Penutupan WMK UMSU Angkatan 3, Lahirkan 553 Pengusaha Muda

Edukasi130 Dilihat

MEDAN- Program Wirausaha Merdeka (WMK) angkatan 3 di Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) resmi ditutup pada Sabtu (14/12/2024) di Auditorium kampus Jalan Muchtar Basri Medan.

Penutupan ini menjadi momen refleksi atas perjalanan program selama lebih dari tiga bulan yang melibatkan 553 mahasiswa dari 26 perguruan tinggi, termasuk peserta eksternal.

Acara ini dihadiri Wakil Rektor I UMSU, Prof. Dr. Muhammad Arifin Gultom, M.Hum, mitra dari Labuhan Batu, pimpinan fakultas se-UMSU, perwakilan Dinas Koperasi, Apindo, dan Iwapi, para mentor, dosen pendamping lapangan (DPL), serta tim dan peserta WMK UMSU.

Dalam sambutannya, WR 1 UMSU Prof. Arifin menegaskan pentingnya prinsip wirausaha, yaitu kreativitas, inovasi, dan kejujuran.

Menurutnya, wirausaha adalah jalan menuju kesuksesan yang tidak datang instan, tetapi membutuhkan proses panjang yang penuh perjuangan.

Prof Arifin memberi contoh sederhana tentang bagaimana kreativitas dalam variasi produk dapat menarik konsumen, sementara kejujuran menjadi kunci keberlanjutan usaha.

Dia juga mengapresiasi Program WMK yang dinilai mampu mencetak pengusaha muda yang tidak hanya bergantung pada pekerjaan sebagai ASN tetapi juga mampu menciptakan lapangan kerja sendiri.

“Program ini adalah langkah besar untuk melahirkan generasi kreatif dan mandiri. Saya berharap ilmu yang telah diperoleh dapat terus dikembangkan untuk mencapai kesuksesan di masa depan,” ujarnya.

Ketua WMK dan PUSKIIBI UMSU Assoc. Prof. Dewi Andriany SE MM melaporkan perjalanan panjang program ini yang melibatkan kolaborasi intensif dari tahap pre-immersion, immersion, hingga post-immersion.

Dia mengungkapkan rasa bangga atas keberhasilan program ini, termasuk dalam menarik minat investor saat Investment Summit, di mana beberapa kelompok mahasiswa mendapatkan dukungan pendanaan untuk produk mereka.

“Program ini telah memberikan dampak nyata. Kami berharap ilmu yang diperoleh selama kegiatan ini menjadi bekal untuk mencetak bibit unggul menuju Indonesia Emas,” ungkapnya.

Dia juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang mendukung, mulai dari pimpinan universitas, mentor, DPL, hingga panitia.

Kemudian, perwakilan peserta WMK, Ramz mengungkapkan pengalamannya mengikuti program ini.

Menurutnya, program ini menantang, terutama dalam menjalankan wirausaha secara langsung.

“Saya belajar banyak, mulai dari pencatatan arus kas hingga membangun kepemimpinan tim. Pelajaran terbesar bagi saya adalah bagaimana berbagi tanggung jawab dan bekerja sama secara efektif,” katanya.

Perwakilan Dosen Pendamping Lapangan (DPL) Baihaqi Ammy, S.E., M.Ak, menekankan bahwa program ini memberikan kesempatan unik bagi mahasiswa untuk mengaplikasikan teori dalam praktik nyata.

“Teori sering kali berbeda dengan praktik. Di lapangan, kemampuan mengelola dan menambah nilai produk adalah kunci kesuksesan,” ujar Baihaqi.

Dia mengingatkan mahasiswa bahwa konsistensi dan keberlanjutan adalah faktor utama dalam menjalankan usaha.

Selanjutnya, alumni UMSU dan pengusaha muda, Popy, salah satu mentor program, mengaku bangga dapat berkontribusi.

“Program ini memberikan pembekalan lengkap, mulai dari branding hingga analisis keuangan. Saya melihat potensi besar mahasiswa UMSU untuk menjadi pengusaha yang kompetitif di tingkat global,” ujarnya.

Penutupan ditandai dengan penyerahan plakat kepada para dosen pendamping lapangan oleh Wakil Rektor 1 UMSU, Prof. Muhammad Arifin sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi mereka.

Acara ini ditutup dengan doa bersama dan pesan untuk menjaga kesehatan sebagai modal utama dalam mewujudkan cita-cita, termasuk di bidang wirausaha.

Program Wirausaha Merdeka UMSU diharapkan dapat terus berjalan di tahun-tahun mendatang, memberikan inspirasi dan dampak positif bagi mahasiswa dan masyarakat luas. (swisma)