Tonton Film Karya Sineas Medan, Bobby Nasution Janji Geliatkan Ekosistem Film di Medan

News476 Dilihat

GLOBALMEDAN.COM, MEDAN – Wali Kota Medan Bobby Nasution berjanji akan menghidupkan kembali ekosistem film lokal di Kota Medan.

Hal ini ia sampaikan di depan para sineas lokal dan talent usai menonton premiere film pendek berjudul Pelipur Lara di Bioskop Mini Movieresto Prime, Jalan Seto, Lorong Sipirok No.10, Tegal Sari II, Kecamatan Medan Area, Selasa (9/5/2022) malam.

“Pemerintah juga sama-sama berbuat agar dunia perfilman di kota Medan menjadi ekosistem dan kita hidupkan kembali. Ini janji saya,” ungkap Bobby.

Dikatakan Bobby, Pemko Medan akan membangkitkan kembali gairah sineas lokal yang nanti hasilnya akan mampu menghasilkan karya yang dapat dinikmati oleh seluruh masyarakat tak hanya Kota Medan namun juga di luar Kota Medan.

“Ekosistem ini bisa berjalan tentunya bukan hanya dari pemerintah kota saja, tapi bergerak dari komunitas dan nanti kita sama-sama jalan. Saya janji bagi sineas ataupun seniman yang ingin berkarya di Kota Medan, akan kita support penuh agar penunjang ekosistem dari sineas ini bisa bangkit kembali. Sehingga karya sineas lokal muda ini sama sama inginkan ada karya sineas kota Medan yang bisa masuk layar lebar dan festival film,” kata Bobby.

Terkait hal ini, Bobby berencana akan mengadakan Festival Film kota Medan secara rutin agar para sineas lokal dapat unjuk karya terbaiknya.

Bobby berharap dengan adanya kalender Festival film tiap tahun akan dapat menghidupkan kembali geliat film lokal dan mampu menggerakkan roda perekonomian khususnya dalam dunia ekonomi kreatif.

BACA JUGA :  MEDAN- Ketua DPRD Kota Medan, Hasyim SE mengharapkan Kota Medan benar- benar menjadi kota yang berkah yang bisa dirasakan oleh seluruh warga Kota Medan. Hal itu diungkapkan Hasyim SE usai mengikuti upacara HUT Kota Medan ke- 432 di Stadion Mini Universitas Sumatera Utara (USU), Jumat (1/7/2022). "Kita apresiasi beberapa aspirasi warga sudah ditindaklanjuti oleh Pemko Medan. Ini berkaitan dengan 5 program prioritas yang merupakan harapan bagi warga Kota Medan," ungkap Hasyim SE. Seperti di bidang kesehatan. Hasyim SE menilai, pelayanan kesehatan gratis di Puskesmas sudah semakin bagus. Selain itu, ada penambahan kuota yang cukup besar untuk program BPJS Kesehatan Penerima Bantuan Iuran (PBI) di 2022. Sedangkan di 2023, Pemko Medan memiliki program Universal Health Coverage (UHC). "Dengan Program UHC itu, warga Kota Medan sudah bisa berobat di seluruh rumah sakit di Kota Medan yang bekerjasama dengan provider BPJS Kesehatan secara gratis, dengan membawa KTP. Ini berlaku untuk semua warga Kota Medan tanpa terkecuali. Selama ini kan, berobat gratisnya di Puskesmas," papar Hasyim SE. Selain itu, Hasyim SE menambahkan pemberdayaan UMKM di Kota Medan juga sudah semakin baik yang dibuktikan dengan dimasukkannya produk UMKM ke dalam e-katalog. Menurut Hasyim SE, tentunya ini merupakan wujud komitmen Pemko Medan dalam pemberdayaan UMKM di Kota Medan. "Artinya, seluruh OPD sudah bisa berbelanja produk UMKM Kota Medan melalui e-katalog," paparnya. Disinggung tentang penanganan banjir, Hasyim SE mmengharapkan Pemko Medan bisa menuntaskan masalah itu. Walau pun selama ini, penanganan genangan air di Kota Medan dinilai sudah lebih baik dari sebelumnya. "Begitu juga dengan penanganan banjir rob yang sudah dianggarkan dan di tahun 2022 ini sudah bisa digunakan anggarannya. Saya harap ini bisa didukung oleh seluruh stakeholders di Kota Medan, karena ini menjadi aspirasi warga Medan Utara" ujarnya. Terkait dengan infrastruktur jalan yang terlihat semakin banyak perbaikan, Hasyim SE mengharapkan agar kwalitas infrastruktur jalannya juga baik. Jangan, ketika baru diaspal saja yang terlihat mulus, namun tidak diikuti dengan kwalitas yang baik. Begitu juga dengan revitalisasi cagar budaya, seperti Lapangan Merdeka, Medan. Hasyim SE menilai hal itu sebagai langkah yang baik untuk menambah ruang terbuka hijau di Kota Medan. "Saya berharap, di usia Kota Medan yang cukup matang ini, ke- 432, Kota Medan benar- benar bisa menjadi kota yang nyaman, tentram, kondusif, angka kemiskinan bisa diturunkan dan tentunya menjadi kota yang berkah," pungkas Hasyim SE.

“Kita mau festival film ada agenda dan kalender tetap yang bisa tiap tahun kita adakan dengan jadwal yang sudah ditentukan. Jadi saya dengar dari teman-teman di sini, jangan sebulan sebelumnya diinfokan tapi setahun sebelumnya jadi karya anak sineas benar-benar bisa dinilai dari upaya mereka dengan jangka waktu yang kita berikan sangat lengang, dan upaya mereka bukan hanya buat film tapi menghidupkan ekosistem film,” tutur Bobby.

“Kita harap sineas kota Medan bukan hanya tontonan tapi juga menghidupkan ekonomi di Kota Medan,” tambahnya.

Sebelum menonton film Pelipur Lara, Bobby bersama puluhan penonton lainnya turut menyaksikan tiga film pendek pendamping.

Ia turut mengapresiasi karya-karya anak muda tersebut yang juga ia akui sebagai bentuk introspeksi bagi pemko Medan yang diakuinya masih minim dalam memberikan wadah para sineas untuk berkreasi lebih maksimal.

“Sebagai Introspeksi bagi kami pemerintah kota Medan yang dalam waktu kebelakang ini belum memberikan sebuah ruang yang sangat luar biasa kepada para sineas yang ada di kota Medan. Sehingga tadi saya tanda tadi empat film yang ditayangkan itu ada dari luar kota Medan,” ujar Bobby.

“Ini satu pukulan buat kami biar bagaimana anak sineas ini bisa benar benar menjadikan Medan ini rumah kreasi,” pungkasnya.(rizky)