BI dan Pemprovsu Kirim 1,05 Ton Cabai Merah ke Palangka Raya

News518 Dilihat

MEDAN– Kantor Perwakilan Bank Indonesia ( BI) Provinsi Sumatera Utara bersama pemerintah provinsi Sumatera Utara dan Kabupaten Karo, serta pemerintah Kota Palangka Raya kembali perkuat sinergi pengendalian inflasi.

Kali ini sinergi tersebut melalui pelepasan pengiriman cabai merah keriting dalam skema Kerja Sama Antar Daerah (KAD).

“Pada kegiatan ini, total cabai merah keriting yang dikirimkan mencapai 1,05 ton dan dilakukan dalam tiga tahap pengiriman,” kata Kepala Perwakilan BI Sumatera Utara, Rudy Brando Hutabarat, Kamis (23/4/2016).

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya berkelanjutan dalam menjaga stabilitas harga dan kecukupan pasokan komoditas pangan strategis, khususnya cabai merah keriting, di tengah dinamika produksi dan distribusi antarwilayah.

Penguatan konektivitas perdagangan antar daerah menjadi kunci untuk mengatasi ketidaseimbangan pasokan dan harga antar wilayah.

Cabai merah merupakan salah satu komoditas utama penyumbang inflasi pangan yang pergerakan harganya sangat dipengaruhi  kondisi pasokan.

Saat ini, Sumatera Utara, khususnya Kabupaten Karo sebagai sentra produksi cabai merah, tengah mengalami surplus pasokan akibat panen serentak sehingga harga di tingkat produsen sempat mengalami tekanan signifikan.

Sebaliknya, Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah, menghadapi keterbatasan pasokan yang berdampak pada relatif tingginya harga cabai di wilayah tersebut.

Kondisi ini menegaskan pentingnya optimalisasi distribusi antarwilayah sebagai upaya menjaga keseimbangan pasokan dan stabilitas harga.

Rudy menegaskan  Bank Indonesia terus berkomitmen memperkuat sinergi pengendalian inflasi melalui pendekatan hulu hingga hilir.

Implementasi KAD merupakan salah satu strategi utama yang secara konsisten didorong Bank Indonesia bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) guna memperkuat keseimbangan pasokan dan permintaan antarwilayah serta memitigasi gejolak harga.

Ke depan, TPID Provinsi Sumatera Utara akan terus mendorong penguatan ekosistem pangan daerah yang tidak hanya berfokus pada aspek distribusi, namun juga mencakup peningkatan produktivitas, perbaikan efisiensi rantai pasok, serta pemanfaatan digitalisasi sistem informasi pangan.

Upaya tersebut diharapkan mampu mendukung terwujudnya pengendalian inflasi yang lebih adaptif, terintegrasi dan berkelanjutan, guna menjaga stabilitas ekonomi daerah dan mendukung kesejahteraan masyarakat.

Gubernur Sumatera Utara, Muhammad Bobby Afif Nasution mengapresiasi atas sinergi yang kuat antara seluruh pemangku kepentingan dalam mendukung pengendalian inflasi daerah.

Kerja sama ini dinilai sebagai langkah konkret dalam merespons kondisi surplus produksi cabai merah di Sumatera Utara yang sempat menekan harga di tingkat petani hingga sekitar Rp12.000 per kilogram, sekaligus membantu memenuhi kebutuhan daerah tujuan.( swiama)