MEDAN-Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (FK UMSU) menggelar Yudisium dan Sumpah yang diikuti 28 lulusan Program Studi Pendidikan Profesi Dokter.
Yudisium dan sumpah dokter untuk Angkatan ke-40 teesebut digelar, Sabtu (4/1/2025) di Auditorium Fakultas Kedokteran UMSU, Jl. Gedung Arca Teladan, Medan.
Sebanyak 28 mahasiswa Program Studi Pendidikan Profesi Dokter secara resmi dilantik sebagai dokter setelah berhasil menyelesaikan seluruh rangkaian pendidikan dan lukus ujian kompetensi dokter (UKMPPD).
Lulus ujian kompetensi menjadi kebanggaan tersendiri karena sekaligus menunjukan kualitas dan kemampuan mahasiswa Prodi Profesi Dokter
Rektor UNSU, Prof. Agussani menyoroti perkembangan Fakultas Kedokteran di Indonesia.
“Saya yakin dengan penempaan dokter Islami di UMSU, ini akan menjadi bekal berharga bagi para dokter yang baru disumpah. Saya berbangga dan bersyukur karena attitude dan pendekatan mahasiswa dokter UMSU mendapatkan apresiasi luar biasa,” kata Agussani
Dia juga menyampaikan rasa terima kasih kepada orangtua yang telah mempercayakan anak-anaknya untuk menempuh pendidikan di UMSU.
Agussani berharap agar para lulusan tidak hanya sukses di dunia profesional tetapi juga mampu menularkan ilmunya kepada generasi berikutnya.
“Kami berharap, nantinya para lulusan dapat menularkan ilmunya kepada junior dan memperkuat jejaring sesama alumni. Keberadaan kedokteran UMSU dibangun oleh para alumninya,” harapnya.
Prof. Agussani menyampaikan perjalanan Fakultas Kedokteran UMSU tidaklah mudah. Hingga saat ini, sejak berdirinya pada tahun 2008 hingga 2024, UMSU telah meluluskan sebanyak 926 dokter.
Kemudian, Rektor UMSU itu juga memohon dukungan kepada para alumni dan orangtua terkait pembangunan kampus terpadu UMSU dan pelaksanaan Muktamar Muhammadiyah 2027.
Dekan Fakultas Kedokteran UMSU dr. Siti Masliana Siregar Sp. T.H.T.B.K.L., Subsp.Rino(K).
“Kami sangat bangga dengan capaian ini. Selanjutnya, adik-adik yang menjadi teman sejawat saya, akan menjalani program internship selama satu tahun sebelum benar-benar memasuki profesi dokter yang sesungguhnya,” jelasnya.
Selain itu, Dekan juga mengungkapkan adanya rencana perubahan dalam sistem ujian dokter yang telah dibahas bersama Menteri Pendidikan Tinggi dan Menteri Kesehatan.
“Ke depan, akan ada simulasi ujian baru yang melibatkan dua platform: ujian teori di tingkat sarjana dan ujian SCT di tingkat profesi. Nantinya, lulusan akan mendapatkan sertifikat dari institusi dan profesi, seperti yang dilakukan dalam ujian OSC UKMPPD,” paparnya.
Lulusan Kedokteran UMSU, dr. Astriani Yulsyafrida dinobatkan yang meraih IPK 4,00, dalam sambutannya, dia mengungkapkan rasa syukur dan terima kasihnya kepada UMSU, para dosen, serta orang tua.
“ Kelulusan ini adalah capaian bersama, dan kami tidak akan berhenti belajar meskipun telah lulus,” ujarnya penuh haru.
Turut hadir Direktur RSUD, Drs. H. Amri Tambunan, dr. Hanif Fahri, M.M., M.KED (KJ) SP KJ, para pimpinan rumah sakit jejaring dan wahana pendidikan dan undangan lainnya. ( swisma)






