Bobby Nasution komitmen Dukung Berkembangnya Ekonomi Kreatif, Ini Strategi Dinas Pariwisata dalam Mengembangkan Ekonomi Kreatif

News445 Dilihat

GLOBALMEDAN.COM, MEDAN – Wali Kota Medan Bobby Nasution terus berkomitmen untuk mendukung berkembangnya ekonomi kreatif di Kota Medan. Pengembangan klaster ekonomi kreatif ini dilakukan Bobby Nasution sebagai upaya untuk mendorong peningkatan nilai tambah, daya saing produk dan usaha kreatif serta digitalisasi.

Dalam mengembangkan ekonomi kreatif Bobby Nasution juga mendorong generasi muda Kota Medan untuk menjadi pelaku Start Up (usaha rintisan) yang nantinya akan mampu menggerakkan roda perekonomian  di Kota Medan khususnya di sektor UMKM. Salah satu bentuk upaya dalam mengembangkan ekonomi kreatif adalah dengan digelarnya Workshop Enterpreneur Millenial Startup baru baru ini.

Melalui kegiatan ini Bobby Nasution berkeinginan akan tumbuh minat ekonomi kreatif para Startup. Kegiatan ini juga merupakan bukti kepedulian Bobby Nasution dalam meningkatkan pemanfaatan digital untuk menunjang ekonomi.

BACA JUGA :  MEDAN- Ketua DPRD Kota Medan, Hasyim SE mengharapkan Kota Medan benar- benar menjadi kota yang berkah yang bisa dirasakan oleh seluruh warga Kota Medan. Hal itu diungkapkan Hasyim SE usai mengikuti upacara HUT Kota Medan ke- 432 di Stadion Mini Universitas Sumatera Utara (USU), Jumat (1/7/2022). "Kita apresiasi beberapa aspirasi warga sudah ditindaklanjuti oleh Pemko Medan. Ini berkaitan dengan 5 program prioritas yang merupakan harapan bagi warga Kota Medan," ungkap Hasyim SE. Seperti di bidang kesehatan. Hasyim SE menilai, pelayanan kesehatan gratis di Puskesmas sudah semakin bagus. Selain itu, ada penambahan kuota yang cukup besar untuk program BPJS Kesehatan Penerima Bantuan Iuran (PBI) di 2022. Sedangkan di 2023, Pemko Medan memiliki program Universal Health Coverage (UHC). "Dengan Program UHC itu, warga Kota Medan sudah bisa berobat di seluruh rumah sakit di Kota Medan yang bekerjasama dengan provider BPJS Kesehatan secara gratis, dengan membawa KTP. Ini berlaku untuk semua warga Kota Medan tanpa terkecuali. Selama ini kan, berobat gratisnya di Puskesmas," papar Hasyim SE. Selain itu, Hasyim SE menambahkan pemberdayaan UMKM di Kota Medan juga sudah semakin baik yang dibuktikan dengan dimasukkannya produk UMKM ke dalam e-katalog. Menurut Hasyim SE, tentunya ini merupakan wujud komitmen Pemko Medan dalam pemberdayaan UMKM di Kota Medan. "Artinya, seluruh OPD sudah bisa berbelanja produk UMKM Kota Medan melalui e-katalog," paparnya. Disinggung tentang penanganan banjir, Hasyim SE mmengharapkan Pemko Medan bisa menuntaskan masalah itu. Walau pun selama ini, penanganan genangan air di Kota Medan dinilai sudah lebih baik dari sebelumnya. "Begitu juga dengan penanganan banjir rob yang sudah dianggarkan dan di tahun 2022 ini sudah bisa digunakan anggarannya. Saya harap ini bisa didukung oleh seluruh stakeholders di Kota Medan, karena ini menjadi aspirasi warga Medan Utara" ujarnya. Terkait dengan infrastruktur jalan yang terlihat semakin banyak perbaikan, Hasyim SE mengharapkan agar kwalitas infrastruktur jalannya juga baik. Jangan, ketika baru diaspal saja yang terlihat mulus, namun tidak diikuti dengan kwalitas yang baik. Begitu juga dengan revitalisasi cagar budaya, seperti Lapangan Merdeka, Medan. Hasyim SE menilai hal itu sebagai langkah yang baik untuk menambah ruang terbuka hijau di Kota Medan. "Saya berharap, di usia Kota Medan yang cukup matang ini, ke- 432, Kota Medan benar- benar bisa menjadi kota yang nyaman, tentram, kondusif, angka kemiskinan bisa diturunkan dan tentunya menjadi kota yang berkah," pungkas Hasyim SE.

Sebagai wujud komitmen Bobby Nasution dalam mengembangkan ekonomi kreatif, OPD di lingkungan Pemko Medan pun berinovasi dan memiliki strategi, seperti yang dilakukan Dinas Pariwisata Kota Medan. Dijelaskan Kadis Pariwisata Agus Suriono, bahwa sesuai visi misi Wali Kota Medan yakni di Medan inovatif, pihaknya berkomitmen untuk mewujudkan Medan sebagai Kota kreatif yang berbasis penguatan human capital, teknologi digital dan sosial budaya,salah satunya dengan menggelar Workshop Entrepreneur Millenial Startup.

“Kita terus menjaring para generasi muda untuk dapat menjadi Startup. Selain itu bagi yang telah menjadi Startup kita akan jalin komunikasi dan berkolaborasi untuk dapat membangkitkan ekonomi kreatif di Kota Medan. Salah satunya dengan menggandeng pelaku UMKM agar usahanya dapat berkembang memanfaatkan digitalisasi sehingga UMKM di Medan dapat naik kelas,” Kata Kadis Pariwisata.

Dijelaskan Agus Suriono, para generasi muda yang mengikuti Workshop Entrepreneur Millenial Startup kemarin kita jaring dari Pelajar, Mahasiswa dan Umum. Diantara mereka sudah ada yang telah memiliki Startup, tentunya ini berdampak baik bagi perkembangan ekonomi kreatif. Selain itu setelah pertemuan tersebut, Dinas Pariwisata juga terus melakukan pembinaan dan memantau perkembangan para Startup yang melibatkan komunitas ekonomi kreatif dan Akademisi.

“Saat ini ada puluhan Startup yang telah kita gandeng dan bina. Dalam menggandeng dan membina mereka para Startup kita juga bekerjasama dengan Komite Ekonomi Kreatif,” Jelas Agus Suriono.

Kedepannya Kadis Pariwisata mengungkapkan bahwa pihaknya dalam waktu dekat akan membuat pameran Starup terbesar se -Indonesia dengan menghadirkan para Startup dari Kota- kota besar di Indonesia. Selain untuk memotivasi para generasi muda agar menjadi Startup, kegiatan ini juga untuk mengembangkan ekonomi kreatif di Kota Medan.

“Dalam waktu dekat ini direncanakan setelah lebaran kita akan menggelar pameran atau pertemuan Startup terbesar se Indonesia, dengan mengundang para Startup yang ada di Indonesia. Kegiatan ini selain dapat menunjukkan bahwa di Medan memiliki banyak pelaku Startup juga sebagai sarana kolaborasi antar Startup yang nantinya dapat berdampak baik bagi perkembangan ekonomi kreatif di Kota Medan,” Sebutnya.(rizky)