MEDAN– Sejak jelang subuh, kota Medan yang diguyur hujan tak mampu membendung semangat 1.531 mahasiswa baru Universitas Medan Area (UMA) untuk mengikuti kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) 2025.
Kegiatan yang digelar di kampus I UMA Jalan Kolam Medan Estate, Jumat (12/9/2025) itu menjadi lebih semarak dengan yel- yel mahasiswa baru menggemakan tagline UMA
Inovatif, Profesional, dan Berkepribadian.
PKKMB 2025 yang mengangkat tema Membangun Generasi Muda Unggul dan Berdaya Saing Global melalui Pembelajaran Digital ini dibuka Rektor UMA, Prof. Dr. Dadan Ramdan M.Eng MSc dihadiri Ketua Yayasan Pendidikan Haji Agus Salim, Drs. M. Erwin Siregar MBA.
Di hadapan mahasiswa baru dari 8 Fakultas dan 24 program studi itu, Prof Dadan memperkenalkan jajaran pimpinan universitas, fakultas, biro, dan lembaga.
Prof Dadan dalam sambutannya mendorong mahasiswa agar siap bersaing di tingkat global dengan sistem pembelajaran berbasis digital.
Disebutkannya, UMA merancang program lulus 3,5 tahun untuk sarjana dan 1,5 tahun program magister.
Hal ini dibuat untuk mengantisipasi semangat mahasiswa yang ingin lulus lebih cepat dengan prestasi terbaik
“Karena itu kita mendorong mahasiswa menargetkan diri untuk lulus maksimal 3,5 tahun,” ucap rektor.

Ketua Yayasan Pendidikan Haji Agus Salim, Drs. M. Erwin Siregar, MBA saat memotivasi perwakilan mahasiswa untuk menjadi motivator kepada sesama mahasiswa lainya.
Menurut rektor, melalui PKKMB ini mahasiswa harus semangat dan memacu diri bahwa kesuksesan ditopang oleh kesadaran sendiri, termasuk memilih kampus.
“Mahasiswa yang tahu minat dan keinginannya. UMA hanya membantu mengarahkan, menginspirasi agar mahasiswa sedari awal belajar mandiri,” sebut Prof Dadan.
Rektor juga mengungkapkan, pada 2029 UMA menargetkan untuk menjadi Green Digital University (GDU) .
Visi ini bertujuan untuk mengintegrasikan teknologi digital dengan konsep kampus hijau yang asri, bersih, nyaman, dan sehat, yang akan mengutamakan lulusan dengan kompetensi di bidang Green Sustainable Digital, Green Sustainable Economic, dan Sustainable Engineering and Environment.
Dijelaskan Prof Dadan, menjadi GD berarti kampus akan dirancang dengan prinsip-prinsip hijau dengan pengelolaan berbasis digital.
Jadi target GDU ini sebagai langkah UMA untuk berkompetisi di tingkat dunia. Karenanya lulusan UMA juga harus mampu bersaing di tingkat global dan memiliki kemampuan yang dibutuhkan di zaman ini.

PKKMB ini merupakan agenda dan kalender akademik. Jadi meski telah digelar PKKMB, UMA masih menerima mahasiswa baru hingga Oktober 2025.
“Alhamdulillah, jumlah mahasiswa baru saat ini meningkat 20 persen dari tahun lalu. Bagi mahasiswa yang mendaftar hingga Oktober nanti, juga akan tetap mengikuti PKKMB secara khusus,” ungkapnya
Ketua Yayasan Pendidikan Haji Agus Salim (YPHAS), Drs. M. Erwin Siregar, MBA dalam sambutannya juga menekankan mahasiswa baru punya target agar cepat lulus paling lama 3,5 tahun.
Erwin berpesan mahasiswa sebaiknya jangan hanya sekedar kuliah saja di UMA, namun harus berprestasi dengan mengikuti kompetisi dari universitas maupun pemerintah.
Ia juga membocorkan kiat untuk meraih beasiswa sekaligus mendorong agar mahasiswa upayakan IPK minimal 3,8 karena di UMA ada banyak fasilitas beasiswa.
“Di UMA ada beasiswa KIP, beasiswa Yayasan, beasiswa Bank Indonesia, dan dari mitra lainnya. Kalau ada kompetisi dari Ristek dikti tetap ikuti,” imbuhnya.
Melalui PKKMB 2025, Erwin berharap nilai-nilai kebangsaan dan karakter mahasiswa dapat terbangun.
Suasana PKKMB kian semarak tatkala ketua YPHAS itu menggelar kuis berhadiah beberapa unit tablet. Mahasiswa ditantang jadi motivator dengan beri motivasi kepada sesama mahasiswa bagaimana cara agar bersemangat menempuh pendidikan di UMA.
Rangkaian sambutan juga disampaikan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Prof. Brian Yuliarto, S.T., M.Eng., Ph.D secara daring.
“Kami ingin tidak hanya pengetahuan dan keterampilan yang kalian pelajari di kampus ini. Jadilah pemimpin nyata di masyarakat. Jadilah mahasiswa yang berintegritas, kreatif, adaptif, kolaboratif, dan peduli terhadap masyarakat,” pesannya.
Menteri juga menegaskan agar mahasiswa UMA menjadi generasi emas yang berdampak bagi diri, keluarga, masyarakat, dan bangsa.
Selain seremoni penyambutan, PKKMB UMA 2025 juga menghadirkan sejumlah materi penting sebagai bekal awal bagi mahasiswa baru.
Sherlly Maulana, ST., MT., Wakil Rektor Bidang Penjamin Mutu Pendidikan dan Pembelajaran, menyampaikan materi mengenai transformasi pendidikan 4.0 dan lulus tepat waktu.
Materi dilanjutkan dengan pemaparan mengenai pembinaan karakter oleh praktisi pendidikan Yoffi Adinata, S.Pd., M.Si.
Materi lainnya disampaikan Brigjen TNI Dr. Parluhutan Sagala, S.H., M.H. diwakili Letkol CHK (PR) Sidabutar SH MH dengan tema kehidupan berbangsa, bernegara, jati diri bangsa, dan pembinaan kesadaran bela negara
Sebelumnya, Wakil Rektor Bidang Minat Bakat dan Karir, Dr. Rizkan Zulyadi, SH., MH dalam laporannya menyebut UMA memiliki berbagai program dan timeline kegiatan yang dapat diikuti mahasiswa untuk meraih prestasi.
Menurutnya, mahasiswa harus menggali kemampuannya untuk mengasah skill intelektual selain pentingnya memiliki softskill.
Untuk mahasiswa program pascasarjana, kegiatan PKKMB digelar di Kampus UMA Jalan Sei Serayu Medan. (swisma)






