Distribusikan Beras SPHP 14.970 Ton, Bulog Sumut Jamin Stok Pangan Aman Hadapi Lebaran

News94 Dilihat

MEDAN— Perum Bulog Kantor Wilayah (Kanwil) Sumatera Utara menegaskan komitmennya dalam menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan bagi masyarakat menjelang Hari Raya Idulfitri 2026.

Budi Cahyanto menjelaskan bahwa ‘Bulog saat ini gencarkan Gerakan Pangan Murah (GPM) melalui berbagai saluran distribusi,” kata Pemimpin Wilayah Perum Bulog Kanwil Sumut, Budi Cahyanto, Jumat (13/03/2026).

Disebutkannya, hal itu guna memastikan masyarakat mendapatkan akses pangan pokok dengan harga terjangkau di tengah meningkatnya kebutuhan menyambut Lebaran.

Bulog, kata Budi memiliki strategi distribusi yang komprehensif melalui delapan saluran utama.

Program ini difokuskan pada penyaluran beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) agar menjangkau seluruh lapisan masyarakat tanpa terkecuali.

Gerakan Pangan Murah ini adalah upaya pemerintah melalui Bulog untuk mendistribusikan beras SPHP ke seluruh jangkauan masyarakat.

“Kami memiliki delapan saluran utama, mulai dari pasar tradisional, Koperasi Desa atau Kelurahan Merah Putih hingga sinergi dengan BUMN lain seperti PT Pos, RMI, ID Food, dan Pupuk Indonesia,” papar Budi

Selain itu, distribusi juga dilakukan melalui instansi pemerintah daerah, TNI, Polri, Kejaksaan, Bank Indonesia, serta koperasi milik pemda dan outlet BUMD di masing-masing kabupaten/kota.

Saluran terakhir yang sangat efektif adalah Rumah Pangan Kita (RPK) yang dikelola langsung oleh masyarakat di bawah binaan Bulog.

Khusus untuk kerja sama dengan Polda Sumut, Bulog menargetkan distribusi SPHP sebesar 10% dari total target tahunan 49 ribu ton, yaitu sekitar 4.900 ton melalui jaringan Polri di wilayah tersebut.

Hingga pertengahan Maret 2026, Bulog Sumut mencatat telah mendistribusikan beras SPHP sebanyak 14.970 ton.

Budi memastikan bahwa stok akan terus ditambah dan didistribusikan tanpa hambatan, bahkan saat memasuki masa libur lebaran nantinya.

“Kami tidak memberikan batasan distribusi, bahkan saat lebaran pun kami tetap bekerja. Ini adalah langkah antisipasi terhadap potensi gangguan distribusi saat hari besar keagamaan agar beras Bulog tetap tersedia bagi masyarakat,” tegasnya.

Terkait Program Bantuan Pangan, Bulog Sumut targetkan penyaluran kepada 1.752.000 Keluarga Penerima Manfaat (KPM).

“Hingga saat ini, sebanyak 21.000 KPM telah menerima bantuan tersebut,” sebutnya.

Setiap penerima manfaat akan mendapatkan paket berupa 20 kilogram beras dan 4 liter minyak goreng secara gratis.

“Kami optimis target ini selesai pada 31 Maret 2026. Orientasi kami adalah membantu kebutuhan masyarakat sehingga menjelang dan pasca Lebaran, kebutuhan pangan pokok mereka sudah tercukupi,” kata Budi.

Mengenai penyerapan gabah, Bulog Sumut telah menyerap sekitar 4.800 ton beras atau setara 9.600 ton gabah kering panen dari berbagai daerah seperti Deli Serdang, Serdang Bedagai, Langkat, Simalungun, hingga Mandailing Natal.

Rata-rata penyerapan mencapai 300 hingga 350 ton per hari.

Budi juga menyoroti ketersediaan Minyakita. Bulog Sumut telah mendistribusikan sekitar 4 juta liter Minyakita ke seluruh wilayah Sumatera Utara, termasuk ke daerah terpencil seperti Kepulauan Nias yang telah menerima 300.000 liter.

“Kami pastikan harga di semua pengecer sama, baik yang dekat pabrik maupun di pelosok Nias,” katanya.

Pengecer mendapatkan harga Rp14.500 per liter dan wajib menjual ke konsumen maksimal Rp15.700 sesuai HET.

“Jika masih ditemukan harga di atas HET, kemungkinan itu stok lama dari distributor lain. Maka saya mengimbau pedagang pasar tradisional untuk bergabung menjadi mitra Bulog agar mendapatkan harga modal yang sesuai aturan,” imbaunya.

Selain beras dan minyak, Bulog Sumut juga telah menyiagakan stok jagung sebanyak 3.500 ton di gudang.

Stok ini dipersiapkan untuk didistribusikan kepada peternak mandiri telur dengan harga subsidi Rp5.000 per kilogram (harga beli Bulog Rp6.400).

Saat ini Bulog masih menunggu penugasan resmi dari Badan Pangan Nasional (Bapanas) untuk mulai mendistribusikannya.

Dengan berbagai langkah strategis ini, Perum Bulog Kanwil Sumut meyakinkan masyarakat bahwa ketersediaan bahan pangan pokok dalam kondisi aman dan harganya akan tetap terkendali hingga perayaan Idul Fitri 2026 mendatang. ( swisma)