Dicetak 13 Ribu Per Hari, Yayasan Restu Wakafkan Al -Quran 300 Ribu

News804 Dilihat

GLOBALMEDAN.COM, PUTRAJAYA -Pusat percetakan Nasyrul Quran yang berada di bawah naungan kerajaan bekerjasama  dengan Yayasan Restu dan Kementerian Dalam Negeri mencetak naskah al-Quran 13 ribu  per tahunnnya.

“Jadi dalam setahun, ada 1 juta naskah al-Quran dengan berbagai ukuran dihasilkan dari tempat ini,”  kata Marketing Nasyrul Quran di Putrajaya, Umar, Sabtu (10/9/2022).

 

Dari hasil cetakan naskah quran itu, 30 persen atau 300 ribu dari naskah Al Quran diwakafkan ke negara yang berpenduduk minoritas Islam, seperti Afrika, Kazakhstan, Bangladesh dan lainnya.

Menurut Umar, kompleks Nasyrul Quran merupakan pusat percetakan al-Quran terpadu yang pertama di Malaysia, dan kedua terbesar di dunia setelah Pusat Percetakan al-Quran al-Malik Fahd di Madinah.

 

Pembangunan komplek ini menelan biaya RM60 juta untuk bangunan dan pembelian mesin cetak. Dana tersebut didukung Kerajaan Malaysia melalui Kementerian Keuangan Malaysia dan Majlis Agama Islam Wilayah Persekutuan (MAIWP).

Kompleks ini mulai beroperasi pada 13 Juni 2017 dan diresmikan oleh Timbalan Perdana Menteri Malaysia saat itu, Datuk Seri Ahmad Zahid Hamidi.

Tak hanya mencetak Al Quran, kompleks bangunan bercat putih berhias artefak Islam di Jalan P14J Presint 14, Wilayah Persekutuan Putrajaya Malaysia ini
juga menjual berbagai jenis produk berkaitan Al Quran, poster kaligrafi, buku, cenderamata, dan lainnya.

Disebutkannya, Al Quran tersebut juga  dapat dibeli. Harga tertinggi RM35.000 karena proses pembuatannya ditulis dengan tangan, sedangkan yang termurah RM20.

Bangunan putih yang berada di kawasan Kompleks Nasyrul Quran itu terdiri dari tiga lantai dan tiap lantainya memiliki galeri.

Memasuki Kompleks Nasyrul Quran, pengunjung wajib membuka sepatu atau sandal. Ini demi menjaga kesucian tempat yang menghasilkan kitab Al-Quran.

 

Di kawasan itu, pengunjung boleh melihat sendiri proses pencetakan dilakukan. Ada juga naskah dicetak dengan terjemahan dalam bahasa Jawi, Inggris, Melayu, dan Cina.

Selain itu pengunjung juga dapat melihat  lembaran-lembaran Al-Quran dari beberapa tempat atau negara, serta peralatan yang digunakan untuk penulisan Al Quran dengan tangan seperti bulu landak, ijuk, handam, buluh.

Di lantai 2, ada Galeri Mushaf Antarabangsa (International Mushaf Gallery). Selain manuskrip al-Quran, pengunjung juga bisa naik ke lantai 3, tempat galeri seni bina dan hiasan interior Islam.

Desain, motif dan kaligrafi yang diolah dan diaplikasikan dalam interior bangunan Kompleks Nasyrul Quran 100 persen menggunakan jubin (ubin) keramik keluaran Yayasan Restu

Yayasan Restu itu juga membuat desain-desain yang dibuat dk seluruh masjid di Malaysia, seperti interior kubah Masjid Al-Arfiah Segari Perak, interior Masjid Imtiaz Melaka, interior Hotel Mudzaffar Melaka, Masjid Al-Badr Pulau Pangkor. Ada juga desain untuk kaligrafi di Masjid Jamiul Huda, Jeram, Selangor

BACA JUGA :  MEDAN- Ketua DPRD Kota Medan, Hasyim SE mengharapkan Kota Medan benar- benar menjadi kota yang berkah yang bisa dirasakan oleh seluruh warga Kota Medan. Hal itu diungkapkan Hasyim SE usai mengikuti upacara HUT Kota Medan ke- 432 di Stadion Mini Universitas Sumatera Utara (USU), Jumat (1/7/2022). "Kita apresiasi beberapa aspirasi warga sudah ditindaklanjuti oleh Pemko Medan. Ini berkaitan dengan 5 program prioritas yang merupakan harapan bagi warga Kota Medan," ungkap Hasyim SE. Seperti di bidang kesehatan. Hasyim SE menilai, pelayanan kesehatan gratis di Puskesmas sudah semakin bagus. Selain itu, ada penambahan kuota yang cukup besar untuk program BPJS Kesehatan Penerima Bantuan Iuran (PBI) di 2022. Sedangkan di 2023, Pemko Medan memiliki program Universal Health Coverage (UHC). "Dengan Program UHC itu, warga Kota Medan sudah bisa berobat di seluruh rumah sakit di Kota Medan yang bekerjasama dengan provider BPJS Kesehatan secara gratis, dengan membawa KTP. Ini berlaku untuk semua warga Kota Medan tanpa terkecuali. Selama ini kan, berobat gratisnya di Puskesmas," papar Hasyim SE. Selain itu, Hasyim SE menambahkan pemberdayaan UMKM di Kota Medan juga sudah semakin baik yang dibuktikan dengan dimasukkannya produk UMKM ke dalam e-katalog. Menurut Hasyim SE, tentunya ini merupakan wujud komitmen Pemko Medan dalam pemberdayaan UMKM di Kota Medan. "Artinya, seluruh OPD sudah bisa berbelanja produk UMKM Kota Medan melalui e-katalog," paparnya. Disinggung tentang penanganan banjir, Hasyim SE mmengharapkan Pemko Medan bisa menuntaskan masalah itu. Walau pun selama ini, penanganan genangan air di Kota Medan dinilai sudah lebih baik dari sebelumnya. "Begitu juga dengan penanganan banjir rob yang sudah dianggarkan dan di tahun 2022 ini sudah bisa digunakan anggarannya. Saya harap ini bisa didukung oleh seluruh stakeholders di Kota Medan, karena ini menjadi aspirasi warga Medan Utara" ujarnya. Terkait dengan infrastruktur jalan yang terlihat semakin banyak perbaikan, Hasyim SE mengharapkan agar kwalitas infrastruktur jalannya juga baik. Jangan, ketika baru diaspal saja yang terlihat mulus, namun tidak diikuti dengan kwalitas yang baik. Begitu juga dengan revitalisasi cagar budaya, seperti Lapangan Merdeka, Medan. Hasyim SE menilai hal itu sebagai langkah yang baik untuk menambah ruang terbuka hijau di Kota Medan. "Saya berharap, di usia Kota Medan yang cukup matang ini, ke- 432, Kota Medan benar- benar bisa menjadi kota yang nyaman, tentram, kondusif, angka kemiskinan bisa diturunkan dan tentunya menjadi kota yang berkah," pungkas Hasyim SE.

Pengunjung mendapat cenderamata setelah membuat pendaftaran secara online melalui scan barcode, dan memperlihatkannya kepada petugas di counter yang disediakan di akhir kunjungan.

Untuk tahu proses penuh percetakan al-Quran, juga bisa ke Kompleks Seni Islam Antarabangsa di Shah Alam. Sebelum al-Quran dicetak Kompleks Nasyrul Quran, proses kajian susunatur dan rekaan motif dibuat di situ.

Kunjungan ke percetakan ini merupakan bagian lawatan dari
undangan Tourism Malaysia Medan dalam gelaran Fam Trip Exciting Vacation in Malaysia – Nature to City Experience. Fam Trip berlangsung 6 – 11 September 2022 itu diikuti 7 media an 7 travel agent Medan.

Kunjungan ini dipandu Suraya Hani Muhamad, Pegawai Pelancongan Tertinggi (Senior Tourism Officer) Tourism Malaysia Putrajaya dan
Marketing Executive Tourism Malaysia Medan Natasya Andriani.
( swisma)