Wisuda 1.592 Lulusan, Alumni UINSU Harus Jadi Agen Perubahan dan  Inovator di Tengah Krisis

Edukasi60 Dilihat

MEDAN-Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UINSU) Medan mewisuda 1.592 lulusan dalam sidang senat terbuka di Gedung HM Arsjad Thalib Lubis Gelanggang Mahasiswa Kampus I UINSU Jalan Sutomo/IAIN Medan, Kamis (7/5/2026).

Prosesi wisuda dipimpin langsung Rektor UINSU Prof Dr Nurhayati MAg bersama Ketua Senat Prof Dr Pagar Hasibuan MAg.

Pada wisuda tahun ini, UINSU mengangkat tema “Memperkokoh Posisi Alumni UINSU Medan Dalam Memperkuat Ketahanan Masyarakat di Tengah Krisis Global.”

Rektor UINSU Prof Nurhayati mengatakan, wisuda bukan sekadar seremoni akademik, melainkan momentum lahirnya generasi yang akan menjaga masa depan bangsa.

Disebutkannya pelantikan ini tidak sekadar meluluskan generasi akademik tapi  sedang melantik penjaga masa depan bangsa.

“Kita tidak hanya menyerahkan ijazah, tetapi juga mengamanahkan peradaban,” ujarnya.

Menurutnya, wisuda bukan garis akhir perjuangan, tetapi gerbang awal bagi para alumni untuk mengabdi di tengah tantangan zaman yang semakin kompleks.

Prof Nurhayati menyoroti situasi dunia yang saat ini diwarnai konflik geopolitik, krisis ekonomi, krisis lingkungan hingga krisis moral yang berdampak luas terhadap kehidupan masyarakat.

Ia menyebut ketegangan global yang melibatkan sejumlah negara besar menjadi pengingat bahwa dunia saat ini saling terhubung dan gejolak di satu kawasan dapat mempengaruhi stabilitas dunia, termasuk Indonesia.

“Krisis global hari ini tidak hanya menguji kekuatan sistem, tetapi juga menguji ketahanan manusia itu sendiri,” katanya.

Karena itu, menurutnya, alumni perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam memperkuat ketahanan masyarakat, bukan hanya secara ekonomi dan intelektual, tetapi juga secara moral dan spiritual.

Rektor menegaskan alumni UINSU harus tampil sebagai agen perubahan, penjaga nilai, penggerak ketahanan sosial, sekaligus inovator di tengah krisis.

“Jangan menjadi penonton dalam dinamika global, tetapi jadilah pelaku yang membawa arah perubahan,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan para wisudawan agar tidak berhenti belajar dan tetap menjaga integritas di tengah berbagai tantangan kehidupan.

“Keberhasilan bukan hanya tentang apa yang Saudara capai, tetapi tentang apa yang Saudara berikan,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Prof Nurhayati turut menyampaikan apresiasi kepada orang tua dan keluarga wisudawan yang telah berjuang mengantarkan putra-putrinya meraih gelar akademik.

“Keberhasilan anak-anak kita sesungguhnya adalah buah dari cinta dan ketulusan orang tua,” katanya.

Dari total lulusan yang diwisuda, sebanyak 29 orang berasal dari Program Pascasarjana, 649 lulusan Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan, 203 lulusan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam dan 46 lulusan Fakultas Kesehatan Masyarakat.

Kemudian 243 lulusan Fakultas Syariah dan Hukum, 81 lulusan Fakultas Ilmu Sosial , 61 lulusan Fakultas Dakwah dan Komunikasi , 84 lulusan Fakultas Ushuluddin dan Studi Islam dan 196 lulusan Fakultas Sains dan Teknologi .

Pada wisuda itu juga diberikan penghargaan kepada lulusan terbaik dari berbagai program studi di lingkungan UINSU.

Suasana wisuda semakin cair ketika Rektor menutup pidatonya dengan sejumlah pantun yang disambut tawa dan tepuk tangan para wisudawan serta keluarga.

Salah satu pantun yang mencuri perhatian berbunyi: “Naik bus ke Pangkalan Susu. Hendak membeli kue serabi. Kami tak ragu alumni UINSU.
Jadilah pemimpin pewaris Nabi.”

Pantun lain yang tak kalah mengundang gelak tawa adalah: “Burung merpati terbang ke taman, Hinggap sebentar di atas pagar. Gelar sudah di tangan kanan, Jodoh menyusul, jangan dikejar-kejar..( swisma)