MEDAN-Rektor UMSU Prof. Dr. Agussani, MAP berikan beasiswa S2 Manajemen kepada wisudawan difabel Muhammad Ridho, S.M (Fakultas Ekonomi dan Bisnis) dan marbot masjid, Mahmud Kholil Shofa Siagian, S.E (Fakultas Agama Islam).
Hal itu terungkap pada wisuda hari kedua periode kedua di Selecta Convention Hall Jl. Listrik Medan, Rabu (12/11/2025).
Prof. Agussani menyampaikan apresiasi tinggi kepada kedua wisudawan yang dinilai menunjukkan semangat luar biasa dalam menempuh pendidikan dan memberikan inspirasi bagi civitas akademika.
“Ini bukti bahwa UMSU selalu memberi penghargaan kepada mahasiswa dan lulusannya. Kami membutuhkan duta-duta seperti ini, makanya memberikan kesempatan untuk mendapatkan kuliah gratis dan beasiswa penuh di Magister Manajemen UMSU,” ujar Prof. Agussani
Dia menegaskan keberhasilan kedua wisudawan ini merupakan bukti nyata komitmen universitas dalam menghadirkan kampus yang inklusif, religius, dan berorientasi pada prestasi global.
Sebelumnya, perwakilan wisudawan Muhammad Ridho, S.M yang merupakan penyandang difabel, tampil memberikan kesan mendalam saat menyampaikan pidato wisuda.
Dalam keterbatasan fisik dan kondisi kesehatan, Ridho berhasil menyelesaikan studinya dengan penuh semangat dan keteguhan hati.
“Saya menempuhnya dengan keterbatasan kesehatan dan gerak. Ayah meninggal saat saya berusia empat tahun. Dua tahun lalu ibu juga berpulang ketika menunaikan ibadah haji.,” ujarnya.
Dia mengatakan hal tersebut memang berat, tapi justru iitulah yang membuatnya kuat,
” Terima kasih UMSU, kampus yang ramah, inklusif, dan mendukung inovasi. Saya akan terus membawa semangat UMSU untuk berdampak,” ungkap Ridho dengan penuh haru.
Mahmud Kholil Shofa Siagian SE merupakan marbot masjid sekaligus hafidz Quran yang menempuh pendidikan di Fakultas Agama Islam.
Dia juga penerima beasiswa penuh karena prestasinya sebagai penghafal Al-Qur’an.
Mahmud dikenal aktif dalam berbagai program nasional dan internasional, termasuk Pertukaran Mahasiswa Merdeka (PMM) di Malang, MSIB, Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) serta KKN Internasional di Kamboja.
Disebutkannya, melalui PMM dan MSIB dia belajar langsung tentang makna Bhinneka Tunggal Ika.
“UMSU memberi wadah untuk pengembangan diri di bidang apa pun,” ujarnya.
Dia juga memberikan hadiah kecil berupa juara jarapan III MTQ Mahasiswa Nasional 2025.
Sebagai marbot masjid, Mahmud menuturkan bahwa pengabdiannya di masjid mengajarkannya arti disiplin dan tanggung jawab dalam studi serta kehidupan sosial.
“Menjadi marbot bukan sekadar tugas, tapi cara saya melatih diri untuk disiplin dan memberi manfaat sosial. Alhamdulillah, saya kuliah gratis melalui beasiswa Tahfidz 100 persen dari UMSU,” tambahnya.
Wakil koordinator kopertais wilayah IX Sumatera utara Prof. Dr. H. Abdullah, M.Si menyampaikan prestasi yang dicapai mahasiswa UMSU, baik di tingkat nasional maupun internasional, adalah sesuatu yang luar biasa dan patut disyukuri,
Kini, UMSU berada di peringkat 1500 dunia versi THE Impact Ranking 2025, Menjadi PTS terbaik se-Asia Tenggara ke-13 versi Applied Higher Education 2025, mendapat rekognisi MQA Malaysia sejak 2021 serta menempati peringkat 1 universitas terbaik di dunia versi UniRank/4ICU 2025. ( swisma)












