Budayakan Pelayanan Prima, Ini yang Dilakukan LLDikti Wilayah 1 Sumut

Edukasi64 Dilihat

MEDAN-Salah satu elemen penting dalam peningkatan kualitas pelayanan publik menuju pelayanan prima adalah sumber daya manusianya (SDM).

Sebagai upaya meningkatkan kualitas pelayanan prima tersebut, Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah I Sumatera Utara melakukan Internalisasi Budaya Pelayanan Prima di Kampung Ladang Outbond, Jalan Besar Tanjung Anom, Kecamatan Pancur Batu, Deli Serdang, Rabu (2/7/2025).

Kegiatan yang dibuka Kepala LLDikti Wilayah I, Prof. Saiful Anwar Matondang MA, Ph.D ini menyatakan kesiapan mengajak SDM-nya untuk memberikan layanan terbaik kepada Perguruan Tinggi Swasta (PTS), dosen, mahasiswa dan masyarakat lainnya.

Pelayanan budaya prima itu, kata Saiful melalui melayani dengan hati bisa dimulai dari sikap rendah hati dengan memberikan senyum, salam dan sapa serta bersikap ramah.

Selain itu empati. Dengan adanya  sikap responsif terhadap keluhan, dan memberikan solusi sekaligus tindakan nyata yang bertujuan memberikan kepuasan dan rasa aman kepada publik di sektor pendidikan tinggi menjadi salah satu elemen penting melayani dengan hati.

Hal yang tak kalah penting lagi juga melayani dengan hati melalui edukatif. Jadi jangan hanya kejar karier tapi juga ilmi dan karakter yang tumbuh bersama.

“Kesabaran juga menjadi salahsatu tolak ukur pencapaian melayani dengan hati. Sebab  tantangan dalam pekerjaan bukan untuk menjatuhkan tapi untuk menguji seberapa sabar kita tumbub,,” ungkap Saiful.

Menurut Saiful, budaya pelayanan prima itu adalah upaya untuk memberikan nilai tambah dan pengalaman menyenangkan bagi PTS dan civitas akadenikanya swrta masyarakat dengan  memenuhi maksud dan keinginan mereka.

Dengan penerapan budaya pelayanam  prima itu, Saiful bahkan mengkonotasikannya dengan slogan “Melayani adalah Budayaku” .

“Melalui slogan ini kita memaknai  menjadi napas kerja sehari-hari dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat di sektor pendidikan tinggi,” ucapnya.

Pada kegiatan Internalisasi Budaya Pelayanan Prima di Kampung Ladang ini diikuti 70 staf dan pegawai sebagai bagian dari upaya membentuk budaya kerja yang melayani dengan hati.

“Saya kukuhkan kembali moto kita: Melayani adalah Budayaku. Budaya LLDikti adalah budaya meladeni kepada yayasan, perguruan tinggi, hingga alumni. Dan itu harus ditanamkan dalam diri masing-masing,” ujar Prof. Saiful.

Ia menjelaskan, internalisasi budaya pelayanan dilakukan untuk menanamkan nilai-nilai kerja yang tulus, sigap, dan santun, bukan sekadar menjalankan kewajiban sesuai SOP (Standar Operasional Pelayanan).

Menurutnya, pelayanan prima itu bukan soal hafal aturan, tapi tentang karakter. Dan itu dibangun, bukan dibuat-buat. Setelah internalisasi, dia akan jadi budaya kerja.

Prof. Saiful juga mengutip nilai dari falsafah Batak dalam bukunya Holong Mangalap Holong — kasih akan melahirkan kasih.

Buku ini memuat monograf budaya Mandailing Angkola, ditulis kolaboratif oleh Prof. Saiful dan rekan peneliti, resmi diluncurkan dan diserahkan secara simbolis pada 9 Juni 2025, di Pendopo Rumah Dinas Bupati Mandailing Natal (Madina), Panyabungan.

Penyerahan dilakukan langsung  Saiful kepada bupati Madina, sebagai bagian dari acara pengenalan dan pelepasan buku kepada masyarakat Madina.

Menurutnya, pelayanan yang baik lahir dari empati dan dedikasi, bukan orientasi keuntungan.

“Kalau motivasinya uang, lebih baik kerja di perusahaan. LLDikti bukan lembaga profit. Kita justru menyalurkan bantuan ke kampus: beasiswa, tukin dosen, sertifikasi. Jadi bukan nerima duit, malah ngasih duit,” katanya.

Saiful juga mengingatkan pentingnya memahami karakter masyarakat yang dilayani. Ada yang emosional, terburu-buru, bahkan sensitif. Namun semua itu harus disikapi dengan pendekatan humanis.

“Yang datang ke kantor kita ada alumni, ada pimpinan kampus. Mereka ingin urusannya cepat selesai, tapi kita punya proses. Yang penting, komunikasikan dengan baik,” jelasnya.

Contoh konkretnya, alumni dari kampus nonaktif yang ingin melegalisasi ijazah. LLDikti tetap melayani, namun dengan penjelasan tahapan yang harus dilalui.

Sebagai bentuk komitmen menjaga kualitas layanan, LLDikti Wilayah I memberikan penghargaan tahunan kepada pegawai dengan kinerja terbaik, biasanya pada momen Hari Pendidikan Nasional atau HUT RI.

“Tapi kalau ada pegawai yang kinerjanya kurang dan banyak aduan dari masyarakat, ya kita rotasi. Ini bagian dari pembinaan dan perbaikan,” tukasnya.

Sementara itu Kepala Bagian Umum LLDikti Wilayah I, Ahmad Subhan, SE menyampaikan kegiatan ini bertujuan agar seluruh pegawai menerapkan budaya melayani dengan sepenuh hati.

“Kami ingin staf LLDikti sigap memberi layanan, penuh senyum dan semangat melayani stakeholder,” ujar Subhan m

Kegiatan internalisasi ini juga diisi dengan pemaparan materi Service Excellent oleh Agustina Pardosi dari PT Bank Mandiri Area Medan Imam Bonjol.

Ia membagikan pengalaman membangun budaya pelayanan berkualitas di sektor perbankan.

Untuk mempererat kerja sama dan membangun semangat tim, kegiatan juga dimeriahkan dengan sejumlah games dan aktivitas lapangan .. (swisma)