Dukung Pariwisata, BI Dorong Transformasi Geotourism Kaldera Toba

Bisnis18 Dilihat

MEDAN – Bank Indonesia Provinsi Sumatera Utara menegaskan dukungan terhadap pengembangan Kaldera Toba sebagai destinasi geowisata berkelas dunia melalui keikutsertaan dalam Konferensi Internasional Geotourism Toba Caldera 2025 di Parapat.

Dalam keterangan pers yang diterima, Kamis (10/7/2025) konferensi internasional tersebut dibuka Gubernur Sumatera Utara, Muhammad Bobby Afif Nasution, SE, MM, serta dihadiri Menteri Pariwisata, Widiyanti Putri Wardhana.

Mengusung tema “Innovation and Strengthening of Geopark as Sustainability Tourism 2025”, konferensi ini menekankan pentingnya inovasi dan sinergi dalam memperkuat peran geopark sebagai sumber penghidupan masyarakat.

Dalam forum tersebut, Kepala Perwakilan Dr. Rudy B. Hutabarat diwakili Deputi Kepala Perwakilan BI Sumut, Dr. Suryono, menyebutkan sektor pariwisata berbasis geopark memiliki daya dorong besar terhadap ekonomi daerah.

BACA JUGA :  BI Perkuat Ketahanan Pangan Lewat Ekosistem Digital Pesantren

Sebab hal tersebut bukan hanya menciptakan pendapatan dari sisi kunjungan wisatawan, tetapi juga memberi efek berlapis, mulai dari tumbuhnya UMKM, sektor jasa, hingga peningkatan kesejahteraan masyarakat di kawasan destinasi.

BI, lanjutnya, menempatkan diri sebagai mitra strategis pembangunan, bukan sekadar pengamat. Komitmen tersebut diwujudkan melalui serangkaian program konkret, antara lain fasilitasi simulasi revalidasi UNESCO lewat FGD Dewan Pakar.

Kemudian pelatihan dan sertifikasi kurator bagi pelaku UMKM lokal, program edukatif Geopark Goes to School yang menyasar pelajar dari PAUD hingga SMA, serta promosi kawasan lewat ajang sport tourism Toba Geobike.

BACA JUGA :  Satgas Pangan Polda Sumut Sidak Pasar Tradisional

Seluruhnya diarahkan untuk memperkuat ekosistem pariwisata yang berkelanjutan, inklusif, dan berakar pada potensi lokal.

Dalam pandangan BI, penguatan geopark bukan hanya soal pelestarian, tetapi strategi ekonomi jangka panjang.

Ketika masyarakat diberdayakan, wisata tumbuh dari bawah, dan nilai tambah lokal ikut terangkat. Karena itu, lanjutnya, pembangunan Kaldera Toba perlu pendekatan lintas sektor dan keberpihakan yang konsisten terhadap pelaku usaha kecil dan komunitas lokal.

Menteri Pariwisata menegaskan harapannya agar Danau Toba dapat menjadi salah satu pusat ekonomi kerakyatan yang berkelanjutan.

Turut hadir delapan bupati dari kawasan Danau Toba, Direktur BPODT Jimmy Panjaitan, ST, MM, dan General Manager Toba Caldera UNESCO Global Geopark, Dr. Azizul Kholis.

BACA JUGA :  BI Catat Uang Beredar Meningkat pada Desember 2025

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur meresmikan logo dan maskot baru Toba Caldera UGGp sebagai identitas resmi kawasan, serta menerima modul edukasi geopark dari BPODT yang akan digunakan sebagai materi pembelajaran di sekolah-sekolah.

Sesi pleno menghadirkan narasumber dari Indonesia, Malaysia, dan Korea Selatan, dan konferensi ditutup dengan workshop pengelolaan geosite oleh akademisi dan pelestari lingkungan, Dr. Wilmar Simanjorang.

Dengan sinergi berbagai pihak, konferensi ini diharapkan menjadi langkah nyata menjaga warisan geologi Danau Toba sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi hijau dan inklusif di Sumatera Utara. ( swisma)