DPRD Medan Dorong Dispora Segera Inventarisasi Seluruh Dojo Wadokai untuk Pembinaan Atlet

Wakil Rakyat306 Dilihat

MEDAN – Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Medan mendapat sorotan dari Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Medan terkait minimnya perhatian terhadap cabang olahraga (Cabor) Wadokai. Dewan meminta agar Dispora segera melakukan inventarisasi menyeluruh terhadap seluruh dojo Wadokai yang tersebar di Kota Medan sebagai langkah awal pembinaan dan pengembangan potensi atlet.

Permintaan ini disampaikan langsung oleh Sekretaris Fraksi PAN Perindo DPRD Kota Medan, Binsar Simarmata, usai menggelar pertemuan dengan Pengurus Cabang (Pengcab) Wadokai Medan di ruang Fraksi PAN Perindo, Senin (30/3/2026).

Dalam pertemuan tersebut, Pengcab Wadokai Medan yang dihadiri oleh Plt Ketua Mula Eka Tamba, Sekretaris Edy Darwan, Bendahara Ridha Efrianata, serta Marhaum Tamba, mengeluhkan kurangnya perhatian dari Dispora dan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Medan terhadap keberadaan cabor tersebut.

Inventarisasi Dojo Wadokai di Seluruh Kecamatan

Binsar Simarmata yang juga merupakan anggota Komisi II DPRD Medan yang membidangi kepemudaan dan olahraga ini menegaskan bahwa inventarisasi menjadi kunci utama agar pembinaan dapat berjalan lebih terstruktur.

“Kami minta Dispora bersama para camat di Kota Medan untuk menginventarisasi seluruh Dojo Wadokai. Ini mencakup sarana dan prasarana tempat latihan, hingga sumber daya manusia (SDM) yang ada. Ini langkah awal yang sangat penting untuk memberikan perhatian serius dari Pemerintah Kota Medan terhadap Cabor Wadokai,” ujar Binsar.

Menurutnya, data yang tertata dengan baik akan memudahkan pemerintah dalam memotivasi atlet berprestasi serta mengalokasikan pembinaan secara maksimal. “Kami berharap dengan adanya perhatian khusus ini, potensi atlet Wadokai dapat dikembangkan secara maksimal, pembinaan menjadi lebih terstruktur, dan prestasi olahraga di tingkat nasional maupun internasional bisa meningkat,” tambahnya.

Pengcab Wadokai: 1.000 Murid Tersebar, Namun Minim Perhatian

Sementara itu, Plt Ketua Pengcab Wadokai Medan, Mula Eka Tamba, mengungkapkan bahwa saat ini dojo Wadokai telah hadir di seluruh kecamatan se-Kota Medan dengan jumlah murid mencapai sekitar 1.000 orang. Namun, keberadaan mereka kerap terabaikan.

“Dojo Wadokai ada di semua kecamatan. Tapi ketika ada event seperti Pekan Olahraga Kota (Porkot) Medan, atlet dari perguruan kami tidak pernah dilibatkan. Seharusnya KONI kecamatan melakukan seleksi secara terbuka dengan mengundang semua perguruan karate, bukan hanya beberapa pihak saja,” keluh Mula Tamba.

BACA JUGA :  MEDAN- Ketua DPRD Kota Medan, Hasyim SE mengharapkan Kota Medan benar- benar menjadi kota yang berkah yang bisa dirasakan oleh seluruh warga Kota Medan. Hal itu diungkapkan Hasyim SE usai mengikuti upacara HUT Kota Medan ke- 432 di Stadion Mini Universitas Sumatera Utara (USU), Jumat (1/7/2022). "Kita apresiasi beberapa aspirasi warga sudah ditindaklanjuti oleh Pemko Medan. Ini berkaitan dengan 5 program prioritas yang merupakan harapan bagi warga Kota Medan," ungkap Hasyim SE. Seperti di bidang kesehatan. Hasyim SE menilai, pelayanan kesehatan gratis di Puskesmas sudah semakin bagus. Selain itu, ada penambahan kuota yang cukup besar untuk program BPJS Kesehatan Penerima Bantuan Iuran (PBI) di 2022. Sedangkan di 2023, Pemko Medan memiliki program Universal Health Coverage (UHC). "Dengan Program UHC itu, warga Kota Medan sudah bisa berobat di seluruh rumah sakit di Kota Medan yang bekerjasama dengan provider BPJS Kesehatan secara gratis, dengan membawa KTP. Ini berlaku untuk semua warga Kota Medan tanpa terkecuali. Selama ini kan, berobat gratisnya di Puskesmas," papar Hasyim SE. Selain itu, Hasyim SE menambahkan pemberdayaan UMKM di Kota Medan juga sudah semakin baik yang dibuktikan dengan dimasukkannya produk UMKM ke dalam e-katalog. Menurut Hasyim SE, tentunya ini merupakan wujud komitmen Pemko Medan dalam pemberdayaan UMKM di Kota Medan. "Artinya, seluruh OPD sudah bisa berbelanja produk UMKM Kota Medan melalui e-katalog," paparnya. Disinggung tentang penanganan banjir, Hasyim SE mmengharapkan Pemko Medan bisa menuntaskan masalah itu. Walau pun selama ini, penanganan genangan air di Kota Medan dinilai sudah lebih baik dari sebelumnya. "Begitu juga dengan penanganan banjir rob yang sudah dianggarkan dan di tahun 2022 ini sudah bisa digunakan anggarannya. Saya harap ini bisa didukung oleh seluruh stakeholders di Kota Medan, karena ini menjadi aspirasi warga Medan Utara" ujarnya. Terkait dengan infrastruktur jalan yang terlihat semakin banyak perbaikan, Hasyim SE mengharapkan agar kwalitas infrastruktur jalannya juga baik. Jangan, ketika baru diaspal saja yang terlihat mulus, namun tidak diikuti dengan kwalitas yang baik. Begitu juga dengan revitalisasi cagar budaya, seperti Lapangan Merdeka, Medan. Hasyim SE menilai hal itu sebagai langkah yang baik untuk menambah ruang terbuka hijau di Kota Medan. "Saya berharap, di usia Kota Medan yang cukup matang ini, ke- 432, Kota Medan benar- benar bisa menjadi kota yang nyaman, tentram, kondusif, angka kemiskinan bisa diturunkan dan tentunya menjadi kota yang berkah," pungkas Hasyim SE.

Ia berharap dengan adanya desakan dari DPRD ini, Dispora Medan dapat lebih responsif dan memberikan ruang yang sama bagi seluruh cabor, termasuk Wadokai, untuk berprestasi.

Dengan langkah inventarisasi yang segera dilakukan, diharapkan pembinaan olahraga karate di Kota Medan, khususnya aliran Wadokai, dapat berjalan lebih profesional dan melahirkan atlet-atlet berprestasi yang membanggakan nama Kota Medan di kancah regional, nasional, hingga internasional. (Red)