USM Indonesia Dorong Lulusan Punya Skill Problem Solving

Edukasi134 Dilihat

MEDAN– Di era yang sangat dinamis saat ini, sarjana diharapkan mampu bertransformasi dari sekadar lulusan akademis menjadi pemecah masalah atau problem solving.

Harapan itu diungkapkan Rektor Universitas Sari Mutiara (USM) Indonesia, Prof. Dr. Ivan Elisabeth Purba pada wisuda yang digelar di Griya Benn Convention Hall, Kamis (25/6/2026).

Menurut Ivan, saat ini lulusan perguruan tinggi menghadapi tantangan dan permasalahan  di dunia kerja yang kompetitif.

Hasilkan lulusan mampu sebagai pemecah masalah atau problem solving, USM Indonesia mendorong sarjana adaptif dan inovatif serta miliki pola pikir kritis agar bisa memberikan solusi.

Untuk itu, katanya USM Indonesia bangun jejaring dan kemitraan dalam dan luar negeri guna penguatan kualitas pendidikan dalam mewujudkan generasi emas 2045.

“Hingga kini, USM-Indonesia telah menjalin kerja sama dengan lebih dari 120 institusi di dalam dan luar negeri,” kata Ivan.

Penguatan kualitas pendidikan itu, katanya juga didukung jejaring kemitraan yang luas mulai dari kementerian dan lembaga negara, sejumlah perguruan tinggi nasional dan internasional serta berbagai institusi strategis lainnya sepert BRIN, BNPB, Polri, Densus 88 hingga dunia usaha dan industri.

Dijelaslannya, kemitraan itu merupakan penguatan kelembagaan dalam mendukung pencapaian target indikator kinerja utama (IKU).

Upaya itu melalui  pembelajaran berbasis pengalaman lapangan, kolaborasi riset dan inovasi, serta peningkatan relevansi lulusan dengan kebutuhan dunia kerja.

Dengan demikian, kemitraan yang dibangun USM Indonesia tidak hanya memperkuat pelaksanaan tridharma perguruan tinggi, tetapi juga berkontribusi pada peningkatan mutu, relevansi, dan daya saing institusi secara berkelanjutan.

Lebih lanjut dipaparkannya, USM-Indonesia juga turut memperluas jejaring internasional dengan menerima 25 mahasiswa asal Timor Leste sejak tahun akademik 2024/2025.

“Dari jumlah tersebut, delapan mahasiswa internasional ikut diwisuda pada periode kali in,” katanya.

Pencapaian yang dihasilkan USM Indonesia merupakan bentuk komitmennya mencetak sumber daya manusia unggul yang siap menjawab kebutuhan dunia kerja dan mendukung terwujudnya Indonesia Emas 2045.

Langkah itu tercermin dari capaian 30 persen lulusan periode I Tahun Akademik 2025/2026 telah bekerja sesuai bidang kompetensinya bahkan sebelum diwisuda.

Dengan tambahan lulusan tersebut, jumlah alumni USM-Indonesia kini mencapai 17.549 orang yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia
seperti dari Aceh, Sumatera Utara, Kepulauan Riau, Pekanbaru, Sumatera Selatan, Jambi, Jawa Barat, hingga Banten serta dari sejumlah negara.

“Saat ini, saudara sekalian telah menjadi bagian dari sumber daya manusia unggul yang akan menentukan keberhasilan bangsa dalam mewujudkan visi indonesia emas 2045,” imbuhnya

Hal itu menurutnya sejalan dengan visi USM Indonesia yang unggul, berkarakter, dan berdaya saing global

Menurut Ivan, capaian tersebut menjadi bukti bahwa pendidikan tinggi tidak hanya berorientasi pada kelulusan akademik, tetapi juga relevansi kompetensi dengan kebutuhan masyarakat dan dunia kerja.

Kepada para lulusan, dia berharap tetap menjunjung tinggi nilai kejujuran, disiplin, penghormatan kepada orang tua, kecintaan terhadap almamater, bangsa, dan negara.

USM-Indonesia, sebutnya terus mengembangkan karakter lulusan melalui nilai-nilai STRONG, yakni spiritualisme, intelektualisme, profesionalisme, nasionalisme, dan globalisme.

Nilai tersebut diyakini menjadi fondasi penting agar lulusan mampu menjadi agen perubahan dan pemimpin yang berintegritas di tengah perkembangan zaman yang berlangsung cepat.

“Dunia membutuhkan lulusan yang tidak hanya cerdas, tetapi juga mampu berpikir kritis, beradaptasi terhadap perubahan, dan menghadirkan solusi atas berbagai tantangan,” ucapnya

Dia juga menyebutkan, integritas, kerendahan hati, kemampuan beradaptasi, serta kepedulian terhadap sesama merupakan bekal yang sama pentingnya dengan ilmu pengetahuan.

Di sisi kelembagaan, USM-Indonesia saat ini telah terakreditasi Baik Sekali dengan 25 program studi yang terdiri atas lima program diploma, 14 program sarjana, tiga program profesi, dan tiga program magister.

Tiga program studi di antaranya telah meraih akreditasi Unggul, yakni S2 Kesehatan Masyarakat, S1 Kesehatan Masyarakat, dan S1 Ilmu Komunikasi.

Dalam bidang pembelajaran, kampus tersebut dipercaya oleh Perpustakaan Nasional dan Kemendikti Saintek menyelenggarakan program Kuliah Kerja Nyata Tematik Literasi yang melibatkan 80 mahasiswa di 11 perpustakaan desa di Kabupaten Deli Serdang

Sebanyak lima mahasiswa Program Studi Kimia juga menjalankan riset di Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).

Terhadap prestasi penelitian juga menunjukkan perkembangan signifikan.  Itu ditandai pada tahun ini, USM-Indonesia memperoleh 41 hibah dari Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Kemendikti Saintek.

Dana hibah tersebut mencakup penelitian fundamental, penelitian prototipe, penelitian dosen pemula, pemberdayaan kemitraan masyarakat, program mahasiswa, serta bantuan publikasi jurnal bereputasi.

Di bidang kemahasiswaan, mahasiswa USM-Indonesia juga mengukir 25 prestasi seni dan budaya, delapan prestasi olahraga, pendanaan program mahasiswa wirausaha.

Kemudian hibah mahasiswa peduli bencana, hibah Unit Layanan Disabilitas, hingga keberhasilan satu tim menembus tingkat nasional pada Kompetisi Debat Mahasiswa Indonesia.

Hadir pada acara itu Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah I Prof. Drs. Saiful Anwar Matondang, MA, Ph.D; dan Ketua Yayasan Sari Mutiara Medan sekaligus Konsul Kehormatan Korea Selatan, Dr. Parlindungan Purba, SH, MM. ( swisma)