Buka Seminar Medan Dentistry 2022, Bobby Nasution Ajak PDGI Berkolaborasi Wujudkan Medan Sebagai Medical Tourism

News88 Dilihat
GLOBALMEDAN.COM, MEDAN – Pemko Medan terus berupaya mengembangkan industri wisata di Kota Medan, salah satunya wisata medical tourism (wisata kesehatan).  Sebab, ibukota Provinsi Sumatera Utara ini memiliki potensi yang cukup besar dalam medical tourism. Selain jumlah penduduk, juga didukung aksesibilitas, akomodasi maupun peralatan rumah sakit. Diharapkan, medical tourism ini dapat menjadi dorongan bagi kebangkitan sektor pariwisata lainnya, sehingga nantinya berdampak pada pertumbuhan ekonomi daerah.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI) Kota Medan dan Sumut yang sudah mendukung program Pemko Medan, khususnya program medical tourism. Sebab, Kota Medan tidak memiliki wisata alam seperti gunung, pantai dan sebagainya. Oleh karenanya Pemko Medan harus memiliki potensi pariwisata yang mumpuni seperti medical tourism ini,” kata Wali Kota Medan Bobby Nasution saat membuka Seminar Medan Dentistry 2022 di Tiara Convention Center, Jumat (4/2).

Selain peninggalan bangunan bersejarah (heritage), kata Bobby Nasution, Kota Medan, Kota Medan juga memiliki potensi pariwisata di bidang medical tourism. “Kita harus memikirkan bagaimana masyarakat Kota Medan ataupun Sumut yang selama ini memeriksa kesehatan di luar negeri seperti Singapura dan Malaysia, mau dan percaya untuk memeriksakan dirinya ke dokter yang ada di Kota Medan,” jelas Bobby Nasution.

Dihadapan Ketua PDGI Sumut Drg Muhammad Sahbana, Ketua PDGI Kota Medan Drg Meriah Ukur Sembiring, Ketua Panitia Drg Adi Wika Prasetya, para Dekan Fakultas Kedokteran Gigi dan seluruh peserta seminar, Bobby juga mengungkapkan, semua sektor, termasuk dokter gigi terkena dampak pandemi Covid-19. Kondisi tersebut, ungkapnya, membuat dokter gigi tidak bisa berbuat apa-apa. Sebab, masyarakat  takut berobat gigi karena khawatir penyebaran virus Corona yang diketahui melalui hidung dan mulut.

BACA JUGA :  MEDAN- Ketua DPRD Kota Medan, Hasyim SE mengharapkan Kota Medan benar- benar menjadi kota yang berkah yang bisa dirasakan oleh seluruh warga Kota Medan. Hal itu diungkapkan Hasyim SE usai mengikuti upacara HUT Kota Medan ke- 432 di Stadion Mini Universitas Sumatera Utara (USU), Jumat (1/7/2022). "Kita apresiasi beberapa aspirasi warga sudah ditindaklanjuti oleh Pemko Medan. Ini berkaitan dengan 5 program prioritas yang merupakan harapan bagi warga Kota Medan," ungkap Hasyim SE. Seperti di bidang kesehatan. Hasyim SE menilai, pelayanan kesehatan gratis di Puskesmas sudah semakin bagus. Selain itu, ada penambahan kuota yang cukup besar untuk program BPJS Kesehatan Penerima Bantuan Iuran (PBI) di 2022. Sedangkan di 2023, Pemko Medan memiliki program Universal Health Coverage (UHC). "Dengan Program UHC itu, warga Kota Medan sudah bisa berobat di seluruh rumah sakit di Kota Medan yang bekerjasama dengan provider BPJS Kesehatan secara gratis, dengan membawa KTP. Ini berlaku untuk semua warga Kota Medan tanpa terkecuali. Selama ini kan, berobat gratisnya di Puskesmas," papar Hasyim SE. Selain itu, Hasyim SE menambahkan pemberdayaan UMKM di Kota Medan juga sudah semakin baik yang dibuktikan dengan dimasukkannya produk UMKM ke dalam e-katalog. Menurut Hasyim SE, tentunya ini merupakan wujud komitmen Pemko Medan dalam pemberdayaan UMKM di Kota Medan. "Artinya, seluruh OPD sudah bisa berbelanja produk UMKM Kota Medan melalui e-katalog," paparnya. Disinggung tentang penanganan banjir, Hasyim SE mmengharapkan Pemko Medan bisa menuntaskan masalah itu. Walau pun selama ini, penanganan genangan air di Kota Medan dinilai sudah lebih baik dari sebelumnya. "Begitu juga dengan penanganan banjir rob yang sudah dianggarkan dan di tahun 2022 ini sudah bisa digunakan anggarannya. Saya harap ini bisa didukung oleh seluruh stakeholders di Kota Medan, karena ini menjadi aspirasi warga Medan Utara" ujarnya. Terkait dengan infrastruktur jalan yang terlihat semakin banyak perbaikan, Hasyim SE mengharapkan agar kwalitas infrastruktur jalannya juga baik. Jangan, ketika baru diaspal saja yang terlihat mulus, namun tidak diikuti dengan kwalitas yang baik. Begitu juga dengan revitalisasi cagar budaya, seperti Lapangan Merdeka, Medan. Hasyim SE menilai hal itu sebagai langkah yang baik untuk menambah ruang terbuka hijau di Kota Medan. "Saya berharap, di usia Kota Medan yang cukup matang ini, ke- 432, Kota Medan benar- benar bisa menjadi kota yang nyaman, tentram, kondusif, angka kemiskinan bisa diturunkan dan tentunya menjadi kota yang berkah," pungkas Hasyim SE.

“Tentunya lewat medical tourism ini, kita dapat membantu para dokter, khususnya dokter gigi yang terkena dampak Covid-19. Kita harus bisa memberikan kepercayaan dan membuktikan kalau dokter-dokter yang ada di Kota Medan juga tidak kalah bagus dengan dokter yang ada di luar negeri. Untuk itu kita harus berkolaborasi guna mewujudkan program medical tourism di Kota Medan,” harapnya.

Sebelumnya, Ketua PDGI Kota Medan Drg Meriah Ukur Sembiring menyampaikan, sejak dilanda pandemi Covid-19, para dokter gigi melaksanakan praktek menggunakan alat pelindung diri (APD) lengkap dan selalu menerapkan prokes. Disamping itu, lanjutnya, seluruh dokter gigi yang ada di Kota Medan juga telah di vaksin.

Selanjutnya, Meriah juga menyatakan, PDGI siap mendukung dan berkolaborasi dengan Wali Kota untuk mewujudkan Kota Medan menjadi medical tourism. “PDGI siap berkolaborasi mendukung Medan menjadi medical tourism. Untuk mewujudkan hal itu, kita akan terus meningkatkan pelayanan,” ungkap Meriah.(rizky)