MEDAN–Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen), Fajar Riza Ul Haq, melakukan kunjungan ke SD Negeri 060862 dan 060864 Jalan Lima Pulo Brayan Bengkel, Medan, Selasa (28/4/2026).
Kunjungannya itu untuk meninjau pelaksanaan Tes Kompetensi Akademik (TKA) jenjang SD 2026 yang berlangsung mulai 20 April hingga 30 April 2026.
Dalam kunjungan di kedua sekolah tersebut, Wamendikdasmen
didampingi Kepala Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Provinsi Sumatera Utara, Afrizal Sihotang ST M.Si

Dari hasil kunjungannya itu, Wamendikdasmen melihat pelaksanaan TKA berjalan lancar dan tertib.
Menurutnya desain soal TKA yang berbasis narasi panjang sebagai langkah strategis dalam melatih kemampuan literasi siswa sejak dini.
Disebutkannya, para siswa melihat desain soal TKA ini menggunakan cerita yang lumayan panjang, sehingga mereka harus membaca lebih hati-hati lagi.
“Artinya kita melatih kemampuan literasi anak-anak kita. Dan hasil TKA itu tidak menentukan kelulusan,” ungkap Wamendikdasmen.
Salah satu tujuan dari TKA, katanya adalah untuk melihat kemampuan literasi dan numerasi siswa. Sehingga dapat memetakan kualitas atau kemampuan siswa.
Dengan cara itu Kemendikdasmen punya cara yang lebih terukur dalam melakukan intervensi kebijakan sehingga persoalan rendahnya literasi numerasi bisa diatasi.
Saat meninjau di sekolah ini,
Wamendikdasmen menemukan penggunaan interactive flat panel (IFP) atau Papan Interaktif Digital (PID) di kelas masih terbatas pada sebagian siswa.
Dia minta ke depannya setiap murid mendapat kesempatan menggunakan perangkat tersebut secara rutin.
Menurut dia, hal itu sudah disampaikan kepada para guru agar ke depan diagendakan setiap hari ada murid yang menggunakan IFP.
Kepala BPMP Sumatera Utara, Afrizal Sihotang ST M.Si usai mendampingi Wamendikdasmen menyebutkan, TKA memberikan manfaat yang besar bagi sekolah.
“Salah satunya adalah TKA dapat menjadi bahan refleksi bagi sekolah untuk meningkatkan kualitas pembelajaran dan juga dapat meningkatkan semangat berkompetisi bagi para siswa,” kata Afrizal.
Terkait digitalisasi pembelajaran, dia berharap dengan adanya bantuan PID yang telah diberikan ke sekolah ini dapat digunakan secara maksimal oleh para guru di dalam pembelajaran di kelas.
“Dengan bantuan PID itu kita berharap akan meningkatkan
kualitas pembelajaran di satuan pendidikan karena juga bisa meningkatkan motivasi belajar, serta membantu guru menyampaikan pelajaran secara audi visual, audio,” kata Afrizal.
Program MBG
Wamendikdasmen juga meninjau pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di.kedua sekolah tersebut.

Dalam kunjungan tersebut, ia memastikan program berjalan dengan baik dan memberikan manfaat nyata bagi para siswa.
“Tadi saya cek, ini anak-anak kita di.kelas 4 makan MBG. Makan bergizi, alhamdulillah di sini sudah diberikan MBG hampir satu tahun lebih,” katanya.
Fajar juga menjelaskan bahwa pemerintah membuka ruang seluas-luasnya bagi evaluasi program MBG.
Jika ditemukan pelanggaran oleh pihak penyedia layanan, pemerintah tidak akan ragu memberikan sanksi tegas, mulai dari peringatan, penghentian sementara (suspensi), hingga pencabutan izin operasional.
“Ini adalah bentuk komitmen dari pemerintah, Bapak Presiden untuk betul-betul meningkatkan pelayanan dari makan bergizi gratis ini,” katanya.
Selain itu, juga menekankan pentingnya peningkatan kualitas lingkungan sekolah. Ia mendorong adanya percepatan regrouping sekolah guna menciptakan ekosistem pendidikan yang lebih sehat dan kondusif.
Hal ini, sebutnya, sejalan dengan kebijakan dalam Permendikdasmen Nomor 7 Tahun 2026 tentang sekolah aman dan nyaman. (swisma)






