Cara Bobby Nasution Tingkatkan Kesejahteraan Masyarakat Nelayan, Pemko Medan Harus Terus Lakukan Pendampingan

News226 Dilihat

GLOBALMEDAN.COM, MEDAN – Peningkatan ekonomi masyarakat, terutama para nelayan menjadi fokus perhatian Wali Kota Medan Bobby Nasution. Orang nomor satu di Pemko Medan ini terus berupaya keras untuk meningkatkan kesejahteraan para nelayan beserta keluarganya di Kawasan Medan Utara. Sebagai bentuk upaya untuk mewujudkan keinginan tersebut, Pemko Medan melalui OPD terkait memberikan pembinaan, pelatihan, pendampingan serta bantuan kepada para istri nelayan sehingga mereka dapat berwirausaha.

Menurut Bobby Nasution, nelayan itu bukan hanya seseorang yang pergi ke laut, tetapi orang-orang yang menunggu di rumah juga merupakan bagian dari nelayan. Oleh karenanya untuk membantu kehidupan para nelayan tersebut, menantu Presiden Joko Widodo ini mendorong para istri nelayan untuk berusaha sehingga nantinya mampu membantu perekonomian keluarga.

Keinginan untuk meningkatkan kehidupan para nelayan sudah disampaikan Bobby Nasution saat menghadiri acara rembug nelayan di Jalan Sembilang Pajak Baru, Kelurahan Belawan Bahagia, Kecamatan Medan Belawan, Rabu (23/2) lalu. Dalam dialog itu, Bobby Nasution berjanji untuk membantu istri nelayan berwirausaha.

”Kemarin kita sudah janji, satu persatu janji itu coba kita penuhi. Mudah-mudahan istri nelayan bisa terbantu dan mereka semakin bersemangat lagi dalam berwirausaha,” kata Bobby Nasution ketika menyerahkan sejumlah bantuan bagi istri nelayan yang berusaha olahan hasil laut di Kelurahan Bagan Deli, Medan Belawan, Kamis (31/3) lalu.

Ada 5 klaster usaha olahan laut yang diberi bantuan hasil kerjasama Pemko Medan dengan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. Bantuan itu diberikan sebagai bentuk komitmen untuk mendukung para pelaku UMKM, terutama masyarakat nelayan sehingga perekonomian mereka menjadi lebih baik lagi ke depannya.

Selain memberikan bantuan untuk klaster usaha olahan hasil laut berupa peralatan senilai Rp 125.000.000, Bobby Nasution juga memberikan bantuan berupa 100 paket pendidikan yang terdiri dari peralatan sekolah untuk anak-anak masyarakat nelayan. Kemudian suami Ketua TP PKK Kota Medan Kahiyang Ayu ini juga menyerahkan sertifikat pendamping UMKM, penyerahan kartu Kusuka dan menyerahkan secara simbolik kepada penerima kredit usaha rakyat (KUR).

Bagi istri nelayan yang sudah berwirausaha, Bobby Nasution minta agar mereka membuat kelompok usaha guna memudahkan untuk mendapatkan bantuan. “Apabila sudah dibuat kelompok, nanti kalau ada yang mau pesan, bisa dipesan secara berkelompok. Bantuan dan modalnya juga bisa secara berkelompok. Biar apa? Agar tidak ada iri-irian lagi di antara kita yang sama-sama mencari rezeki. Jadi, bisa dibagi dan dimanfaatkan bersama,” ungkapnya.

Selain memberikan bantuan untuk klaster usaha olahan hasil laut berupa peralatan senilai Rp 125.000.000, Bobby Nasution juga memberikan bantuan berupa 100 paket pendidikan yang terdiri dari peralatan sekolah untuk anak-anak masyarakat nelayan. Dalam kesempatan tersebut, Bobby juga menyerahkan sertifikat pendamping UMKM, penyerahan Kartu Kusuka dan menyerahkan secara simbolik kepada penerima kredit usaha rakyat (KUR).

BACA JUGA :  MEDAN- Ketua DPRD Kota Medan, Hasyim SE mengharapkan Kota Medan benar- benar menjadi kota yang berkah yang bisa dirasakan oleh seluruh warga Kota Medan. Hal itu diungkapkan Hasyim SE usai mengikuti upacara HUT Kota Medan ke- 432 di Stadion Mini Universitas Sumatera Utara (USU), Jumat (1/7/2022). "Kita apresiasi beberapa aspirasi warga sudah ditindaklanjuti oleh Pemko Medan. Ini berkaitan dengan 5 program prioritas yang merupakan harapan bagi warga Kota Medan," ungkap Hasyim SE. Seperti di bidang kesehatan. Hasyim SE menilai, pelayanan kesehatan gratis di Puskesmas sudah semakin bagus. Selain itu, ada penambahan kuota yang cukup besar untuk program BPJS Kesehatan Penerima Bantuan Iuran (PBI) di 2022. Sedangkan di 2023, Pemko Medan memiliki program Universal Health Coverage (UHC). "Dengan Program UHC itu, warga Kota Medan sudah bisa berobat di seluruh rumah sakit di Kota Medan yang bekerjasama dengan provider BPJS Kesehatan secara gratis, dengan membawa KTP. Ini berlaku untuk semua warga Kota Medan tanpa terkecuali. Selama ini kan, berobat gratisnya di Puskesmas," papar Hasyim SE. Selain itu, Hasyim SE menambahkan pemberdayaan UMKM di Kota Medan juga sudah semakin baik yang dibuktikan dengan dimasukkannya produk UMKM ke dalam e-katalog. Menurut Hasyim SE, tentunya ini merupakan wujud komitmen Pemko Medan dalam pemberdayaan UMKM di Kota Medan. "Artinya, seluruh OPD sudah bisa berbelanja produk UMKM Kota Medan melalui e-katalog," paparnya. Disinggung tentang penanganan banjir, Hasyim SE mmengharapkan Pemko Medan bisa menuntaskan masalah itu. Walau pun selama ini, penanganan genangan air di Kota Medan dinilai sudah lebih baik dari sebelumnya. "Begitu juga dengan penanganan banjir rob yang sudah dianggarkan dan di tahun 2022 ini sudah bisa digunakan anggarannya. Saya harap ini bisa didukung oleh seluruh stakeholders di Kota Medan, karena ini menjadi aspirasi warga Medan Utara" ujarnya. Terkait dengan infrastruktur jalan yang terlihat semakin banyak perbaikan, Hasyim SE mengharapkan agar kwalitas infrastruktur jalannya juga baik. Jangan, ketika baru diaspal saja yang terlihat mulus, namun tidak diikuti dengan kwalitas yang baik. Begitu juga dengan revitalisasi cagar budaya, seperti Lapangan Merdeka, Medan. Hasyim SE menilai hal itu sebagai langkah yang baik untuk menambah ruang terbuka hijau di Kota Medan. "Saya berharap, di usia Kota Medan yang cukup matang ini, ke- 432, Kota Medan benar- benar bisa menjadi kota yang nyaman, tentram, kondusif, angka kemiskinan bisa diturunkan dan tentunya menjadi kota yang berkah," pungkas Hasyim SE.

Cara Bobby Nasution meningkatkan kesejahteraan masyarakat nelayan mendapat dukungan Dekan IV Bidang Kerjasama dan Sistem Informasi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Medan Area (UMA) Dr Wan Suryani SE MSi. Dia menilai upaya yang dilakukan Wali Kota merupakan langkah yang sangat tepat.

Meski demikian Wan Suryani mengingatkan,  bantuan yang diberikan bukan hanya dalam bentuk uang. “Masyarakat nelayan juga harus didampingi dan diberikan pelatihan-pelatihan untuk mengembangkan usaha mereka, menyusun manajemen usaha, penggunaan media digital sebagai media untuk memasarkan hasil usaha. Dalam melakukan pendampingan, Pemko Medan dapat berkolaborasi dengan pihak akademisi,” kata Wan Suryani Ketika dihubungi, Rabu (6/4).

Dikatakan Wan Suryani, bantuan dan KUR yang diberikan kepada masyarakat nelayan merupakan langkah yang sangat bagus. Sebab, sektor UMKM sangat potensial dalam menyerap tenaga kerja. Terkait itu, Wan Suryani sangat mendukung effort yang dilakukan Bobby Nasution dengan fokus membantu istri nelayan mengembangkan usaha maupun memulai usaha.

“Ibu-ibu (perempuan) merupakan pasar yang logis untuk diburu. Bukan hanya perempuan ukuran populasinya besar, namun karena profit segmen perempuan juga istimewa. Secara inheren, perempuan adalah manajer yang baik bila menyangkut tugas yang rumit di antaranya tugas di rumah maupun tugas dalam pekerjaannya,” ungkapnya.

Dengan adanya bantuan KUR yang diberikan, Wan Suryani menilai sangat membantu para istri dalam mengembangkan usaha maupun sebagai modal usaha mereka. “Saya berharap dalam menyerahkan bantuan KUR dan Kartu Kusuka, sebaiknya dilakukan pendataan yang kompleks agar tidak terjadi penyalahgunaan manfaat dan tujuan diberikannya kredit usaha rakyat ini,” harapnya.

Di samping itu Wan Suryani juga berpesan, agar dilakukan pendampingan kepada para istri nelayan sehingga KUR yang diberikan benar-benar digunakan sebagai modal untuk mengembangkan usaha maupun modal dalam memulai usaha. “Jangan sampai bantuan KUR yang diberikan dicampuradukkan dengan kebutuhan konsumsi para istri nelayan tersebut,” pesannya.

Terakhir, Wan Suryani juga berpesan agar Pemko Medan berkolaborasi dengan pihak-pihak terkait dalam memberikan pelatihan bagi para istri nelayan. Termasuk, bagaimana menghadapi sekaligus menyelesaikan permasalahan-permasalahan yang dihadapi dalam menjalankan dan mengembangkan usaha tersebut. Serta membantu menciptakan ide usaha dengan memanfaatkan sumber daya yang ada di sekitar tempat tinggal para nelayan tersebut.(rizky)