LIPPSU Ajak Warga Selamatkan Tanah Gordang Sambilan, Desak Perang Total Melawan Mafia PETI

Apresiasi Langkah Tegas Pemprov Sumut

Sumut95 Dilihat

MEDAN – Lembaga Independen Pemerhati Pembangunan Sumatera Utara (LIPPSU) mengajak seluruh masyarakat Kabupaten Mandailing Natal (Madina) bersatu menyelamatkan lingkungan dari ancaman Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) yang dinilai semakin merusak kawasan hutan, sungai, dan ekosistem.

Ajakan tersebut disampaikan Direktur Eksekutif LIPPSU, Azhari A.M. Sinik, menyusul langkah tegas Pemerintah Provinsi Sumatera Utara bersama Tim Terpadu yang melakukan penertiban aktivitas tambang emas ilegal di Kecamatan Kotanopan hingga kawasan Sungai Batang Gadis, Muara Mais.

Menurut Azhari, operasi yang dilakukan pemerintah merupakan langkah positif yang patut diapresiasi. Namun, pemberantasan PETI tidak akan berhasil tanpa dukungan penuh dari masyarakat.

“Kami mengapresiasi tindakan tegas Pemprov Sumut dalam menindak aktivitas PETI. Namun upaya penyelamatan lingkungan tidak cukup hanya dilakukan pemerintah. Seluruh elemen masyarakat harus ikut berperan agar tambang ilegal tidak kembali beroperasi,” ujarnya kepada wartawan, Senin (6/7/2026).

PETI Dinilai Merusak Lingkungan dan Mengancam Kehidupan Warga

Azhari menilai aktivitas tambang emas ilegal telah menimbulkan kerusakan lingkungan yang serius di Mandailing Natal. Selain mengubah bentang alam, PETI juga berpotensi merusak daerah aliran sungai, mengurangi kualitas air, hingga mengancam keberlangsungan hidup masyarakat yang bergantung pada sumber daya alam.

Menurutnya, kerusakan lingkungan yang terus dibiarkan akan membawa dampak jangka panjang, mulai dari menurunnya kualitas ekosistem hingga meningkatnya potensi bencana alam.

“Kondisi lingkungan di Mandailing Natal sudah sangat memprihatinkan. Jangan sampai kepentingan segelintir orang yang mengejar keuntungan sesaat justru mengorbankan masa depan generasi mendatang,” katanya.

Azhari mengajak masyarakat untuk mendukung langkah pemerintah dalam memberantas praktik tambang ilegal demi menjaga kelestarian Tanah Gordang Sambilan, yang selama ini dikenal sebagai salah satu kawasan dengan kekayaan alam dan budaya di Sumatera Utara.

Masyarakat Hilir Sungai Merasakan Dampaknya

Hal senada disampaikan tokoh masyarakat Mandailing Natal, Umar Lubis, yang menyebut warga di kawasan hilir sungai menjadi kelompok yang paling merasakan dampak aktivitas PETI.

Menurut Umar, sungai yang sebelumnya menjadi sumber kehidupan masyarakat kini mengalami perubahan. Air menjadi keruh, populasi ikan terus berkurang, dan ekosistem sungai mulai mengalami kerusakan.

“Dulu masyarakat mencari ikan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Sekarang kondisi sungai sudah berubah. Air diduga tercemar dan hasil tangkapan ikan semakin berkurang,” ujarnya.

Ia menambahkan, kerusakan lingkungan bukan hanya berdampak terhadap alam, tetapi juga mengancam kesehatan masyarakat, mata pencaharian warga, serta meningkatkan risiko banjir dan longsor akibat rusaknya daerah aliran sungai.

Ajak Warga Bersatu Melawan Mafia PETI

Umar mengajak seluruh masyarakat untuk tidak tinggal diam menghadapi maraknya aktivitas pertambangan ilegal yang diduga dijalankan oleh jaringan mafia tambang.

Menurutnya, pemberantasan PETI bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah maupun aparat penegak hukum, tetapi membutuhkan partisipasi aktif seluruh lapisan masyarakat.

“Mari kita bersama-sama menjaga lingkungan. Jika mengetahui adanya aktivitas PETI, segera laporkan kepada aparat yang berwenang. Jangan biarkan segelintir orang memperkaya diri dengan merusak tanah yang menjadi sumber kehidupan masyarakat,” tegasnya.

Ia mengingatkan bahwa kerusakan lingkungan yang terus berlangsung akan meninggalkan dampak besar bagi generasi mendatang.

“Jangan sampai Tanah Gordang Sambilan yang kita banggakan berubah menjadi kawasan yang rusak akibat keserakahan manusia. Hutan hilang, sungai tercemar, ikan menghilang, lahan pertanian terganggu, dan risiko bencana semakin besar. Sebelum alam murka, mari kita jaga bersama warisan leluhur ini untuk anak cucu kita,” katanya.

Harap Operasi Pemberantasan PETI Berjalan Konsisten

Umar berharap operasi penertiban yang dilakukan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara bersama aparat terkait tidak berhenti pada satu kegiatan saja, tetapi dilakukan secara berkelanjutan hingga seluruh aktivitas pertambangan emas tanpa izin di Mandailing Natal benar-benar dapat dihentikan.

Menurutnya, keberhasilan memberantas PETI akan menjadi langkah penting dalam menjaga kelestarian lingkungan sekaligus melindungi kehidupan masyarakat di masa depan.

“Melindungi alam hari ini berarti menyelamatkan masa depan Mandailing Natal. Karena itu kami berharap pemerintah tetap konsisten menindak setiap aktivitas tambang ilegal tanpa pandang bulu,” pungkasnya. (Red)