Di Pencanangan Medan Kota Integrasi SIMPEG Dengan SIASN BKN, Bobby Nasution Ingatkan ASN Sering Perbahurui Data

News504 Dilihat

GLOBALMEDAN.COM, MEDAN – Apresiasi dan ucapan terima kasih disampaikan Wali Kota Medan Bobby Nasution kepada Badan Kepegawaian Negara (BKN) karena memilih Kota Medan sebagai Pencanangan Integrasi Sistem Informasi Managemen Kepegawaian (SIMPEG) dengan Sistem Informasi Aparatur Sipil Negara (SIASN) BKN. Tentunya ini sebagai langkah awal Pemko Medan dalam penataan data dan sistem informasi kepegawaian guna mewujudkan one system one data.

Setelah pencanangan ini dilakukan, orang nomor satu di Pemko Medan ini berharap agar BKN tidak meninggalkan Pemko Medan. Sebab, ungkapnya, berdasarkan pengalaman selama ini, beberapa kali pencanangan dilakukan akhirnya Pemko Medan berjalan sendiri dan tidak ada yang memandu lagi.

“Jadi, kami berharap BKN tetap mendampingi kami sampai sistem benar-benar berjalan dengan baik dan lancar. Bukan hanya di lingkungan Pemko Medan, tapi juga di seluruh Indonesia,” kata Bobby Nasution dalam Pencanangan SIMPEG dengan SIASN BKN di Balai Kota Medan, Jumat (29/7).

Dihadiri Plt Kepala BKN Dr Ir Bima Haria Wibisana MSIS, Deputi SINKA BKN Suharmen SKOM MSi, Kepala Kantor Regional VI BKN Medan Dr Janry HUP Simanungkalit SSI MSi, Plt Kepala BKD dan PSDM Kota Medan Sutan Tolang Lubis, Kepala Cabang Utama PT Taspen Medan Subagyo SE MM, Distributor Head I Sumatera Bank Mandiri Taspen Tiara serta pimpinan OPD dan camat di lingkungan Pemko Medan, Bobby Nasution selanjutnya sangat mendukung dilakukannya pencanangan tersebut. Apalagi Medan merupakan kota pertama menerapkan Integrasi SIMPEG dengan SIASN BKN.

BACA JUGA :  MEDAN- Ketua DPRD Kota Medan, Hasyim SE mengharapkan Kota Medan benar- benar menjadi kota yang berkah yang bisa dirasakan oleh seluruh warga Kota Medan. Hal itu diungkapkan Hasyim SE usai mengikuti upacara HUT Kota Medan ke- 432 di Stadion Mini Universitas Sumatera Utara (USU), Jumat (1/7/2022). "Kita apresiasi beberapa aspirasi warga sudah ditindaklanjuti oleh Pemko Medan. Ini berkaitan dengan 5 program prioritas yang merupakan harapan bagi warga Kota Medan," ungkap Hasyim SE. Seperti di bidang kesehatan. Hasyim SE menilai, pelayanan kesehatan gratis di Puskesmas sudah semakin bagus. Selain itu, ada penambahan kuota yang cukup besar untuk program BPJS Kesehatan Penerima Bantuan Iuran (PBI) di 2022. Sedangkan di 2023, Pemko Medan memiliki program Universal Health Coverage (UHC). "Dengan Program UHC itu, warga Kota Medan sudah bisa berobat di seluruh rumah sakit di Kota Medan yang bekerjasama dengan provider BPJS Kesehatan secara gratis, dengan membawa KTP. Ini berlaku untuk semua warga Kota Medan tanpa terkecuali. Selama ini kan, berobat gratisnya di Puskesmas," papar Hasyim SE. Selain itu, Hasyim SE menambahkan pemberdayaan UMKM di Kota Medan juga sudah semakin baik yang dibuktikan dengan dimasukkannya produk UMKM ke dalam e-katalog. Menurut Hasyim SE, tentunya ini merupakan wujud komitmen Pemko Medan dalam pemberdayaan UMKM di Kota Medan. "Artinya, seluruh OPD sudah bisa berbelanja produk UMKM Kota Medan melalui e-katalog," paparnya. Disinggung tentang penanganan banjir, Hasyim SE mmengharapkan Pemko Medan bisa menuntaskan masalah itu. Walau pun selama ini, penanganan genangan air di Kota Medan dinilai sudah lebih baik dari sebelumnya. "Begitu juga dengan penanganan banjir rob yang sudah dianggarkan dan di tahun 2022 ini sudah bisa digunakan anggarannya. Saya harap ini bisa didukung oleh seluruh stakeholders di Kota Medan, karena ini menjadi aspirasi warga Medan Utara" ujarnya. Terkait dengan infrastruktur jalan yang terlihat semakin banyak perbaikan, Hasyim SE mengharapkan agar kwalitas infrastruktur jalannya juga baik. Jangan, ketika baru diaspal saja yang terlihat mulus, namun tidak diikuti dengan kwalitas yang baik. Begitu juga dengan revitalisasi cagar budaya, seperti Lapangan Merdeka, Medan. Hasyim SE menilai hal itu sebagai langkah yang baik untuk menambah ruang terbuka hijau di Kota Medan. "Saya berharap, di usia Kota Medan yang cukup matang ini, ke- 432, Kota Medan benar- benar bisa menjadi kota yang nyaman, tentram, kondusif, angka kemiskinan bisa diturunkan dan tentunya menjadi kota yang berkah," pungkas Hasyim SE.

Dikatakannya, tujuan pencanangan dilakukan sebagai upaya perubahan di bidang kepegawaian dalam menyikapi perkembangan zaman saat ini. Salah satu perubahan yang dilakukan yakni sumber daya manusia (SDM). Artinya, bilangnya, SDM setiap waktu harus terus ditingkatkan. Tentunya peningkatan yang dilakukan harus berdasarkan data yang benar dan akurat. Sebab, pendataan yang benar dan akurat dapat dipertanggungjawabkan.

“Tidak ada keputusan maupun kebijakan yang salah. Yang ada basis datanya yang tidak akurat. Itu sebabnya pengambilan keputusan yang dilakukan tidak sesuai dengan apa yang dibutuhkan, baik yang dibutuhkan masyarakat maupun dibutuhkan oleh SDM di lingkungan Pemko Medan,” ungkapnya.

Oleh karenanya melalui kegiatan pencanangan ini, kata Bobby Nasution, tujuannya yang ingin dicapai dengan pencanangan ini yakni bagaimana sistem kepegawaian di pemerintahan bisa mencapai SDM yang unggul. Hal itu, imbuhnya, harus dimulai dengan melakukan pendataan yang lebih baik dan terintegrasi.

Diungkapkan menantu Presiden Joko Widodo ini, ia telah berdiskusi dengan DPRD Medan dan Badan Pengelola Pajak dan Retribusi Daerah (BPPRD) Kota Medan terkait permintaan para ASN yang sudah purna bakti (pensiun) untuk pengurangan Pajak Bumi Bangunan (PBB) atau pajak lainnya. Dikatakan Bobby, permintaan mereka itu harus dihargai, sebab mereka sudah berbakti dan mencurahkan waktu dan pikirannya untuk Kota Medan.

“Jadi ASN yang sudah pensiun ini tidak perlu lagi mengajukan pemotongan atau pengurangan PBB maupun pajak lainnya. Tapi ini tidak bisa dilakukan karena tidak ada data yang terintegritas. Apabila data sudah terintegrasi, tentunya begitu melihat KTP langsung diketahui mereka sudah pensiun sehingga dapat dilakukan pengurangan sebagai bentuk penghargaan. Tapi karena data tidak terintegrasi, KTP mereka tetap tertulis ASN,” paparnya.

Terkait itu, Bobby Nasution ingin dilakukannya pendataan secara akurat dan terintegrasi. Apabila ASN memasuki purna bakti, lanjutnya, data yang ada di BKD terintegrasi dengan dinas-dinas yang lain,  terkhusus Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil. Dengan demikian apabila ASN yang bersangkutan pensiun dan menerima SK Pensiun, maka KTP dan KK langsung diperbaharui sehingga tertulis pensiun sehingga memudahkan mendapatkan reward-reward ke depannya.

“Kita harus menyambut baik pencanangan ini dan berterima kasih karena sekarang Kota Medan dipilih menjadi kota pencanangan. Saya minta kepada seluruh jajaran ASN di lingkungan Pemko Medan, kuncinya satu yakni melakukan pemutakhiran data. Jadi, sering-sering kita memutakhirkan dan memperbaharui data. Jangan salahkan kalau datanya tidak terbarukan dan kemudian menyalahkan salah satu dinas di lingkungan Pemko Medan. Justru salahkan diri masing-masing karena datanya tidak terbaharukan,” pesannya mengingatkan.

Sebelum pencanangan dilakukan, Deputi SINKA BKN Suharmen S.Kom MSi lebih dulu melakukan pemaparan terkait tujuan penerapan Integrasi SIMPEG dengan SIASN BKN. Setelah itu dilanjutkan dengan penandatanganan komitmen antara Plt Kepala BKN dengan Wali Kota. Kemudian diikuti dengan penandatanganan action plan Kepala Regional VI BKN Medan dengan Plt BKD dan PSDM Kota Medan. Acara pencanangan dipungkasi dengan penyerahan SK Pensiun secara simbolis kepada sejumlah ASN yang pensiun, Tunjangan Hari Tua (THT), KTP dan KK.(rizky)