PADANG LAWAS – Penyaluran bantuan sembako Dinas Sosial (Dinsos) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Padang Lawas (Palas) di Pondok Parsulukan Darul Falah, Lingkungan 4, Kecamatan Barumun, Palas, Sumatera Utara, pada Selasa 15 Nopember 2022 lalu, menjadi sorotan dan menuai protes dari sejumlah elemen masyarakat.
Kegiatan yang ditengarai bersumber dari APBD itu, justru diduga dimanfaatkan menjadi ajang tebar pesona politik, yang ditandai dengan hadirnya sejumlah kader DPC Gerindra Palas.
Tampak logo Pemkab Palas serta foto resmi Plt Bupati Palas dalam spanduk terbentang yang bertuliskan ‘Penyaluran Bantuan Sembako bagi Lembaga Kesejahteraan Sosial Lanjut Usia (LKS-Lansia), menunjukkan itu kegiatan resmi pemerintah.
BACA JUGA : MEDAN- Ketua DPRD Kota Medan, Hasyim SE mengharapkan Kota Medan benar- benar menjadi kota yang berkah yang bisa dirasakan oleh seluruh warga Kota Medan. Hal itu diungkapkan Hasyim SE usai mengikuti upacara HUT Kota Medan ke- 432 di Stadion Mini Universitas Sumatera Utara (USU), Jumat (1/7/2022). "Kita apresiasi beberapa aspirasi warga sudah ditindaklanjuti oleh Pemko Medan. Ini berkaitan dengan 5 program prioritas yang merupakan harapan bagi warga Kota Medan," ungkap Hasyim SE. Seperti di bidang kesehatan. Hasyim SE menilai, pelayanan kesehatan gratis di Puskesmas sudah semakin bagus. Selain itu, ada penambahan kuota yang cukup besar untuk program BPJS Kesehatan Penerima Bantuan Iuran (PBI) di 2022. Sedangkan di 2023, Pemko Medan memiliki program Universal Health Coverage (UHC). "Dengan Program UHC itu, warga Kota Medan sudah bisa berobat di seluruh rumah sakit di Kota Medan yang bekerjasama dengan provider BPJS Kesehatan secara gratis, dengan membawa KTP. Ini berlaku untuk semua warga Kota Medan tanpa terkecuali. Selama ini kan, berobat gratisnya di Puskesmas," papar Hasyim SE. Selain itu, Hasyim SE menambahkan pemberdayaan UMKM di Kota Medan juga sudah semakin baik yang dibuktikan dengan dimasukkannya produk UMKM ke dalam e-katalog. Menurut Hasyim SE, tentunya ini merupakan wujud komitmen Pemko Medan dalam pemberdayaan UMKM di Kota Medan. "Artinya, seluruh OPD sudah bisa berbelanja produk UMKM Kota Medan melalui e-katalog," paparnya. Disinggung tentang penanganan banjir, Hasyim SE mmengharapkan Pemko Medan bisa menuntaskan masalah itu. Walau pun selama ini, penanganan genangan air di Kota Medan dinilai sudah lebih baik dari sebelumnya. "Begitu juga dengan penanganan banjir rob yang sudah dianggarkan dan di tahun 2022 ini sudah bisa digunakan anggarannya. Saya harap ini bisa didukung oleh seluruh stakeholders di Kota Medan, karena ini menjadi aspirasi warga Medan Utara" ujarnya. Terkait dengan infrastruktur jalan yang terlihat semakin banyak perbaikan, Hasyim SE mengharapkan agar kwalitas infrastruktur jalannya juga baik. Jangan, ketika baru diaspal saja yang terlihat mulus, namun tidak diikuti dengan kwalitas yang baik. Begitu juga dengan revitalisasi cagar budaya, seperti Lapangan Merdeka, Medan. Hasyim SE menilai hal itu sebagai langkah yang baik untuk menambah ruang terbuka hijau di Kota Medan. "Saya berharap, di usia Kota Medan yang cukup matang ini, ke- 432, Kota Medan benar- benar bisa menjadi kota yang nyaman, tentram, kondusif, angka kemiskinan bisa diturunkan dan tentunya menjadi kota yang berkah," pungkas Hasyim SE.
Foto-foto kegiatan itu pun kemudian beredar luas di media sosial disertai caption protes. Sejumlah elemen masyarakat pun menyayangkan sikap Dinsos Pemkah Palas, yang terkesan melakukan politik praktis.
Seperti disampaikan Kepala Bidang (Kabid) Hukum DPD Partai Nasdem Palas, Donna Siregar SH, yang memprotes keras kegiatan penyaluran bantuan sembako tersebut, karena dimanfaatkan menjadi kampanye terselubung partai politik tertentu.
“Sesuai undang-undang, pemerintah dan ASN harus netral, tidak terlibat dalam politik praktis. Apalagi ini kegiatan resmi Dinas Sosial Pemkab Palas, yang menggunakan uang pajak rakyat,” kata Donna Siregar, Jumat (18/11/2022).
Ia juga mempertanyakan kapasitas DPC Gerindra Palas yang hadir, dan bahkan turut aktif pada kegiatan penyaluran bantuan sosial tersebut.
“Sangat memalukan. Ini cara-cara kampanye politik yang sangat tidak sehat, tidak mengedukasi dan terindikasi pelanggaran. Jangan pula karena Plt Bupati Palas sekaligus Ketua DPC Gerindra, bisa semena-mena memanfaatkan kegiatan Pemkab Palas menjadi kampanye partai,” tegasnya.
Lebih lanjut, Donna mengatakan, Pemkab Palas bukanlah milik segelintir oknum, apalagi berafiliasi dengan partai politik.
“Kami akan melaporkan hal ini ke pihak-pihak terkait. Karena ini terang-terangan merupakan pelanggaran sangat fatal, baik dari sisi pemerintahan, maupun etika perpolitikan di Indonesia,” tegasnya.
Tak hanya itu, Donna juga memprotes klaim DPC Gerindra Palas seolah seluruh bantuan tersebut berasal dari partai tadi.
Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Palas, Pauzan Nasution, mengatakan Dinsos Pemkab Palas siap bekerjasama dengan siapapun untuk membantu masyarakat Palas.
“Besok, kami juga akan menyalurkan bantuan bersama dewan dari PKS,” tulis Pauzan membalas pesan wartawan. (Red)
Post Views: 865