Pemerintah Tetapkan Skema Belajar Ramadan 2026, Catat Jadwalnya!

Edukasi, Nasional, News30 Dilihat

JAKARTA– Pemerintah resmi menetapkan pengaturan kegiatan pembelajaran di sekolah selama bulan Ramadan 2026, termasuk jadwal belajar dan libur bagi peserta didik di seluruh Indonesia

Ketentuan tersebut dibahas dalam Rapat Tingkat Menteri (RTM) yang digelar pada Kamis (5/2/2026). Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK), Pratikno, menyampaikan bahwa pembelajaran selama Ramadan akan difokuskan pada penguatan nilai keagamaan dan pembentukan karakter siswa, tanpa mengabaikan hak belajar mereka.

Menurut Pratikno, Ramadan menjadi momen strategis untuk pendidikan karakter yang lebih mendalam.“Bulan Ramadan adalah momentum penting untuk pendidikan karakter. Pembelajaran diarahkan untuk memperkuat nilai keagamaan sesuai keyakinan peserta didik, sekaligus menumbuhkan kepedulian sosial dan kebiasaan positif,” ujar Pratikno, dikutip Sabtu (7/2/2026)

BACA JUGA :  Bobby Nasution Bangga Medan Tuan Rumah DMDI

Ia menegaskan, kegiatan belajar selama Ramadan tidak semata-mata berorientasi akademik, melainkan juga bertujuan memperkuat iman, takwa, akhlak mulia, serta karakter sosial anak-anak Indonesia.

Dalam skema yang ditetapkan, pemerintah mendorong sekolah untuk memperkuat materi keagamaan yang disesuaikan dengan agama masing-masing murid.

Bagi peserta didik beragama Islam, kegiatan dapat diisi dengan tadarus Al-Qur’an, pesantren kilat, kajian keislaman, serta aktivitas lain yang mendukung penguatan spiritual.

BACA JUGA :  Tri Permudah Pelanggan Berbagi Kebaikan di Bulan Ramadan dengan Sedekah Kuota

Pembelajaran di luar satuan pendidikan: 18–20 Februari 2026

Pembelajaran tatap muka di sekolah: 23 Februari–16 Maret 2026

Libur pasca-Ramadan dan Idul Fitri: 23–27 Maret 2026

Sementara itu, murid non-Muslim difasilitasi melalui bimbingan rohani dan kegiatan keagamaan sesuai keyakinan masing-masing.

Selain penguatan spiritual, pembelajaran Ramadan juga diarahkan untuk membangun karakter melalui kegiatan sosial dan edukatif. Di antaranya berbagi takjil, penyaluran zakat dan santunan, hingga kompetisi keagamaan seperti lomba azan, Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ), dan cerdas cermat keagamaan.

BACA JUGA :  Viral Video Diduga Anggota DPRD Sumut Cekcok dengan Pramugari Wings Air di Bandara Binaka Gunung Sitoli

“Kami ingin anak-anak belajar empati, gotong royong, dan kepedulian sosial. Ramadan ramah anak harus diisi dengan aktivitas yang membangun karakter, termasuk Gerakan Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat dan gerakan satu jam tanpa gawai,” jelas Pratikno. (r/isl)