Sharp Indonesia Perkuat Pendidikan Vokasi, Siapkan SDM Kompeten Hadapi Dunia Kerja

Edukasi182 Dilihat

MEDAN – PT Sharp Electronics Indonesia kembali menegaskan komitmennya dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan vokasi melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) Sharp Class.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) pelaksanaan program Sharp Class bersama SMKN 35 Jakarta pada Rabu (29/7/2036).

Pada penandatanganan MoU di sekolah itu dihadiri  Customer Satisfaction Division Head PT Sharp Electronics Indonesia, Lise Tiasanty S.IP M dan PR & Brand Communication Department Head, Pandu Setio.

Selain itu  Kepala SMKN 35 Jakarta, Sopandi, M.Pd dan
Kepala Seksi SMK Kursus dan Pelatihan Sudin pendidikan wilayah I Jakarta Barat, Muchlis, SP.MSE

Perwakilan Sharp bersama perwakilan sekolah menunjukan note kesepakatan kerja sama program Sharp Class yang telah di tanda tangani

Program ini menjadi salah satu bentuk sinergi antara dunia industri dan dunia pendidikan dalam mempersiapkan sumber daya manusia yang kompeten dan siap menghadapi kebutuhan dunia kerja.

Sharp Class di SMKN 35 Jakarta Barat diikuti 25 siswa terpilih yang akan dibekali pembelajaran intensif selama tiga bulan oleh tim pengajar profesional dari divisi Customer Satisfaction PT Sharp Electronics Indonesia.

Kurikulum yang diterapkan disusun berdasarkan kebutuhan industri, dengan fokus pada penguasaan teori dan praktik di bidang Audio Video, sehingga peserta memperoleh kompetensi yang relevan dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan pasar kerja.

Melalui program ini, para siswa tidak hanya mendapatkan materi pembelajaran teknis, tetapi juga pembekalan mengenai budaya kerja industri, kedisiplinan, serta peningkatan kompetensi yang diharapkan mampu meningkatkan daya saing mereka setelah lulus.

Customer Satisfaction Division Head PT Sharp Electronics Indonesia, Lise Tiasanty mengatakan, Sharp percaya bahwa pendidikan vokasi merupakan fondasi penting dalam menciptakan tenaga kerja yang kompeten dan berdaya saing.

“Melalui Sharp Class, kami ingin menghadirkan pembelajaran yang selaras dengan kebutuhan industri sehingga para siswa memiliki bekal lebih kuat untuk memasuki dunia kerja,” ujar Lise.

Dia berharap kolaborasi bersama SMKN 35 Jakarta dapat melahirkan lulusan-lulusan berkualitas yang siap berkontribusi bagi industri nasional.

Lise Tiasanty dan Supandi sedang berinteraksi dengan siswa Sharp Class di SMKN 35 Jakarta

Kepala SMKN 35 Jakarta, Sopandi menyambut baik kerja sama ini dan berharap program Sharp Class dapat memberikan nilai tambah bagi peserta didik.

“Kerja sama dengan Sharp Indonesia merupakan kesempatan yang sangat berharga bagi sekolah kami,” ungkapnya.

Menurutnua, program ini memberikan pengalaman belajar yang lebih aplikatif karena siswa memperoleh materi langsung dari praktisi industri.

“Kami optimistis program ini akan meningkatkan kompetensi peserta didik sekaligus memperluas peluang mereka untuk terserap di dunia kerja,” kata Sopandi

Dukungan terhadap kolaborasi dunia pendidikan dan industri juga disampaikan perwakilan Dinas Pendidikan, Muchlis

Dia menyebutkan, kolaborasi antara dunia usaha dan dunia pendidikan seperti Sharp Class merupakan implementasi nyata konsep link and match yang terus kami dorong.

“Kami mengapresiasi komitmen Sharp Indonesia dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan vokasi ,” sebutnya.

Dia juga berharap semakin banyak industri terlibat dalam mencetak lulusan SMK yang kompeten, adaptif, dan siap menghadapi tantangan dunia kerja,.

Program Sharp Class pertama kali diperkenalkan pada 2012 sebagai salah satu program CSR Sharp Indonesia yang berfokus pada pengembangan pendidikan vokasi.

Hingga saat ini, program tersebut telah diimplementasikan di 28 SMK yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia, termasuk Aceh, Malang, Denpasar, Banjarmasin, Padang, serta berbagai kota di Pulau Jawa, Sumatera, dan Sulawesi.

Sejak pertama kali dijalankan, sebanyak 923 siswa telah mengikuti program Sharp Class.

Dari jumlah tersebut, sekitar 10% lulusan berhasil bergabung sebagai karyawan PT Sharp Electronics Indonesia.

Sementara lulusan lainnya telah berkarier di berbagai perusahaan nasional maupun internasional, serta mengembangkan usaha mandiri.

Program ini merupakan bagian dari upaya Sharp Indonesia dalam mendukung Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 (Quality Education), SDG 8 (Decent Work and Economic Growth), serta SDG 17 (Partnerships for the Goals) melalui kolaborasi antara dunia industri, pendidikan, dan pemerintah.

PR & Brand Communication Department Head PT Sharp Electronics Indonesia, Pandu mengatakan, melalui perluasan program in, Sharp Indonesia berharap dapat terus memberikan kontribusi nyata dalam menciptakan lulusan SMK yang memiliki kompetensi sesuai kebutuhan industri.

Selain itu program ini  sekaligus mendukung pengembangan sumber daya manusia Indonesia yang unggul dan berdaya saing global.

“Kami meyakini keberlanjutan dibangun melalui kolaborasi dan investasi pada manusia. Melalui Sharp Class, kami ingin mendukung lahirnya generasi yang lebih siap menghadapi dunia kerja sekaligus memperkuat sinergi antara dunia pendidikan dan industri,,” ucap Pandu.

Dia berharap program ini dapat terus memberikan manfaat bagi masyarakat dan mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia Indonesia
( swisma)