yang sudah dianggarkan dan di tahun 2022 ini sudah bisa digunakan anggarannya. Saya harap ini bisa didukung oleh seluruh stakeholders di Kota Medan, karena ini menjadi aspirasi warga Medan Utara" ujarnya. Terkait dengan infrastruktur jalan yang terlihat semakin banyak perbaikan, Hasyim SE mengharapkan agar kwalitas infrastruktur jalannya juga baik. Jangan, ketika baru diaspal saja yang terlihat mulus, namun tidak diikuti dengan kwalitas yang baik. Begitu juga dengan revitalisasi cagar budaya, seperti Lapangan Merdeka, Medan. Hasyim SE menilai hal itu sebagai langkah yang baik untuk menambah ruang terbuka hijau di Kota Medan. "Saya berharap, di usia Kota Medan yang cukup matang ini, ke- 432, Kota Medan benar- benar bisa menjadi kota yang nyaman, tentram, kondusif, angka kemiskinan bisa diturunkan dan tentunya menjadi kota yang berkah," pungkas Hasyim SE.
Lebih lannut dikatannya, inflasi terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan naiknya sebagian besar indeks kelompok pengeluaran.
Indeks kelompok pengeluaran yaitu kelompok makanan, minuman, dan tembakau sebesar 1,42 persen; kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 0,21 persen; kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 0,06 persen; kelompok perlengkapan, peralatan, dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 0,52 persen.
Kemudian kelompok kesehatan sebesar 0,41 persen; kelompok transportasi sebesar 1,16 persen; kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya sebesar 0,38 persen; kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 1,00 persen; dan kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 0,21 persen.
Sementara kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan; dan kelompok pendidikan tidak mengalami perubahan.
Sedangkan tingkat inflasi tahun kalender (Januari-Mei 2022) sebesar 2,75 persen dan tingkat inflasi tahun ke tahun (Mei 2022 terhadap Mei 2021) sebesar 4,18 persen. (swisma)
Post Views: 291