Sumut Inflasi 2,09 Persen, Dipicu Kenaikan Harga Emas

News159 Dilihat

MEDAN – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sumatera Utara merilis inflasi bulanan (month-to-month) pada April 2025 sebesar 1,35%.

Angka ini naik signifikan dibandingkan bulan sebelumnya yang tercatat 0,68%.

Kepala BPS Sumut, Asim Saputra, Jumat (2/5/2025), menyatakan inflasi dipicu penyesuaian tarif listrik serta kenaikan harga emas menjelang Hari Raya Idulfitri.

Setelah dua bulan berturut-turut diberlakukan diskon 50%, tarif listrik kembali normal pada April dan berlaku untuk seluruh pelanggan, baik pascabayar maupun prabayar.

Selain tarif listrik, harga emas turut menyumbang inflasi akibat meningkatnya permintaan menjelang Lebaran.

Kenaikan ini tidak hanya terjadi di regional, tetapi juga mengikuti tren harga global.

Sementara itu, tarif angkutan udara juga meningkat seiring tingginya mobilitas masyarakat untuk mudik.

Meski terdapat tekanan harga dari beberapa komponen, BPS menilai inflasi masih dalam kategori terkendali karena harga-harga bahan pokok relatif stabil.Sedangkan untuk inflasi tahunan (year-on-year) pada April tercatat sebesar 2,09% dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 108,82.

Kota Pematangsiantar mencatat inflasi tahunan tertinggi di Sumatera Utara sebesar 3,54% dengan IHK 110,71.

Sebaliknya,  Karo menjadi wilayah dengan inflasi terendah sebesar 1,03% dan IHK 108,69.

Secara kelompok pengeluaran, kontribusi inflasi terbesar bulan April berasal dari kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga.

Sejumlah komoditas yang ikut mendorong inflasi antara lain cabai merah, bawang merah, emas perhiasan, angkutan udara, serta berbagai jenis ikan dan hasil pertanian lainnya.

Sementara secara tahunan, kelompok makanan, minuman, dan tembakau tercatat sebagai penyumbang utama inflasi dengan andil terbesar. ( swisma)