MEDAN-Pengalaman lucu dan mengesankan kualami saat melaksanakan ibadah haji pada tahun ini. Satu dari banyak momen yang mengesankan dan tak terlupakan itu adalah ketika aku dilanda panik karena kehabisan paket kuota internet.
Soalnya kehabisan paket kuota internet itu di luar yang aku perkirakan. Hal itu mengingat aku baru 12 hari tiba di Arab Saudi. Sementara pelaksanaan tahapan ibadah haji masih panjang. Masih menyisakan waktu sekira 1 bulan lagi. Demikian pula dengan masa aktivasi paket roaming Tri Ibadah 25 GB berlaku selama 45 hari yang menemaniku dalam perjalanan religius ini.
Dengan tidak adanya lagi kuota paket internet, praktis aku tidak lagi bisa melakukan komunikasi melalui panggilan suara, kecuali berkirim pesan dengan menggunakan aplikasi WhatsApp .
Sudah barang tentu aku panik dihadapkan pada situasi ini. Sebab sarana komunikasi menjadi salah satu hal penting bagi jamaah haji Indonesia selama berada di Arab Saudi.
Dengan kondisi seperti itu, artinya aku akan kehilangan kontak untuk berkomunikasi dengan keluarga di Tanah Air maupun dengan teman-teman sesama rombongan jamaah di Tanah Suci. Sedangkan aku awam untuk melakukan isi ulang paket internet. Padahal komunikasi melalui handphone itu perlu untuk berjaga-jaga, mana tahu sewaktu-waktu aku tersesat karena terpisah dari rombongan.
Ya, inilah resiko generasi kelahiran 60-an. Kelompok usia yang lazim disebut generasi Baby Boomer. Dimana pada era teknologi yang semakin canggih dan modern ini, permasalahan seperti itu jelas memperlihatkanku sebagai insan yang gagap teknologi alias gaptek.
Ketika masalah ini aku ceritakan kepada beberapa jamaah di pemondokan, mereka sempat meledekku karena tidak bisa lagi menyampaikan “laporan” pandang mata melalui konten streaming di media sosial.
Ya, memang selama melakukan aktivitas haji di beberapa lokasi di Arab Saudi, aku aktif membuat siaran langsung melalui konten steaming video.
Meskipun kepanikanku itu sempat menjadi bahan candaan namun mereka juga turut prihatin dan menyarankanku dengan dua pilihan. Pilihan pertama menyarankan aku menggunakan operator telepon, membeli kartu perdana provider Arab Saudi. Kedua, membeli paket roaming dengan provider Indonesia.
Setelah mendapat masukan dari teman jamaah, aku putuskan membeli paket roaming dengan provider Indonesia. Lalu kemudian aku menghubungi keluarga di Indonesia melalui chatingan dan menyampaikan keluhan itu sekaligus minta dilakukan pengisian ulang.
Pilihanku terhadap penggunaan paket Tri Ibadah pada pelaksanaan ibadah haji sangatlah tepat. Bagaimana tidak, dengan layanan dan kemudahan akses yang tersedia bagi pelanggan, ternyata untuk proses pengisian ulangnya tidaklah serumit yang aku bayangkan
Berbekal petunjuk dari jauh dengan menggunakan pesan WhatsApp, aku cukup hanya mengirimkan kode verifikasi OTP yang masuk ke nomor teleponku kepada keluarga di Tanah Air.
Sedangkan untuk tahapannya semua dilakukan dari Indonesia mulai dari proses mengunduh aplikasi bima, pilihan paket Tri haji dan metode pembayarannya. Dan proses pengaktifannya pun tidak memerlukan waktu yang lama. Setelah pembayaran dinyatakan berhasil, maka kuota paket roaming Tri Ibadah sudah terisi di ponsel sehingga kepanikanku sirna berganti dengan rasa lega dan senang.
Dengan aktifnya kuota paket internet, aku kembali bisa menghubungi keluarga di Indonesia, baik melakukan panggilan suara, chatingan maupun streaming di media sosial sampai semua rangkaian pelaksanaan ritual rukun ibadah haji selesai.
Pasca pengisian ulang paket internet ini, aku lebih selektif. Tidak semua aktivitas ditampilkan melalui streaming di media sosial dan juga mengurangi durasinya, sehingga kuota paket internet bisa digunakan sampai kepulangan di Tanah Air.
Keunggulan lain yang aku dapatkan dari paket roaming Tri Ibadah ialah aku masih bisa menggunakan kuota paket tersebut setibanya di Tanah Air. Dengan demikian aku tidak mesti membeli paket kuota lokal untuk berkomunikasi sama keluarga yang menjemput kepulanganku di Asrama Haji Medan.
Rasa syukur kupanjatkan kepada Alllah SWT yang memberikan kesempatan mendekatkan lebih lagi kepada Sang Khalik untuk menunaikan ibadah haji. Apalagi dalam pencapaian spiritual ini aku mendapatkan keberkahan berupa kemudahan dan kenyamanan menjalin silaturahmi dengan keluarga di Tanah Air melalui akses komunikasi dan aktivitas digital Tri Ibadah yang berkualitas di Tanah Suci.
Kisah pengalaman lucu dan mengesankan ini sebenarnya sesuatu yang lazim. Kejadian yang sama kemungkinan juga bisa dialami jamaah haji lainnya. Hanya saja aku merasa perlu menceritakan pengalaman ini karena kuanggap bisa menjadi inspirasi dan informasi bagi calon jamaah haji maupun umroh agar tidak panik saat kehabisan kuota paket roaming Tri Ibadah di Arab Saudi.
IOH Komit Penuhi Kebutuhan Digital Pelanggan
Jadi bagi umat Islam yang akan melaksanakan ibadah umroh ataupun haji ke Tanah Suci kini tidak perlu khawatir lagi. Dengan berbagai fasilitas dan kemudahan layanan telekomunikasi, Tri merupakan salahsatu operator yang paling andal pasca berada dalam satu payung bersama Indosat Ooredoo yang bernaung di PT Indosat Ooredoo Hutchison Tbk (IOH).
Kemudahan layanan dalam penggunaan paket khusus ibadah haji dan umrah ini merupakan upaya Indosat Ooredoo Hutchison (IOH atau Indosat) untuk memberikan pengalaman yang mengesankan kepada para pelanggan yang melaksanakan ibadah haji dan umrah.
Pada paket khusus ibadah haji dan umrah besutan IOH ini menghadirkan paket telekomunikasi melalui “Roam Haji” dari IM3 dan “Tri Ibadah ” dari Tri.
Keunggulan kedua paket tersebut adalah jangkauan negara yang lebih luas termasuk saat transit serta kuota internasional dan domestik dengan jangka waktu yang lebih panjang.
Director and Chief Commercial Officer Indosat Ooredoo Hutchison, Ritesh Kumar Singh mengatakan Indosat ingin memberikan kenyamanan pelanggan dalam beribadah bagi para jamaah haji maupun umroh.
Menurutnya, kenyamanan pelanggan dalam beribadah menjadi fokus utama di musim haji ini. Kehadiran paket khusus ini menjadi bentuk komitmen nyata Indosat untuk senantiasa memenuhi kebutuhan telekomunikasi digital para pelanggan, termasuk saat di Tanah Suci.
Dengan paket khusus ini dia berharap perjalanan ibadah akan semakin mudah untuk terus terhubung dengan keluarga dan orang tercinta di Tanah Air, sehingga bisa fokus dalam melaksanakan ibadah.
Pada paket Roam Haji serta Tri Ibadah pada tahun ini, Kumar Singh menyebutkan pelanggan IM3 dan Tri dapat merasakan manfaat tambahan berupa kuota data domestik, kuota data roaming internasional saat transit, serta masa pengaktifan lebih panjang hingga 360 hari sejak tanggal pembelian paket.
Tidak tanggung-tanggung, jangkauannya mencapai delapan negara di Timur Tengah. Selain dari Arab Saudi hingga ke Turki juga terdapat empat negara transit tambahan yakni Malaysia, Singapura, Oman dan India.
“Bahkan kita memberi pilihan kuota data roaming internasional kepada pelanggan IM3 dan Tri, mulai dari 6GB hingga 24GB. Demikian juga bisa memilih masa aktif paket untuk 12 hari, 15 hari, 30 hari atau selama 45 hari dengan harga mulai dari Rp250 ribu,” ungkap Kumar Singh, belum lama ini.
Pada paket khusus untuk ibadah haji dan umrah dari IM3 dan Tri, sebutnya pelanggan dapat mengaktifkannya melalui *899#, website resmi im3.id/haji, website tri.co.id serta aplikasi myIM3 dan bima+.
Dengan berbagai fasilitas dan kemudahan layanan telekomunikasi yang telah disiapkan Indosat melalui paket khusus haji dan umrah, Kumar Singh berharap pelanggan bisa fokus selama dalam melakukan ibadah hajinya. (swisma)






