Pansus Harap PT KIM Persiapkan Sarpras Damkar

Politik, Wakil Rakyat596 Dilihat

Medan. Panitia Khusus (Pansus) harapkan PT. Kawasan Industri Medan (KIM) persiapkan sarana dan prasarana (Sarpras) pemadam kebakaran (Damkar). Sebab, kawasan industri tersebut zonasi rentan akan terjadinya kebakaran.

Harapan itu disampaikan Ketua Pansus Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) Pencegahan dan Penanggulangan Kebakaran (PPK) DPRD Kota Medan, Edwin Sugesti Nasution, usai rapat lanjutan pembahasan Ranperda PPK bersama PT. KIM dan Pelindo di DPRD Kota Medan, Selasa (9/9/2025).

Persiapan sarana dan prasaran Damkar itu, kata Edwin, harus sesuai dengan luas wilayah cakupan.

“Sarana dan prasarana Damkar yang di siapkan PT. KIM selaku pengelola, harus mampu mengcover luas wilayah. Dan ini harus di persiapkan secara menyeluruh,” kata Edwin.

Memang, sebut politisi Partai Amanat Nasional (PAN) itu, geografis PT. KIM berada di dua wilayah, yaitu Kota Medan dan Kabupaten Deliserdang. “Kita hanya membahas wilayah yang masuk Kota Medan saja,” kata Edwin.

Setelah seluruh sarana dan prasarana Damkar itu di siapkan, sambung Edwin, nantinya akan dikelola menjadi UPT masuk wilayah Kota Medan.

Sementara Wakil Ketua Pansus, Lailatul Badri, meminta PT. KIM selaku pengelola harus menjamin keselamatan orang banyak di kawasan itu. Sebab, kawasan tersebut rentan akan terjadinya kebakaran.

Menurut wanita yang akab disapa, Lela, itu ketersediaan armada dan hydrant di PT. KIM tidak mumpuni untuk mengcover seluruh kawasan. “Tidak akan mungkin cuma 2 armada dan 3 hydrant (1 hydrant di KIM 1 dan 2 hydrant di KIM 2, red) mampu menghandle kawasan seluas itu. PT KIM harus berkontribusi secara kawasan, walaupun perusahaan-perusahaan yang ada di kawasan itu memiliki tanggung jawab secara pribadi terhadap perusahaannya,” ungkap Lela.

BACA JUGA :  MEDAN- Ketua DPRD Kota Medan, Hasyim SE mengharapkan Kota Medan benar- benar menjadi kota yang berkah yang bisa dirasakan oleh seluruh warga Kota Medan. Hal itu diungkapkan Hasyim SE usai mengikuti upacara HUT Kota Medan ke- 432 di Stadion Mini Universitas Sumatera Utara (USU), Jumat (1/7/2022). "Kita apresiasi beberapa aspirasi warga sudah ditindaklanjuti oleh Pemko Medan. Ini berkaitan dengan 5 program prioritas yang merupakan harapan bagi warga Kota Medan," ungkap Hasyim SE. Seperti di bidang kesehatan. Hasyim SE menilai, pelayanan kesehatan gratis di Puskesmas sudah semakin bagus. Selain itu, ada penambahan kuota yang cukup besar untuk program BPJS Kesehatan Penerima Bantuan Iuran (PBI) di 2022. Sedangkan di 2023, Pemko Medan memiliki program Universal Health Coverage (UHC). "Dengan Program UHC itu, warga Kota Medan sudah bisa berobat di seluruh rumah sakit di Kota Medan yang bekerjasama dengan provider BPJS Kesehatan secara gratis, dengan membawa KTP. Ini berlaku untuk semua warga Kota Medan tanpa terkecuali. Selama ini kan, berobat gratisnya di Puskesmas," papar Hasyim SE. Selain itu, Hasyim SE menambahkan pemberdayaan UMKM di Kota Medan juga sudah semakin baik yang dibuktikan dengan dimasukkannya produk UMKM ke dalam e-katalog. Menurut Hasyim SE, tentunya ini merupakan wujud komitmen Pemko Medan dalam pemberdayaan UMKM di Kota Medan. "Artinya, seluruh OPD sudah bisa berbelanja produk UMKM Kota Medan melalui e-katalog," paparnya. Disinggung tentang penanganan banjir, Hasyim SE mmengharapkan Pemko Medan bisa menuntaskan masalah itu. Walau pun selama ini, penanganan genangan air di Kota Medan dinilai sudah lebih baik dari sebelumnya. "Begitu juga dengan penanganan banjir rob yang sudah dianggarkan dan di tahun 2022 ini sudah bisa digunakan anggarannya. Saya harap ini bisa didukung oleh seluruh stakeholders di Kota Medan, karena ini menjadi aspirasi warga Medan Utara" ujarnya. Terkait dengan infrastruktur jalan yang terlihat semakin banyak perbaikan, Hasyim SE mengharapkan agar kwalitas infrastruktur jalannya juga baik. Jangan, ketika baru diaspal saja yang terlihat mulus, namun tidak diikuti dengan kwalitas yang baik. Begitu juga dengan revitalisasi cagar budaya, seperti Lapangan Merdeka, Medan. Hasyim SE menilai hal itu sebagai langkah yang baik untuk menambah ruang terbuka hijau di Kota Medan. "Saya berharap, di usia Kota Medan yang cukup matang ini, ke- 432, Kota Medan benar- benar bisa menjadi kota yang nyaman, tentram, kondusif, angka kemiskinan bisa diturunkan dan tentunya menjadi kota yang berkah," pungkas Hasyim SE.

Kadis Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (PKP) Kota Medan, Muhammad Yunus, menyampaikan armada Damkar yang ada di PT. KIM merupakan milik Dinas PP. “PT. KIM hanya menyediakan lahan untuk di jadikan otlet saja. Itulah yang menjadi UPT Sekarang ini. Lahan tersebut sebenarnya masih kurang luas melihat risiko kebakaran yang akan terjadi,” kata Yunus.

Yunus juga menyampaikan, pihaknya pernah meminta kepada PT. KIM untuk memperbaiki UPT tersebut. “Sejak dibangun tahun 1988 sampai 2023 tidak pernah ada renovasi. Kami pernah minta, namun tidak ditanggapi. Kami bilang kalau tidak ada renovasi, UPT akan kami pindahkan ke Kantor Camat. Setelah mendapat sedikit “ancaman”, barulah tahun 2024 direnovasi. Padahal, sesuai Permen PU Nomor 20 tahun 2009 tentang Pedoman Teknis Manajemen Proteksi Kebakaran di Perkotaan, pihak pengelola harusnya membantu,” ungkap Yunus.

Sementara dari PT. Pelindo, Yusrizal, menyampaikan pihaknya memiliki 4 unit mobil Damkar, 5 kapal tunda berfungsi sebagai Damkar, 150 hydrant dan 3 titik tandon.

“Kami juga punya 3 tempat pengisian air dari atas. Bahkan, kalau emergency, air sepanjang dermaga bisa di gunakan,” kata Yusrizal.

Yusrizal mengaku, pihaknya bertanggungjawab dan selalu turun jika terjadi kebakaran di Belawan.

“Tapi kami butuh perlindungan, karena kami selalu dilempar setiap turun membantu memadamkan api. Kalau boleh dikatakan, kami kapok, makanya kami minta perlindungan,” ujarnya.

(red)