Gebrakan Bobby Nasution Melalui Saling, Tak Hanya Serap Keluhan Masyarakat, Juga Temukan Potensi Suatu Wilayah

News285 Dilihat

GLOBALMEDAN.COM, MEDAN – Program terbaru sapa lingkungan (Saling) yang diusung Wali Kota Medan Bobby Nasution memberikan dampak besar karena hasilnya bisa dirasakan masyarakat. Selain untuk melihat dan mengetahui langsung masalah yang terjadi di tengah masyarakat, program Saling juga membuka lebar kesempatan untuk menemukan potensi yang dimiliki suatu wilayah, terutama UMKM.

Terbukti, setelah melaksanakan program Saling di empat kecamatan, Bobby Nasution menemukan banyak potensi yang dimiliki wilayah. Setelah UMKM pelaku usaha konveksi sepatu di Kecamatan Medan Denai, baru-baru ini, Bobby Nasution juga menemukan potensi wilayah melalui UMKM Teh Telang di Kecamatan Medan Helvetia.

Tidak hanya sekadar melihat dan mengetahuinya, menantu Presiden RI Joko Widodo ini juga menginstruksikan pimpinan OPD terkait untuk membantu pelaku UMKM guna mendukung kemudahan dan kelancaran usaha mereka. Selain menjadi wujud tanggung jawab pemerintah, hal ini dilakukan agar UMKM naik kelas sesuai yang diharapkan Bobby Nasution.

BACA JUGA :  MEDAN- Ketua DPRD Kota Medan, Hasyim SE mengharapkan Kota Medan benar- benar menjadi kota yang berkah yang bisa dirasakan oleh seluruh warga Kota Medan. Hal itu diungkapkan Hasyim SE usai mengikuti upacara HUT Kota Medan ke- 432 di Stadion Mini Universitas Sumatera Utara (USU), Jumat (1/7/2022). "Kita apresiasi beberapa aspirasi warga sudah ditindaklanjuti oleh Pemko Medan. Ini berkaitan dengan 5 program prioritas yang merupakan harapan bagi warga Kota Medan," ungkap Hasyim SE. Seperti di bidang kesehatan. Hasyim SE menilai, pelayanan kesehatan gratis di Puskesmas sudah semakin bagus. Selain itu, ada penambahan kuota yang cukup besar untuk program BPJS Kesehatan Penerima Bantuan Iuran (PBI) di 2022. Sedangkan di 2023, Pemko Medan memiliki program Universal Health Coverage (UHC). "Dengan Program UHC itu, warga Kota Medan sudah bisa berobat di seluruh rumah sakit di Kota Medan yang bekerjasama dengan provider BPJS Kesehatan secara gratis, dengan membawa KTP. Ini berlaku untuk semua warga Kota Medan tanpa terkecuali. Selama ini kan, berobat gratisnya di Puskesmas," papar Hasyim SE. Selain itu, Hasyim SE menambahkan pemberdayaan UMKM di Kota Medan juga sudah semakin baik yang dibuktikan dengan dimasukkannya produk UMKM ke dalam e-katalog. Menurut Hasyim SE, tentunya ini merupakan wujud komitmen Pemko Medan dalam pemberdayaan UMKM di Kota Medan. "Artinya, seluruh OPD sudah bisa berbelanja produk UMKM Kota Medan melalui e-katalog," paparnya. Disinggung tentang penanganan banjir, Hasyim SE mmengharapkan Pemko Medan bisa menuntaskan masalah itu. Walau pun selama ini, penanganan genangan air di Kota Medan dinilai sudah lebih baik dari sebelumnya. "Begitu juga dengan penanganan banjir rob yang sudah dianggarkan dan di tahun 2022 ini sudah bisa digunakan anggarannya. Saya harap ini bisa didukung oleh seluruh stakeholders di Kota Medan, karena ini menjadi aspirasi warga Medan Utara" ujarnya. Terkait dengan infrastruktur jalan yang terlihat semakin banyak perbaikan, Hasyim SE mengharapkan agar kwalitas infrastruktur jalannya juga baik. Jangan, ketika baru diaspal saja yang terlihat mulus, namun tidak diikuti dengan kwalitas yang baik. Begitu juga dengan revitalisasi cagar budaya, seperti Lapangan Merdeka, Medan. Hasyim SE menilai hal itu sebagai langkah yang baik untuk menambah ruang terbuka hijau di Kota Medan. "Saya berharap, di usia Kota Medan yang cukup matang ini, ke- 432, Kota Medan benar- benar bisa menjadi kota yang nyaman, tentram, kondusif, angka kemiskinan bisa diturunkan dan tentunya menjadi kota yang berkah," pungkas Hasyim SE.

“Nanti, melalui dinas kita, saling berkoordinasi ya bu. Apa yang dibutuhkan, alat seperti apa yang ibu perlukan,” kata Bobby Nasution kepada Siti Mira Rachmi, pemilik UMKM Teh Telang yang berlokasi di Jalan Asrama Gg Jayak, Kecamatan Medan Helvetia, Jumat (8/4) lalu.

Tidak itu saja, kepada pelaku UMKM tersebut, suami Ketua TP PKK Kota Medan Kahiyang Ayu itu juga mengungkapkan,  Pemko Medan melalui Dinas Koperasi dan UKM Kota Medan juga akan melakukan dan memberikan pelatihan.

“Insya Allah, mudah-mudahan bisa semakin membantu ya bu. Semoga usahanya meningkat pesat,” harapnya seraya membeli hasil produksi Teh Telang yang disambut senyum bahagia dan ucapan terima kasih dari pelaku UMKM tersebut.

Kegiatan Saling yang dilakukan Bobby Nasution mendapat respon positif dari dosen Universitas Pembangunan Panca Budi Medan Dr Rahima Br Purba SE MSi Ak CA. Rahima mengungkapkan, Saling menjadi gebrakan baru bagi Kota Medan di bawah kepemimpinan Bobby Nasution. Terlebih, kegiatan itu membuka peluang besar untuk mencari dan mengetahui potensi wilayah yang ada.

“Memang, sebagai kepala daerah, Bobby Nasution harus mampu mencari celah peluang untuk membantu masyarakat yang selama ini bermata pencaharian lewat UMKM. Nah, Saling jadi cara yang cukup tepat,” bilang Rahima saat dihubungi, Minggu (17/4).

Upaya Bobby Nasution untuk membantu pengembangan UMKM, terang Rahima, juga harus sejalan dengan memberi solusi bagi pelaku UMKM. Apalagi, tak jarang, pelaku UMKM terkendala modal atau mungkin minimnya perlengkapan pendukung yang menyulitkan mereka berkembang.

“Upaya dan dukungan yang dilakukan kita harap mampu mendorong pelaku UMKM untuk memiliki daya saing di pasaran,” timpalnya seraya menambahkan bahwa Bobby Nasution harus senantiasa mendengarkan segala permasalahan klasik yang selama ini membuat perkembangan mereka terhambat misalnya soal perizinan atau soal mendapatkan merk yang menjadi brand.

Terakhir, Rahima menyarankan agar Pemko Medan mengefektifkan bantuan dari pihak ketiga seperti CSR dari BUMN maupun pihak swasta lainnya di Kota Medan. “CSR yang tepat sasaran tentu akan mendukung para pelaku UMKM untuk berkembang,” pungkasnya.(rizky)