Bulog Sumut Pantau Pasar dan Ritel Jelang Nataru, Pasokan Aman Harga Stabil

News285 Dilihat

MEDAN– Menjelang lonjakan kebutuhan pangan pada perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026, Perum Bulog Kantor Wilayah Sumatera Utara (Kanwil Sumut) bersama Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Sumut dan Dinas Ketahanan Pangan Kota Medan turun langsung memantau pasar tradisional hingga ritel modern.

Langkah ini dilakukan untuk memastikan ketersediaan pasokan tetap terjaga dan harga pangan tidak bergejolak.

Pemantauan menyasar sejumlah pasar tradisional di berbagai wilayah Sumatera Utara, menyusul potensi peningkatan permintaan bahan pokok pada momentum hari besar keagamaan dan pergantian tahun.

“Jika tidak diantisipasi sejak dini, lonjakan permintaan dikhawatirkan dapat mendorong kenaikan harga di tingkat konsumen,” kata Pemimpin Wilayah Bulog Sumut, Budi Cahyanto, Rabu (24/12/2025).

Budi mengatakan pemantauan tidak hanya difokuskan pada harga, tetapi juga pada kecukupan pasokan di lapangan.

“Kami melakukan pengecekan di pasar-pasar tradisional dan ritel modern. Yang kami lihat bukan hanya harga, tetapi juga memastikan stok dan ketersediaan bahan pangan,” ujarnya.

Berdasarkan hasil pemantauan, Budi menyebut kondisi pasokan bahan pangan secara umum masih dalam kategori aman. Namun, ia mengakui adanya peningkatan aktivitas belanja masyarakat.

“Beras, gula pasir, minyak goreng, dan cabai masih tersedia normal, khususnya di pasar tradisional. Tapi dari keterangan pedagang, jumlah pembeli memang meningkat,” jelasnya.

Ia juga menyinggung kondisi produksi padi yang saat ini belum memasuki masa panen raya. Mengacu pada data Badan Pusat Statistik (BPS), panen padi dalam jumlah besar diperkirakan baru terjadi mulai Februari mendatang.

“Sekarang masih Desember, panen sudah ada tapi belum signifikan. Karena itu, kami pastikan beras SPHP tetap tersedia dan cukup, baik di pasar tradisional maupun ritel modern,” tambahnya.

Selain pasar tradisional, tim Bulog dan dinas terkait turut memantau ritel modern, salah satunya Ritel Modern Berastagi. Dari hasil pengecekan, stok pangan dinilai mencukupi dengan harga yang masih sesuai ketentuan.

“Untuk ritel modern, pasokan normal dan harga relatif stabil. Beras premium dan medium tersedia cukup banyak, dengan harga masih sesuai HET, yakni Rp15.400 per kilogram untuk beras premium dan Rp14.000 per kilogram untuk beras medium,” ungkap Budi.

Ia menegaskan pemantauan akan terus dilakukan secara rutin hingga 29 Desember 2025, atau menjelang perayaan Tahun Baru 2026.

Pemantauan melibatkan Bulog Kanwil Sumut bersama dinas ketahanan pangan tingkat provinsi, kabupaten, dan kota se-Sumatera Utara.

Khusus di Kota Medan, sejumlah pasar tradisional yang menjadi sasaran pengecekan antara lain Pasar Sei Sikambing, Pasar Petisah, Pasar Sukaramai, dan Pasar Palapa Brayan. (swisma)