MEDAN-Seiring dengan proyeksi ekonomi digital Indonesia yang mencapai USD 366 miliar pada 2030, pemerintah Indonesia menetapkan target untuk meningkatkan infrastruktur digital.
Upaya itu mendorong konektivitas yang bermakna, dan mengembangkan kumpulan talenta digital yang tangguh.
Untuk mendukung tujuan ekonomi nasional tersebut, rencana strategis telah digariskan untuk memperluas jangkauan dan mempercepat peralihan ke 5G guna menghadirkan jangkauan lebih baik, kecepatan lebih tinggi, dan layanan dengan latensi rendah.
Dalam mendukung upaya itu,
Kementerian Ketenagakerjaan ( Kemnaker), Kementerian Komunikasi dan Digital Indonesia (Komdigi), mitra ekosistem, dan Huawei meluncurkan program peningkatan pengetahuan, Senin (30/6/2025)
Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan dan kemampuan mereka yang bekerja di bidang pemasangan dan pengoperasian peralatan telekomunikasi, khususnya teknologi 5G agar selaras dengan kebutuhan industri dan kemajuan teknologi.
Selain penerapan 5G, program ini juga mencakup kepatuhan kesehatan dan keselamatan di tempat kerja (Environmental, Health and Safety – EHS) dengan memperkenalkan metodologi implementasi lapangan yang efisien dan digital untuk tim subkontraktor lokal.
Selain itu memastikan peserta pelatihan siap kerja dan diperlengkapi dengan baik.
Lebih dari 40 teknisi mengikuti pelatihan gelombang pertama yang diadakan di Huawei ASEAN Academy (Institut Teknik) di CIBIS Park di Jakarta Selatan.
Dalam enam bulan ke depan, lebih dari 3 ribu teknisi akan mengikuti seri pelatihan selanjutnya.
Direktur Jenderal Pembinaan Pelatihan Vokasi dan Produktivitas, Kemnaker, Agung Nur Rohmad S.T MM mengapresiasi inisiatif tersebut.
Disebutkannya, pelatihan digital yang diselenggarakan bersama Huawei ini sejalan dengan program Asta Cita pemerintah yang mengedepankan peningkatan kualitas SDM melalui penguatan kompetensi dan keterampilan melalui jalur pendidikan formal maupun pelatihan vokasi.
“Ini merupakan investasi yang tidak murah dan jangka panjang untuk menempatkan Indonesia sebagai negara maju pada 2045,” katanya
Senada dengan itu, Sekretaris Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Komunikasi dan Digital, Komdisi,Dr. I Nyoman Adhiarna.
Dia menegaskan Komdigi siap berkolaborasi dengan Huawei dan para mitra ekosistem dalam mempersiapkan dan memperkuat kapasitas serta kapabilitas talenta Indonesia yang unggul di era digital.
Menurutnya, Komdigi mengapresiasi inisiatif pelatihan digital dari perusahaan TIK global seperti Huawei bagi talenta digital di Indonesia.
” Melalui program pelatihan end-to-end yang mencakup materi pengetahuan dasar hingga keterampilan tingkat lanjut akan mendukung realisasi target Pemerintah dalam mewujudkan ekosistem digital yang inklusif,” ujarnya.
Mewakili sekelompok mitra lokal Huawei, Rony Dosonugroho, CEO PT. Adyawinsa Telecomunication & Electrical mengatakan, pelatihan ini dapat memangkas kesenjangan keterampilan lulusan sekolah menengah atas maupun perguruan tinggi dengan kebutuhan industri.
“Kami mengapresiasi konsistensi kontribusi Huawei dalam memperkuat ekosistem digital, terutama terkait teknologi 5G, yang melibatkan para stakeholder terkait demi mewujudkan transformasi digital di Indonesia,” katanya.
Vice President, Management Transformation, Huawei Indonesia, Jeffrey Wang, menyampaikan sebagai penyedia infrastruktur TIK global, Huawei dapat memfasilitasi transfer pengetahuan tentang kasus penggunaan dan praktik 5G untuk meningkatkan kemampuan talenta lokal.
Disebutkannya infrastruktur dan talenta merupakan pendorong yang penting.
Membangun infrastruktur digital yang tangguh dan membina sumber daya manusia terampil sama-sama penting untuk mencapai tujuan ekonomi digital jangka panjang.
“Tujuan kolektif kami adalah membina talenta yang siap menghadapi masa depan, berkontribusi pada penciptaan lapangan kerja lokal yang berkualitas, dan secara langsung mendukung visi Indonesia Emas 2045,” kata Jeffrey
Hal ini menegaskan kembali komitmen kuat Huawei untuk membina talenta lokal sejalan dengan motto Huawei: di Indonesia, untuk Indonesia, oleh orang Indonesia.
Huawei telah melatih lebih dari 127.000 talenta digital selama lima tahun bekerja sama dengan kementerian pemerintah, industri, pemasok, dan lebih dari 118 universitas. ( swisma)






