Pastikan Ketersediaan Pangan Aman Selama Ramadan dan Idul Fitri, Bulog  Sumut Perketat Distribusi

News178 Dilihat

MEDAN — Meskipun harga beras sempat mengalami kenaikan di pasaran, namun dipastikan memastikan ketersediaan pangan pokok tetap aman selama Ramadan 2026.

Keyakinan itu diungkapkan Pemimpin Wilayah Perum Bulog Kanwil Sumatera Utara, Budi Cahyanto saat buka puasa bersama media,Senin (2/3/2026).

Dia menjelaskan, kenaikan tersebut bukan semata akibat lonjakan permintaan puasa, melainkan dampak faktor eksternal, terutama bencana banjir di sejumlah wilayah Aceh seperti Aceh Timur, Aceh Tengah, dan Aceh Selatan.

Kondisi itu membuat pelaku penggilingan dari daerah terdampak membeli gabah ke Sumut sehingga harga di tingkat petani ikut terdorong naik.

“Tren kenaikan harga beras  ini bukan karena permintaan puasa, tapi karena wilayah Aceh terdampak banjir sehingga pedagang penggilingan datang ke Sumatera Utara. Itu yang membuat harga gabah naik,” ujar Budi.

Ia menambahkan, pada periode normal Januari–Februari harga gabah biasanya berada di kisaran Rp6.500 per kilogram. Namun saat ini harga tersebut sulit ditemukan sehingga ikut memengaruhi harga beras di pasar.

Untuk meredam dampaknya, Bulog meningkatkan penyaluran beras SPHP di awal tahun.

Meski demikian, ia menegaskan kondisi stok tetap terkendali. Saat ini cadangan beras pemerintah (CBP) di Sumut tercatat sekitar 51.350 ton dan telah tersebar di seluruh gudang wilayah.

Dalam waktu dekat, tambahan pasokan sekitar 27.000 ton juga akan masuk dari daerah lain.

Selain beras, Bulog juga memiliki stok komoditas lain berupa beras premium 275 ton, jagung 2.789 ton, gula sekitar 250 ton, Minyakita sekitar 1,9 juta liter, serta minyak goreng premium sekitar 150 ribu liter.

“Jadi bisa dipastikan stok kita cukup,” tegasnya.

Budi juga menyebutkan, penyaluran program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) pun terus berjalan.

Dari target sisa tahun lalu 43.620 ton, realisasi saat ini telah mencapai 11.147 ton.

Sementara jumlah penerima bantuan pangan di Sumut meningkat dari sekitar 844 ribu menjadi 1,725 juta orang dengan kebutuhan sekitar 34.500 ton beras dan 6,9 juta liter minyak.

Bulog juga menyalurkan minyak goreng melalui dua skema, yakni komersial dan penugasan pemerintah. Minyakita komersial dijual sesuai HET Rp15.700 per liter, dengan harga distribusi Bulog ke pengecer sekitar Rp14.500.

Dijelaskan Budi, semua pasar di Sumatera Utara saat ini sudah menjual Minyakita sesuai ketentuan. Sehingga cepat terjual dikarenakan harganya relatif murah.

Untuk distribusinya juga telah menjangkau pasar seperti Simpang Limun, Setia Budi, hingga Helvetia.

Dalam sektor pengadaan dalam negeri, kinerja penyerapan juga meningkat.

Jika tahun lalu rata-rata hanya 100–110 ton per hari, kini mencapai 150–160 ton per hari.

Untuk jagung, realisasi penyerapan telah sekitar 960 ton dari target 28 ribu ton dengan strategi pembelian bertahap agar tidak mengganggu harga pasar.

Budi menegaskan Bulog telah menyiapkan mekanisme suplai lintas wilayah jika terjadi kekurangan stok di daerah tertentu.

Ia optimistis stabilitas pasokan dan harga tetap terjaga hingga setelah Lebaran sehingga masyarakat dapat menjalankan ibadah dengan tenang. ( swisma